0800 1088888  EN

    Penggiat Media Sosial Kunjungi Pabrik Tuban

    news / 15 December 2014

    banner collage

    Keriuhan nampak di kantor pabrik Tuban, Sabtu (14/2) saat ratusan orang yang sebagian besar anak muda berkumpul dalam acara “Wisata Green Industry” untuk melihat lebih dekat operasional pabrik Tuban, pengolahan limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar, penanganan area bekas tambang, program CSR dan lainnya.

    Apa yang terjadi di pabrik Tuban tersebut telah menggoreskan catatan tersendiri, yaitu untuk pertama kalinya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan”) mengundang para komunitas dunia maya untuk melihat lebih dekat operasional perusahaan. Para penggiat media sosial eksis melalui berbagai lini antara lain blog, facebook, twitter, path dan lainnya. Bahkan pengguna facebook, twitter, path di Indonesia termasuk paling banyak dan paling aktif terlebih koneksi internet yang semakin cepat dan tersebar di seluruh pelosok tanah air. Dengan pengguna facebook sebanyak 69 juta, pengguna Twitter yang mencapai lebih dari 20 juta dan Indonesia adalah negara di Asia yang paling banyak memiliki pengguna Twitter dan mengalahkan Jepang maupun India. Tercatat Jakarta adalah kota yang paling banyak “ngetwit” diantara kota-kota besar di dunia. “Citra perusahaan tidak hanya ditentukan oleh media mainstream (cetak dan elektronik), namun juga komentar-komentar penggiat sosial media akan turut memberikan citra perusahaan. Terlebih sifat media sosial yang terbuka dan mampu tersebar dengan luas, menuntut Perseroan harus mampu mengelola dengan baik. Tidak hanya pada aspek citra perusahaan, pergeseran perilaku konsumen sekarang yang salah satunya dipengaruhi media sosial harus mampu dikelola dengan baik karena keduanya sejalan dengan strategi perusahaan pada pengelolaan isu kritikal yaitu “Enhance Company Image dan Move Closer To The Customer”, papar Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan.

    Para penggiat media sosial yang berkunjung ke pabrik Tuban sebanyak 150 orang dari jumlah pendaftar lebih dari 400 orang hanya dalam kurun waktu 1 minggu. Peserta tidak hanya datang dari seantero Jawa, namun dihadiri pula penggiat sosial media dari Sumatera bahkan Timor Leste. Besarnya minat yang ada menunjukkan bahwa reputasi Semen Indonesia telah menancap kuat di benak para penggiat media sosial. Kegiatan wisata green industry menunjukkan mulai dilakukan pergeseran pendekatan strategi perusahaan seiring dengan perubahan perilaku konsumen di era digital. Dalam strategi bisnis Perseroan, pendekatan komunitas akan menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat pasar dimasa mendatang.

    Pakar manajemen bisnis Rhenald Kazali menyebut para penggiat media sosial sebagai generasi smartphone. Ini merujuk pada mereka yang lahir setelah tahun 1980-an. Kasali membagi tiga generasi lain yang dipilah berdasarkan tahun kelahiran. Pertama adalah generasi kertas-pensil (lahir sebelum 1960), generasi telepon/komputer (lahir 1960-1970), generasi internet (lahir 1970-1980) dan generasi ponsel pintar (lahir setelah 1980). Perilaku generasi ponsel pintar memberikan gambaran perilaku konsumen dimasa mendatang yang akan menjadi pasar industri semen. kEmampun perusahaan memahami perilaku dengan baik dan menyiapkan jurus jitu dimasa mendatang akan mendekatkan produk Semen Indonesia Group ke masyakarat masa depan. Terlebih generasi smartphone yang gemar menulis atau sering disebut citizen journalisme terkadang berperan sebagai marketer sebuah produk. Jika mereka puas dan senang lalu produk tersebut melekat di hati, maka mereka tidak segan-segan menjadi marketer. Kuatnya komunitas dan ikatan yang terjalin, maka promosi ala marketer penggiat media sosial memberikan dampak yang kuat atas penjualan suatu produk.

    “Lokasi produksi pasar domestik yang tersebar di pulau Sumatera, pulau Jawa dan pulau Sulawesi dengan merek yang melekat kuat pada pasar masing-masing, maka selain secara rutin mengadakan kegiatan wisata green industry di pabrik Tuban minimal 2 kali dalam setahun, akan diselenggarakan pula di pabrik Indarung Padang dan pabrik Tonasa, sehingga di Indonesia akan dikepung oleh penggiat media sosial yang telah memiliki pengetahuan yang baik tentang Visi, Misi, Produk dan Strategi Pengembangan Komunitas di Semen Indonesia Group, yang diharapkan dapat semakin memperkuat citra positif perusahaan dan pada akhirnya menjadi tulang punggung pemasaran di masa mendatang”, kata Arief Hermawan (Manajer Website dan Media Sosial).

    Komunitas penggiat media sosial akan melengkapi komunitas yang sudah terbentuk seperti komunitas tukang, komunitas mahasiswa dan lainnya sehingga setiap lini dapat dirangkul dengan baik oleh Perusahaan dalam rangka mencapai visi perusahaan.

    screenshot-twitter com 2014-12-23 09-49-01

    screenshot-twitter com 2014-12-23 09-50-27

    Facebook Comments

    Leave a reply