0800 1088888  EN

    PASOK PULUHAN RIBU TON SEMEN, SEMEN INDONESIA BERKONTRIBUSI DI PEMBANGUNAN TOL BALI

    news / 25 September 2013

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk terus berkiprah dalam proyek prestisius nasional. Di proyek Tol Bali Mandara yang diresmikan Presiden SBY di Nusa Dua Bali, Senin (23/9) misalnya, Semen Indonesia melalui produknya Semen Gresik, memasok 52.981 ton semen. Jalan tol sepanjang 10 kilometer yang menghubungkan Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa itu, SI memasok dua jenis semen, yakni PPC dan juga OPC (semen untuk bata ringan).

    Program berikutnya, Semen Indonesia juga memproyeksikan bisa berkiprah untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda. Jika direlisasi, proyek tersebut akan menambah konsumsi semen sebesar 3 juta ton. Hal itu, tentu akan menjadi pertumbuhan backbone semen dalam negeri.

    Namun demikian, persaingan pasar dalam negeri masih dibayangi dengan banyaknya pemain baru.  Sebagai market leader, SI tetap optimistis bisa mempertahankannya. “Kami tak gentar dan terus berusaha keras mempertahankan posisi sebagai market leader dalam bisnis semen di negara ini,” ujar Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto kepada wartawan di sela pembukaan Porwanas di Banjarmasin, pekan lalu.

    Menurutnya, masuknya pemain baru dalam bisnis semen di Indonesia tak otomatis brand semen baru itu bisa diterima pasar nasional. Dia mencontohkan, ada pemain semen nasional yang cukup lama bertarung dalam bisnis semen di negara ini, namun korporasi semen itu belum mampu mengukir prestasi dan kinerja bisnis yang cemerlang. “Brand baru itu tak otomatis diterima pasar,” tukasnya.

    Semen Indonesia sendiri memiliki tiga operating corporate, yakni Semen Gresik dengan 5 unit pabrik (4 unit pabrik di Tuban dan 1 unit pabrik di Gresik) dengan kapasitas produksi 15 juta ton per tahun, Semen Padang di Sumbar, dan Semen Tonasa di Sulsel menjadikan holding koorporasi semen ini memiliki total kapasitas produksi 32 juta ton di tahun 2013.

    Selain itu, korporasi ini memiliki pabrik di Vietnam, yakni Thang Long Cement. Pabrik di sana, menyasar pangsa pasar di Vietnam, Bangladesh, Myanmar, dan negara lainnya. “Tahun 2015 nanti, kami targetkan kapasitas produksi pabrik kita mencapai 35 juta ton dan 2016 kapasitasnya 38 juta ton per tahun,” katanya. “Satu faktor yang menentukan sukses tidaknya bisnis semen adalah kapasitas produksi dan brand image produk di pasar. Kapasitas besar tanpa brand image produk yang diterima pasar, ya produk itu tak mungkin dibeli dan diserap pasar,” tambahnya.

    Tiga brand produk Semen Indonesia, yakni Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa telah memiliki pangsa pasar kuat di level nasional sesuai dengan area produksi masing-masing brand tersebut. Semen Padang misalnya, kuat di kawasan Sumatera dan Jawa bagian barat. Semen Gresik pangsa pasarnya kuat di Jateng, Jatim, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, dan Kalimantan. Sedangkan Semen Tonasa, memiliki pasar yang kuat di Sulawesi, Maluku, Papua, dan sebagian Kalimantan. “Sampai dengan Agustus 2013, market share kita mencapai 45 persen di tingkat nasional,” tegas Dwi. Penguatan market share itu dipastikan akan meningkat seiring dengan rencana korporasi melakukan pembangunan pabrik semen baru di Rembang, Jateng dan Sumbar. Di masing-masing pabrik baru itu, akan memiliki kapasitas produksi 3 juta ton per tahun.

    Facebook Comments

    Leave a reply