0800 1088888  EN

    Pabrik Tuban Bangun Pembangkit Listrik Berkapasitas 30,6 MW

    news / 11 Juli 2014

    Inves Rp 560 M, SMI Gandeng JFE Jepang

    Langkah efisiensi dilakukan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) dalam menghadapi tantangan energi listrik yang semakin mahal.Menyusul pabrik di Padang, SMI akan membangun pembangkit listrik dengan memanfaatkan energi panas dari mesin pengering bahan baku semen di pabrik Tuban.

    Untuk merealisasikan rencana itu, SMI menggandeng JFE Enginering dari Jepang, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) di Jakarta, Selasa (15/7). Dalam penandatanganan naskah kerjasama itu, pihak JFE diwakili oleh Fensuo Tsu Yucai (Managing Director). Sedangkan SMI, diwakili oleh Dirut SMI. Dengan investasi sebesar Rp 560 miliar, proyek tersebut mampu mendesain pembangkit listrik dengan kapasitas 30,6 Mega Watt (MW).

    Corporate Secretary SMI, Agung Wiharto, di sela acara buka bersama dengan wartawan Minggu (13/7) menjelaskan, dalam kerjasama itu, JFE tak hanya membantu desain pembangkit. Tetapi juga pendanaanya. Gambarannya, untuk satu Klin di Pabrik Tuban, mampu menghasilkan tenaga panas sebesar 1.500 derajat celcius dan langsung bisa menggerakkan pembangkit untuk kemudian menjadi listrik. Di sana, ada empat Kiln yang bisa dimanfaatkan. Targetnya, tahun 2016 mendatang, proyek tersebut akan tuntas.

    Dalam kerjasama itu, pihak JFE Engineering hanya meminta agar pembuangan emisi dari sisa industri, tidak terlalu banyak mencemari udara. “Sementara perusahaan besar dari negara maju, hanya meminta komitmen kita berupa blueprint tentang pengurangan emisi sisa industri,” ujar Agung.

    Selama ini, Pabrik di Tuban membutuhkan 130 MW listrik per tahun dari PT PLN (persero), dengan nilai tak kurang dari Rp 1 triliun, atau sekitar Rp 93 miliar per bulan. Jika pengerjaan pem- bangkit listrik di Tuban itu tuntas, maka peghematan biaya listrik bisa mencapai Rp 110 miliar per tahun.

    Proyek pembangkit tenaga listrik dari energi panas itu sendiri, sudah dimulai di Padang sejak tahun 2012 lalu, dan sudah menghasilkan 8 MW. Di sana, sudah bisa mengemat energi listrik sekitar 8 hingga 10 persen.

    Inovasi ini pun, kini dikembangkan di Tuban dan akan dilanjutkan di Tonasa. Di sana, ada potensi listrik melalui energi panas hingga 14 MVV.

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply