0800 1088888  EN

    Penetrasi Pasar Semen Indonesia Wilayah Kalimantan Kian Kuat

    news / 16 March 2013
    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) terus berupaya memperkuat penetrasi pasarnya. Perseroan hari ini melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek pabrik pengemasan (packing plant) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Packing plant ini berlokasi di Kawasan Industri Kariangau, Kota Balikpapan.

    ”Sesuai dengan strategi pemasaran kami agar lebih dekat ke konsumen, packing plant Balikpapan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan semen di Kalimantan, khususnya di Balikpapan dan kota-kota di sekitarnya,” ujar Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto dalam siaran persnya.

    Packing plant Balikpapan tersebut memiliki dermaga yang bisa disandari kapal dengan kapal berbobot mati 10.000 ton dan silo (tempat penyimpanan semen) berkapasitas 2 x 6.000 ton. Rotary packer berkapasitas 2.200 kemasan per jam atau 110 ton per jam. Adapun untuk kapasitas semen curah sebesar 120 ton per jam.

    Selain itu, packing plant tersebut juga dilengkapi dengan lahan terbuka hijau (green belt) sebesar 40 persen dari luasan wilayah. ”Penyediaan lahan terbuka hijau adalah bukti dari komitmen perseroan untuk mewujudkan green industry,” ujar Dwi.

    “Dimulai pada groundbreaking pada saat ini diharapkan pada kuartal IV 2014 mendatang packing plant yang berada di Balikpapan bisa beroperasi sehingga mampu memenuhi peningkatan kebutuhan pasar di wilayah Kalimantan Timur,” tambah Dwi

    Dwi menjelaskan, kehadiran packing plant tersebut diyakini akan semakin memacu gerak perekonomian Balikpapan yang selama ini sudah dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.
    Penyerapan tenaga kerja di packing plant Balikpapan mencapai 400 orang saat pengerjaan proyek dan 40 orang pascaproyek. Perseroan akan mengoptimalkan sumberdaya manusia (SDM) lokal dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi warga.

    Selain dalam bentuk penyerapan tenaga kerja, kontribusi ekonomi packing plant diwujudkan dalam bentuk pembayaran pajak dan retribusi daerah. ”Kehadiran packing plant juga menimbulkan multiplier effect seperti tumbuhnya sektor ekonomi penunjang, seperti sektor makanan dan minuman, properti, serta transportasi,” ujar Dwi.

    Pasar semen di Kalimantan, sambung Dwi, sangat prospektif. Pada 2012, penjualan semen di pulau tersebut mencapai 4,07 juta ton, tumbuh 21,3 persen dibanding 2011 sebesar 3,36 juta ton. Adapun pada satu bulan pertama 2013 (Januari), penjualan semen di Kalimantan sudah menembus angka 349.559 ton, meningkat 19,1 persen dibanding Januari 2012 sebesar 293.575. Pertumbuhan permintaan di Kalimantan termasuk yang tertinggi di Indonesia.

    Facebook Comments

    Leave a reply