0800 1088888  EN

    Pemilihan Presiden dan Arus Mudik, Penjualan Semen Indonesia Tetap Tumbuh

    news / 29 Agustus 2014

    Pelaksanaan Pilpres dan arus mudik lebaran, menjadi pemicu melambatnya permintaan semen serta sektor industri lainnya. Dampaknya, angka penjualan yang dicatat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) sampai Juli 2014 lalu, hanya naik 0,3 persen. Sehingga secara umum, penjualan selama semester pertama 2014, tergolong stagnan.

    Corporate Secretary SMI Agung Wiharto menyebut hal itu adalah fenomena yang wajar di sektor industri. “Ini hanya demand yang tertunda,” ujarnya kepada wartawan, di sela acara Investor Summit and Capital Market Expo 2014 di Grand City Mall Surabaya, Rabu (20/8). Perlambatan permintaan itu, masih bisa dikejar di semester kedua tahun ini. “Masih ada waktu recovery antara empat hingga lima bulan ke depan,” lanjut Agung yang dalam acara itu didampingi Direktur Keuangan SMI, Ahyanizzaman. Ini untuk mengejar target pertumbuhan 55 persen di semester kedua. Sebab capaian di semester per- tama hanya 45 persen.

    Soal Pilpres, misalnya, Agung memberi gambaran, proses pekerjaan kontruksi menjadi terhenti, lantaran para pekerja kontruksi harus kembali ke tempat asal untuk menggunakan hak pilihnya.

    “Liburnya memang sehari. Tapi prakteknya bisa sampai seminggu.” Begitu pula dengan aktivitas mudik menjelang dan setelah lebaran. Larangan kendaraan besar pengangkut non logistik beroperas di jalan raya, juga berpengaruh terhadap sektor industri.

    Secara garis besar, sepanjang Januari — Juli 2014, penjualan domestik semen mencapai 14,42 juta ton atau meningkat hanya 0,3 persen dibanding periode sama tahun 2013 yang sebesar 14,3 juta ton, Ini juga menunjukkan jika penjualan semen saat itu relatif stagnan pada semester I/2014, karena ekonomi yang sedikit melambat akibat aktivitas Juli 2014. Belum lagi ada faktor cuaca yang kurang baik lantaran hujan turun berkepanjangan pada awal tahun ini.

    Namun yang menggembirakan, di semester itu SMI justru mampu mencetak laba bersih ebesar Rp 2,78 triliun atau meningkat 8,61 persen dibanding periode sama 2013 sebesar Rp 2,56 triliun. Dengan begitu, perusahaan mampu membukukan pendapatan sebesar Rp12,88 triliun atau meningkat 12,8 persen dibanding 2013 sebesar Rp 1 1 triliun.

    “Walau pada Juli ada perlambatan penjualan semen, namun Semen Indonesia berhasil memberikan profit yang terus meningkat. Dalam dua minggu terakhir di bulan Agustus, kita mulai melakukan recovery,” tambah Ahyanizzaman.

    Untuk pertumbuhan industri semen sendiri, lanjut Ahyanizzaman, mencapa 4-5 persen. Sehingga pada semester II/2014, pertumbuhan semen ini diprediksi lebih baik, karena tingkat konsumsi yang lebih baik. Dengan target pertumbuhan industri selama 5 persen per tahun, maka pertumbuhan semen bisa mencapai 6-8 persen. Tahun lalu, volume penjualan semen secara domestik tahun lalu mencapai 24,5 juta ton. Volume itu diperkirakan bisa di atas 25 juta ton dalam tahun ini,

    Selain rencana ekspansi, SMI juga terus meningkatkan kapasitas produksinya melalui pembangunan dua pabrik baru di Padang dan Rembang, yang masing-masing berkapasitas 3 juta ton per tahun. Invetasi dua pabrik baru berdesain ramah lingkungan itu, masing-masing bernilai Rp 33,25 triliun dan Rp 3,717 triliun.(war/ iru).

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply