0800 1088888  EN

    PENGELOLAAN KOMUNIKASI SMI DAPATKAN APRESIASI

    news / 25 Februari 2016

    b592d255d1cfd56763a8d2172add8e69

    Pengakuan publik kembali diberikan kepada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam pengelolaan komunikasi. Ini terekam dari dua acara yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto. Pertama bertepatan dengan acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Lombok Nusa Tenggara Barat, Serikat Perusahaan Pers (SPS) bekerjasama dengan Majalah PR Indonesia menyelenggarakan Worskhop “The Art of Corporate & Government Story TellingThrough Social Media” pada 9 Februari 2016. Dilanjutkan dengan acara kedua di Jakarta pada 19 Februari 2016 dalam acara “PR Indonesia Meetup #2 Social-Knowledge Sharing”. Sebenarnya workshop di Jakarta adalah kelanjutan dari yang lombok. Mengingat antusiasme dari BUMN yang hadir di Lombok mengikuti workshop tersebut, sehingga Majalah PR Indonesia merasa perlu dibuat sesi kedua yang khusus mengangkat tema tentang Komunikasi di BUMN dengan materi bahasan yang lebih luas tidak hanya di media sosial. Menurut Direktur Eksekutif Serikat Pekerja Pers (SPS) yang sekaligus Pimred Majalah PR Indonesia Asmono Wikan, bahwa kehumasan BUMN, baik dari aspek Kementerian BUMN maupun BUMN sebagai korporasi sangat menarik dikupas. Dia mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo pada saat mengumpulkan Humas BUMN, yang menyampaikan kritikannya bahwa Humas BUMN belum mampu memerankan dirinya secara baik dalam mengkomunikasikan dan cenderung masih kurang responsif. “Menurut Presiden Jokowi, Negara yang berhasil membangun imej seperti AS dan India, karena tim solid. Narasinya satu agenda yang dikeluarkan terkoordinasi, terkonsolidasi dengan baik. Tentang KUR juga kurang mampu dikomunikasikan dengan baik, dari bunga KUR sebesar 22 persen turun menjadi 9 persen mestinya bisa menjadi berita yang terus menerus di media cetak dan menjadi pembicaraan di media sosial,” kata Wikan. Dalam workshop tersebut di Jakarta, hadir sebagai narasumber adalah Agung Wiharto (Sekper Semen Indonesia) dan Ahmad Reza (Presidium Forum Humas BUMN/VP Komunikasi Bank Mandiri). Agung Wiharto pada paparannya mengangkat dua contoh studi kasus dalam manajemen komunikasi. Pertama saat gempa di Padang tahun 2009 yang dengan komunikasi yang baik, justru meningkatkan kepercayaan pemegang saham. Saham rata-rata perusahaan justru meningkat lebih tinggi dibandingkan saham pesaing. Kedua, di proyek Rembang yaitu pengelolaan media sosial dan komunikasi kepada media massa saat terjadi kecelakaan di proyek yang mengangkibatkan adanya pekerja yang meninggal. Pada kesempatan tersebut, Agung juga menekankan bahwa tugas mengangkat citra perusahaan bukanlah semata tugas dari Manajer PR, tetapi adalah tugas seluruh manajemen dan karyawan di perusahaan tersebut. “Kinerja Semen Indonesia yang sangat baik, dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, sangat memudahkan Sekretaris Perusahaan dalam mengelola komunikasi perusahaan. Ini tentu berbeda dengan sebagian BUMN yang masih dalam kondisi merugi dan pengelolaan manajemen yang kurang profesional, tentu dapat dibayangkan betapa berat tugas Manajer PR di BUMN tersebut,” pungkas Agung. (arief)

    Facebook Comments

    Leave a reply