0800 1088888  EN

    Peringati Hari Batik Nasional, Membatik di Kertas Semen Gresik

    news / 7 October 2015

    bc9bfe8add4e16821b178dd163a8eb09

    Peringatan hari batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober dirayakan oleh masyarakat dengan beragam cara. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Komunitas Peduli Seni Batik dengan menggelar acara yang bertajuk “Hari Batik Nasional, Hari Batik Ramah Lingkungan” di Workshop Green Batik Pekalongan (2/10). Acara ini diikuti yang diikuti oleh 20 peserta dari daerah sekitar dan dihadiri oleh siswa-siswi SMP Muhammadiyah Pekalongan.

    hari-batik-nasional-1

    Komunitas Peduli Seni Batik merupakan gerakan sosial yang bertujuan berbagi pengetahuan, lingkungan dan inspirasi yang bisa diaplikasikan langsung dalam pengembangan kreativitas seni batik yang ramah lingkungan.

    Indonesia patut berbangga karena batik telah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 yang sekaligus diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

    Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.

    Namun ada yang berbeda dengan media yang digunakan oleh komunitas pecinta batik asal Pekalongan ini. Mereka menggunakan media limbah kertas Semen Gresik sebagai media untuk membuat motif dengan menggoreskan malam. Untuk bahan pewarna batik menggunakan bahan alami yang berasal dari warna buah, daun, dan akar.

    Dikatakan Harris Riadi selaku Ketua Komunitas, ide ini muncul ketika melihat banyaknya sampah yang mengotori lingkungan. “Saya mencoba memperpanjang manfaat barang dengan mengolah limbah kertas semen menjadi karya batik yang memiliki nilai ekonomis,” terangnya.

    Ketika ditanya mengenai kertas semen apa yang paling sering digunakan, pria asli Pekalongan tersebut mengatakan “Saya lebih menyukai limbah bekas kantong Semen Gresik, karena teksturnya bagus, lebih kuat jadi lebih tahan lama dibanding dengan kantong semen lain. Selain itu ukurannya yang lebih lebar menjadi kelebihan kantong Semen Gresik untuk digunakan sebagai media membatik”.

    Batik yang terbuat dari kertas kantong semen dimanfaatkan Harris untuk membuat pakaian, sepatu, kotak tisu, dan goody bag. Pakaian batik dan sepatu yang terbuat dari kantong semen tidak dipakai sehari-hari tapi dipakai pada acara-acara tertentu seperti fashion show atau pameran. “Sedangkan produk yang lain kami jual”, jelasnya.

    Untuk bahan, terang Harris, pihaknya mendapatkan limbah kertas semen dari para pemulung di Pekalongan. Biasanya setiap lembar kantong semen dihargai Rp 500,- oleh pengepul, tapi oleh komuinitas ini dibeli dengan harga dua kali lipat. Atas kegigihan dan kreativitasnya tersebut Harris menyabet beberapa penghargaan tingkat Nasional. Diantaranya penghargaan dari Inacraft Award yang diberikan 27 April 2014, penghargaan Dewan Kerajinan Nasional pada 19 September 2014 dan WCC Award of Excellence for Handicraft 2014. (fir)

    hari-batik-nasional-2

    Facebook Comments

    Leave a reply