0800 1088888  EN

    Pembangunan Pabrik Rembang Jalan Terus, Semua Persyaratan Sudah Lengkap

    news / 6 Oktober 2014

    Pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang dipastikan jalan terus. Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng, Ir Teguh Dwi Paryono MT mempersilakan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tetap meneruskan pembangunan seperti schedule yang telah dijalankan. Kendati sampai saat ini masih ada suara kecil penolakan. ‘lnsya Allah jalan terus” tegas Teguh yang saat dihubungi media tengah berada di Kanada.

    Jaminan ini sekaligus menepis adanya kemungkinan proyek ini dihentikan. Maklum, saat ini kelompok-kelompok yang kontra pembangunan terus berkampanye dengan menempatkan seolah-olah Pabrik Semen ini nanti akan merusak Iingkungan dan merugikan masyarakat sekitar. “Semua persyaratan sudah lengkap. Ijin telah diurus sejak beberapa tahun lalu. Kalaupun sekarang ada penolakan, monggo saja tapi prinsipnya tak boleh menghentikan jadwal pembangunan yang telah disepakati,” tambahnya menanggapi gugataan yang dilayangkan di Pengadilan Negeri Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

    Dalam laporan Tempo, 24 Agustus lalu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyampaikan rasa heran atas suara penolakan yang kini terdengar kencang. Apalagi, sampai lakukan gugatan ke PTUN segala. Menurut orang nomor satu di Jawa Tengah ini, kalau ada masalah izin Amdal yang selama ¡ni dipersoalkan kelornpok penentang, harusnya sudah digugat sejak ijin terbit pada 2012 lalu. “Bukannya baru dua tahun sekarang dipersoaIkan” tukasnya.

    Ganjar Pranowo justru curiga ada motif persaingan di balik konflik. “Saya selalu bertanya tanya, adakah ini persaingan antar kelompok masyarakat, persaingan antar penambang, antar perusahaan semen atau antar aktivis,” tulis Tempo dalam Iaporannya.

    Sejatinya, kekhawatiran akan dampak Iingkungan yang selama ini menjadi ‘jualan’ pihak kontra sudah bisa ditepis. Budi Sulistijo, Pakar Geoteknik, Hidrologi dan Lingkungan Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan bahwa lokas, penambangan dan pabrik Semen Indonesia di Rembang, sudah rnemenuhi seluruh kaidah dan syarat perjinan penambangan yang ditentukan pemerintah.

    Dalam proses feasibility study yang dilakukan untuk memperoleh ijin tersebut, dapat dipastikan bahwa lokasi penambangan dan pabrik Semen Indonesia tidak berada di Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo. Sehingga, tidak akan merusak kawasan yang memang dilindungi berdasarkan aturan pemerintah tersebut.

    “Dari penelitian yang telah dilakukan peneliti ITB, tidak ada sumber mata air dan goa di lokasi penambangan dan pabrik Semen Indonesia di Rembang. Selain itu, area penambangan yang dilakukan Semen Indonesia di Rembang, dilakukan di zona kering dan bukan di zona transisi maupun zona jenuh sehingga tidak akan
    mengurangi cadangan air tanah yang kedalamannya jauh di bawah tanah,” tegas Budi.

    AKSI DUKUNGAN

    Sementara itu, sedikitnya 350 orang warga Rembang yang berasal dan desa-desa di “ring satu” lokasi tapak pabrik semen PT Semen Indonesia (SMI) berunjukrasa di kantor Gubernur Jateng di Semarang, Kamis (25/9) lalu. Mereka menyatakan dukungannya agar pabrik semen segera dibangun.

    Dengan menumpang enam buah bus besar dan Rembang, ratusan warga mendatangi Kantor Gubernur di JI Pahlawan. Mereka mendesak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tidak ragu untuk mendukung segera dibangunnya pabrik semen di lingkungan mereka. Mereka membawa puluhan poster, antara lain “Pabrik Semen Ojo Diganggu”, “Pokoke Pabrik Semen Kudu Ono”, “Kami Butuh Investor untuk Lapangan Pekerjaan”, “Wes Ora Pingin Melarat Rembang Ono Pabrik Semen”, dan lain-lain.

    Dari kantor gubernur, warga melanjutkan aksinya ke Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di JI. Abdurahman Saleh yang berjarak 7 km. Juru bicara warga Adi Purwoto dalam orasinya menegaskan, warga Rembang khususnya yang tinggal di “ring satu” lokasi tapak, mendukung pabrik semen segera dibangun.Warga berasal dan Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu serta Desa Kajar, Timbrangan dan Tegaldowo di Kecamatan Gunem.

    “Kami juga berharap agar dapat bekerja di pabrik tersebut,” ujarnya. Adi Iebih lanjut mengatakan, pembangunan pabrik juga dapat memberikan dampak ikutan bagi masyarakat setempat, selain juga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Rembang. Alasan mendukung pembangunan pabnik semen, kata Adi, yakni karena lahan yang ditambang merupakan lahan batu kapur yang tandus. “Lagi pula, di lokasi tapak telah ada penambangan tradisional yang beroperasi puluhan tahun,” tegasnya.

    Selain itu, pihak PT Semen Indonesia juga telah melakukan sosialisasi kepada warga, tokoh masyarakat, ulama dan pemenintah daerah setempat, dan penizinan pembangunan pabrik sudah sesuai prosedur yang berlaku. “Kalau izinnya saja sudah keluar dan sesuai prosedur yang dltetapkan, mengapa tidak segera dibangun?” tukasnya.

    Sementara itu di Rembang sebanyak 50 orang yang menamakan dirinya Kaum Pencari Kerja dan LSM Semut Abang juga menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati Rembang. Aksi demo tersebut menuntut Pemkab Rembang agar memperjuangkan nasib kaum pencari kerja untuk dapat bekerja di Pabrik Semen Indonesia tanpa adanya persyaratan yang membebani. Selain itu mereka juga menuntut PT Semen Indonesia apabila beroperasi wajib mengutamakan tenaga kerja Iokal. (*)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply