0800 1088888  EN

    Pembangunan Pabrik Rembang Sudah 24 Persen

    news / 17 Februari 2015

    Kinerja cemerlang ditunjukkan tim pembangunan pabrik PT Semen Gresik di Rembang. Hingga akhirJanuari 2015, pengerjaan proyek di atas tanah seluas 57 hektare ¡tu sudah mencapai 24 persen. Itu melampaui target yang tercantum di RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan), yakni 23,8 persen.

    Kepala Proyek Rembang Ari Wardhana menuturkan, progres itu meliputi procurement (pengadaan), engineering dan construction. ‘Jadi over all sudah 24 persen. Kita masih di depan (target).” terang An usai menerima kunjungan Direktur SDM dan Hukurn SMI Gatot Kustyadji dan Dirut Semen Gresik Sunardi Pnionomurti di lokasi proyek, Kamis (5/2).

    Saat ini pihaknya tengah mengebut pengerjaan packer. Setelah peralatan packer itu kelar, diteruskan menggarap cement mill, lalu kiln. Ari melanjutkan, sesuai rancangan awal, pabrik yang mampu memproduksi semen sekitar 3 juta ton per tahun itu diharapkan selesai pada September

    2016 mendatang. Dengan begitu awal 2017 sudah bisa beroperasi.

    Selain progresnya di atas target, pengerjaan pabrik Rembang juga lebih hemat dari perkiraan. Itu terjadi berkat langkah efisiensi di sana-sini, terutama main equipment.

    “Kita mendapatkan harga Iebih rendah dari proyek Tuban IV,walau equipment-nya hampir mirip. Makanya lebih hemat,’ ujar Ari. Kurs dolar AS juga berpengaruh, Ketika rupiah turun, pihaknya segera belanja peralatan. ‘Apa yang bisa dibeli segera kita beli,” cetus mantan tim proyek pembangunan pabnik Tuban IV ini. Beberapa faktor yang dikhawatirkan memperlambat penyelesaian ternyata tidak berpengaruh signifikan, Misalnya hujan, kata Ari, bisa disiasati dengan manajemen waktu.

    “Hujan kan tidak 24 jam. Jadi kalau hujan sampal sore ya berhenti, nanti setelah cuaca cerah kita lanjutkan lagi,” terangnya. Begitu pula aksi demo menolak pabrik semen dengan cara mendirikan tenda di depan lokasi proyek, menurut An tidak masalah, Sebab pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan.

    Sesuai pesan Direktur Engineering & Project SMI Suharto, pabrik semen Rembang harus bisa jadi contoh pabrik yang ramah Iingkungan, hijau, dan bersih. Itu sejalan dengan keinginan Gubemur Jateng Ganjar Pranowo yang diungkapkan ketika menerima kunjungan jajaran direksi Semen Indonesia di Semarang, beberapa waktu lalu.

    Ari mencontohkan aktivitas penambangan yang tidak bisa dilakukan sembarangan. “Ada batas elevasi yang tidak boleh dilanggar. Kalau kita menambang di bawah itu bisa merusak Iingkungan, salah satunya sumber air,” katanya.

    SMI telah membuktikan keberpihakan mereka terhadap Iingkungan saat membangun pabrik Tuban IV. Kurun 20 tahun terakhir, sejak 1994 sampai 2014, air permukaan di sana justru naik.

    Ari mengibaratkan fenomena ini seperti kita membelah semangka. Bila semangka utuh disiram dari atas tentu airnya meluber ke samping. Namun bila semangka dipotong Iebih dulu bagian atasnya, air justru bisa masuk. “Begitu gambarannya kalau area penambangan lagi bujan. Kalau lagi kering Iangsung kita tanami sehingga nanti lebih hijau”, katanya lagi.

    Pengerjaan proyek Rembang melibatkan tak kurang 690 tenaga kerja (kontraktor proyek), di luar tim SMI yang mencapai 120 orang. Dan 690 tenaga kerja ¡tu, separonya merupakan warga ring satu. Pabrik semen Rembang, seperti diketahui, berada di lima desa yang terletak di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bulu dan Gunem. Lima desa itu adalah Kajar, Timbrangan, Tegaldowo dan Pasucen (Gunem), ditambah Kadiwono (Bulu). “Lime stone (area penambangan batu kapur)-nya ada di regaldowo,” tutup Ari Wardhana. (Iin/znl)

    Facebook Comments

    Leave a reply