0800 1088888  EN

    Pemkab Tuban Minta Semen Indonesia Lanjutkan Program UMKM

    news / 3 November 2014

    Kontribusi Semen Indonesia (SMI) terhadap masyarakat sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) diakui berbagai pihak. Entah dan sisi alokasi dana, maupun jenis programnya. Salah satu alokasi CSR adalah pengembangan dan pembinaan UMKM. Bahkan pengembangan sektor ini berdampak besar terhadap kemajuan daerah.

    Menurut Bupati Tuban KH. Fathul Huda, program CSR yang sudah dijalankan SMI selama ini dianggapnya luar blasa. Apalagi, akhir-akhir ini program community development (comdev) mulai bersinergi dengan sejumlah program daerah. Sehingga, manfaatnya Iebih mengena dan bisa dirasakan masyarakat secara luas, yang sekaligus membantu upaya daerah dalam mensejahterakan masyarakat.

    “Saya tidak menutup mata, kontribusi Semen Indonesia terhadap masyarakat melalui program CSR sudah sangat banyak,” katanya saat memberi sambutan pada acara ground breaking pembangunan Waste Heat Recovery Power Generation (?NHRPG), di Gedung Auditorium, Rabu (22/10) lalu. Entah dalam bentuk pembangunan sarana fisik, pelatihan masyarakat, ataupun bantuan yang sifatnya insidentil seperti sembako, hewan kurban, dan lain-lain. Namun, imbuh Huda, agar program comdev ke depan Iebih berhasil khususnya dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, orang nomor satu di Tuban ini berharap program bantuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa dilanjutkan. “Kalau dananya tidak cukup, bantuan yang sifatnya ikan bisa dikurangi. Sebab sesuai hasil evaluasi, semua penduduk minta meski sebenarnya tidak tergolong warga miskin,” katanya.

    Huda meriyebut sejumlah alasan kenapa pengembangan di bidang ini perlu dilanjutkan. Di antaranya serapan tenaga kerja baik secara nasional maupun lokal, ternyata didominasi oleh bidang UMKM. Demikian pula produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.”Sekitar 97 persen penyerapan tenaga kerja dikuasai UMKM, tiga persennya baru sektor industri, dan sektor-sektor lain,” katanya. Cukup beralasan jika bidang ini perlu mendapat penekanan.Apalagi, imbuhnya, persentase masyarakat miskin di Tuban dianggapnya masih tinggi, bahkan masuk 10 besar diantara 38 kota/kabupaten di Jatim. Pertumbuhan golongan menengah dan tinggi yang jumlahnya di kisaran 87 persen di Tuban, menurutnya tidak bisa diikuti pertumbuhan golongan yang kurang mampu. “Karena itu saya berharap kontribusi SG tidak berupa “ikan” tapi “kail”. Kalau hanya bersifat “ikan” efeknya hanya sesaat,” katanya.

    Bupati juga mengapresiasi kontribusi SMI terhadap pelaku UMKM sudah sangat tinggi. la mengaku memonitor Iangsung kontribusi perusahaan di sector ini. Bupati menyebut ribuan pelaku UMKM sudah mendapat pelatihan dan pinjaman dana lunak. “Ini luar blasa. Tidak ada perusahaan lain yang melakukan hal seperti ini di Tuban. Saya minta program ini bisa dilanjutkan,” tuturnya yang disambut tepuk tangan hadirin. Sehingga kelak, keberadaan perusahaan di Tuban tidak hanya berkontribusi meningkatkan pendapatan golongan menengah keatas, namun juga akan membawa manfaat yang besar terhadap meningkatnya pendapatan masyarakat menengah ke bawah. Termasuk menggeliatnya sektor ekonomi yang berasal dan UMKM. (al)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply