0800 1088888  EN

    PASAR LESU, PENJUALAN SMI TETAP TUMBUH

    news / 9 Maret 2015

    Sepanjang Januari 2015, penjualan Semen Indonesia tercatat sebanyak 2,1 juta ton. Angka ini tumbuh 3,1% di banding bulan yang sama pada tahun 2014 lalu yang mencatat 2,04 juta ton. Ekspor selama sebulan mencapai 7.200 ton, melonjak 91,7% ketimbang periode yang sama setahun sebelumnya yakni 3.755 ton.

    Tumbuhnya penjualan Semen Indonesia ini berbanding terbalik dengan kondisi penjualan nasional. Dari data yang dirilis Asosiasi Semen Indonesia, penjualan semen pada Januari 2015 turun 2,9 persen mejadi 4,5 juta ton di banding bulan sama 2014. penurunan penjualan tersebut terjadi di hampir semua pulau besar di Indonesia. “ Hal itu kemugkinan terjadi karena tingginya intensitas hujan, serta harga-harga komoditas pertambangan dan perkebunan belum menggeliat,” kata Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso.

    Widodo memaparkan, penurunan terparah terjadi di pulau Kalimantan. Sepanjang bulan lalu, penjualan semen di pulau tersebut turun hingga 12,8 persen di banding Januari 2014 menjadi 327 ribu ton. Penurunan penjualan cukup besar juga terjadi di pulau Sumatra yang sebesar 9,6 persen menjadi 924 ribu ton. “ Di Bali dan Nusa Tenggara, penjualan semen turun 4,6 persen menjadi 245 ribu ton, disusul Sulawesi yang merosot 4,1 persen menjadi 334 ribu ton. Adapun di pulau Jawa, penjualan semen Stagnan di posisi 2,55 juta ton,” jelas Widodo.

    Dia melanjutkan, kenaikan penjualan hanya terjadi di Maluku dan Papua. Sepanjang Januari 2015, penjualan semen di wilayah tersebut naik 42,5 persenmenjadi 125 ribu ton. Widodo memperkirakan, penjualan semen masih sama pada Februari 2015. “ Jika pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pertengahan Maret mendatang, ada potensi penjualan semen meningkat,” ujar dia

    Kabiro perencanaan dan pengembangan pemasaran SMI Dadan Duparman mengungkapkan, pertumbuhan angka penjualan terutama terjadi di Jwa dan di Indonesia timur. Hal itu di karenakan korporasi mampu mempertahankan posisi top leader di Jatim sebesar 71 persen, serta peningkatan penjualan di Jabar dan Jateng.

    “Ekspor kita juga naik, meski dari sisi volume tidak terlalu banyak,” katanya. Secara umum, prestasi apik di awal 2015 itu tercapai berkat kesiapan SMI dalam mengelola stok semen. Alhasil, Kendati pasar nasional sedang lesu, pihaknya malah mampu mengambil pasar baru. Dadan melanjutkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, stok semen SMI tahun 2015 cukup untuk menyongsong permintaan pasar. (*/znl)

    Facebook Comments

    Leave a reply