0800 1088888  EN

    Pelatihan Jurnalistik Karyawan Semen Indonesia dan Anak Usaha

    komunitas, news / 22 Desember 2016

    [:id]

     Gapura – Biro  Komunikasi  Perusahaan bersama Biro Diklat Semen Indonesia menggelar pelatihan jurnalistik. Pelatihan yang diikuti sebanyak 25 peserta dari karyawan SMI dan Anak Usaha ini  digelar di  Villa Semen Gresik  Tretes, Senin-Selasa (19-20/12).  Pelatihan menghadirkan sederet instruktur professional. Diantara wartawan senior yang juga pendiri Media Watch Tjuk Suwarsono,  Kartunis Jawa Pos Wahyu Kokkang, Fotogrofer Senior  Jawa Pos Sugeng Deaz dan  konsultan media dari Media Trust Sumarlin dan Ram Surahman.

    Kabiro Komunikasi Perusahaan, Sigit Wahono berharap  pelatihan tak hanya berhenti sampai di sini. Sepulang dari  pelatihan, harap Sigit, peserta mampu  mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan. “Sepulang dari sini harus mulai berani menulis.  Minimal kalau ada acara di tempat teman-teman jangan sampai terlewat begitu saja. Silakan  didokumentasikan, ditulis dan di share. Baik lewat medsos maupun media internal yang kita miliki Gapura dan Sinergi,” harap Sigit saat membuka pelatihan.

    Kabiro Komuniksai Perusahaan SMI Sigit Wahono pada saat membuka acara pelatihan bagi karyawan Semen Indonesia dan Anak Usah

    Pelatihan ini juga diharapkan mampu menyamakan  persepsi  sekaligus menguatkan sinergi diantara seluruh karyawan Semen Indonesia dan anak perusahaan.  Sinergi ini diperlukan untuk menguatkan pesan-pesan positif yang dibagi perusahaan ke dunia luar sekaligus menangkal isu-isu miring yang menghantam. “Kita sekarang memasuki era baru media dengan munculnya medsos.  Berita yang benar dan hoax sama-sama cepatnya tersebar. Nah, kalau kita  gagap  menghadapi situasi seperti ini, habis kita,” tandasnya.

    Tjuk Suwarsono  dalam presentasinya memberikan gambaran  perkembangan media massa pasca reformasi.  Kalangan media  menghirup kebebasan yang luar biasa. Tak hanya, perlindungan hukum pada pekerja  dan institusi media juga luar biasa. Momok breidel yang membayangi  di era sebelumnya sudah  tak terjadi lagi. Begitu juga dengan perlindungan hukum, era reformasi menghasilkan UU Pers yang menjadi payung  pekerja media. Sayangnya, lanjut mantan wartawan senior Surabaya Post ini, dalam situasi seperti ini, ancaman breidel justru lahir dari pemilik modal sendiri. “Obyektifitas dan independesi media banyak dipertanyakan. Kepentingan pemilik modal lebih banyak yang diperjuangkan, bertolak belakang dengan amanat undang undang. Ini menjadi ironi saat ini,” tukasnya. Belum lagi, muncul media-media online yang menjamur tak terkendali. Ini yang kerap memunculkan kegaduhan.
    Peserta juga mendapat wawasan baru   dalam hal desain dari Wahyu Kokkang.   Ditampilkan beberapa contoh desain  cover beberapa media di dunia.  Baik koran, tabloid maupun majalah. Semua dengan karakter dan wajah yang unik dan berbeda. “Mana yang benar? Semuanya benar. Karena dalam dunia desain tidak ada pakem yang harus diikuti. Semua bebas berkreasi. Ini menjadi tantangan bagi para desainer untuk menampilkan karya terbaik untuk dinikmati pembaca,” tandasnya.
    Wawasan para peserta makin lengkap dengan ilmu fotografi yang disampaikan Sugeng Deaz.  Peraih penghargaan Fotografer Sport Terbaik Indonesia 2006 ini menjejali peserta mengenai teknik-teknik fotografi.  Mulai mengenal kamera, pengambilan gambar (angle) dan hal-hal teknis lain yang   terkait fotografi. Menutup diskusi kelas, para peserta diajak praktek  outdoor.
    Yusuf Afandi dari unit Internal Audit  berharap pelatihan seperti ini bisa diagendakan  rutin.  “Banyak sekali wawasan dan ilmu baru yang saya dapat dari  pelatihan ini. Kita banyak tahu bagaimana lika liku proses kerja sebuah karya jurnalistik maupun foto yang ditampilkan di media,” ungkapnya. Hal yang sama juga disampaikan Muhammad Yusuf dari Departemen of Project  Services. “Mohon doanya, setelah ini saya  akan menulis,” tekadnya. (fir)

    [:]

    Facebook Comments

    Leave a reply