0800 1088888  EN

    NEW GRINDING PLANT TUBAN : TAMBAH KAPASITAS PERSEROAN DENGAN TINGKAT EFISIENSI TERTINGGI

    news / 23 Desember 2013

    Kapasitas Produksi PT Semen Indonesia (SMI) semakin tidak terkejar, telebih setelah dioperasikannya vertical mill (OK Mill) di Pabrik Tuban. Meski kapasitasnya relatif kecil hanya 1,5 juta ton per tahun, namun keberadaannew grinding plant ini semakin mengukuhkan posisi SMI sebagai perusahaan dengan kapasitas dan efisiensi tertinggi.

    “Saat ini kapasitas Pabrik Tuban sudah mencapai 14 juta ton pertahun. Jika ditambah Gresik kapasitasnya menjadi 15 juta ton,” kata Direktur Produksi Suparni, ketika memberi sambutan dalam pembukaan Pekan Raya Semen Indonesia 2013, di Graha Sandiya, beberapa waktu lalu (27/11). Padahal kapasitas realnya tidak lebih 11,4 juta ton, yang berasal dari Tuban 1-3 sebesar 6,9 juta, Tuban 4 sebanyak 3 juta, dan OK Mill sejumlah 1,5).

    Tidak itu saja, imbuh Suparni, Pabrik Tuban adalah satu-satunya pabrik yang memiliki tingkat efisiensi tertiggi. Bahkan khusus OK Mill (new grinding plant) konsumsi listrik per ton semen hanya rata-rata sebesar 24 KWh. Bandingkan dengan konsumsi energi existing plant yang lain yang berkisar di angka 34 KWh. “Inilah yang menjadikan kami memiliki daya saing tinggi dibanding pabrik-pabrik sejenis,” ujarnya.

    Sekilas New Grinding Plant

    Sejak Oktober lalu, Pabrik Tuban memiliki sumber produksi baru seiring dioperasikannya vertical mill. “Kapasitas new grinding plant yang baru kami operasikan sebesar 1,5 juta ton per tahun,” ujar Senior PPKPT Improvement Project Officer Bambang Tridoso O, seusai rapat koordinasi produksi, Jumat (13/12).

    Dari sisi efisiensi, imbuh Bambang, peralatan besutan FLS Smidth, Denmark, ini memiliki tingkat konsumsi energi paling rendah. “Per-ton semen hanya membutuhkan energi listrik rata-rata sebesar 24 KWh,” katanya. Konsumsi ini termasuk paling rendah terlebih jika dibandingkan dengan grinding plant lain yang rata-rata membutuhkan 34 KWh.

    Dari sisi rate kapasitas, unit penggilingan yang proses pembangunannya memakan waktu kurang lebih setahun ini juga membanggakan. “Rata-rata produksi mencapai 270-290 tph untuk PPC, dan 250 tph untuk PPC, denganbline antara 350-360,” imbuhnya. Jika dirata-rata, maka dalam sehari ada tambahan lebih dari 6.000 ton (asumsi operasi 22 jam per-hari, dengan rateminimal 270 tph).

    Terkait new grinding plant, Kadep Produksi Semen Eko Rudi Nurcahyanto, menyampaikan bahwa pengoperasian vertical mill secara otomatis akan menambah kapasitas terpasang perseroan. “Ini sekaligus sebagai respon perseroan terhadap permintaan semen yang cenderung meningkat,” ujar Eko pada suatu kesempatan.

    Pembangunan vertical mill ini, imbuhnya,  juga untuk mengatasi membludaknya produksi terak di Pabrik Tuban. Terlebih setelah beberapa waktu sebelumnya, P2KPT berhasil menjalankan capacity upgrade(penambahan kapasitas) di Kiln Tuban 1 dan 2, yang semula berkapasitas 7.800 ton (Tuban 1) dan 8.200 ton (Tuban 2) per-day menjadi 9.000 ton per-day.

    Selain itu, tambah orang nomor satu di Departemen Produksi Semen, proses pembuatan semen di Pabrik Tuban sangat efisien dari sisi konsumsi material (klinker). “Kualitas klinker kita sangat bagus, sehingga untuk membuat produk semen yang sesuai standar hanya membutuhkan sekitar 70 persen terak,” katanya. Kelebihan terak inilah yang selanjutnya akan di konsumsi new vertical mill.

    Facebook Comments

    Leave a reply