0800 1088888  EN

    MIMPI GUBERNUR GANJAR SEMEN REMBANG JADI YANG TERBAIK

    news / 10 February 2015

    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo punya mimpi tentang pabrik semen di Rembang yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Mantan anggota DPR RI ini berharap semen Rembang kelak jadi yang terbaik sehingga ada best practices yang bisa dipelajari masyarakat Ganjar membeberkan mimpinya itu saat menerima jajaran direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. ketika audiensi di kantor gubernur Jateng di Semarang, Selasa (20/1).
    “Mimpi saya semen Rembang nanti jadi pabrik terbaik dalam hal pengelolaan,” tandas Ganjar di hadapan rombongan Semen Indonesia yang dipimpin Dirut Suparni. Tampak pula Direktur Engineering & Project Suharto, Direktur Hukum & SDM Gatot Kustyadji, GM CSR Wahjudi Heru, serta Pimpro Pabrik Rembang Heru Indra Widjajanto.
    Sebagaimana diketahui, izin lingkungan pembangunan pabrik semen Rembang yang diterbit- kan gubernur Jateng digugat. Menyikapi masalah tersebut Ganjar meminta direksi SM belajar pada kasus pembangunan pabrik di Tuban. Sempat bermasalah di awal, pun diwarnai konflik dengan warga, pabrik Tuban akhirnya selesai dibangun dan kini telah beroperasi. ”
    Giatkan kampanye positif yang humanistik, seperti kasus di Tuban. Sehingga walaupun sempat ada konflik akhirnya bisa tuntas dengan baik,” tutur pria asal Karanganyar ini, sembari berharap SMI menghindari cara- cara kekerasan.
    Ikhwal gugatan warga di PTUN, Ganjar punya gambaran nanti bakal diterima sebagian. Artinya proyek Rembang tetap berjalan namun dengan beberapa perbaikan di sana-sini.
    “Tentu saja cost-nya akan meningkat, tapi nggak apa-apa karena ujung-ujungnya jadi lebih baik” urainya. Ganjar siap mem-back up seratus persen bila putusan pengadilan nanti memenangkan SMI. Sekarang, ketika berita yang berkembang seputar kasus ini semakin bias, dirinya bersikap lebih hati-hati. Ganjar tidak mau dituding condong pada salah satu pihak. “Saat ini izin sedang digugat, tapi saya akan bertahan dalam konteks pemberi izin. Tapi, di sisi lain saya juga harus mendengarkan suara rakyat,” tandas lulusan Fakultas Hukum UGM ini.
    Dia memersilakan direksi SMI lebih intens mencari pakar berkompeten guna lebih menguatkan legitimasi pabrik di Rembang. Dengan begitu warga memahami manfaat kehadiran pabrik semen di daerahnya. “Cari pakar, dekati satu per satu, dan minta saran yang baik-baik,” tuntas Ganjar. Sebelumnya, di hadapan gubernur Jateng, Dirut SMI Suparni memaparkan proges pembangunan pabrik di Rembang. Pabrik yang menempati lima desa di dua kecamatan itu direncakan kelar akhir 2016 mendatang.
    “Mohon doanya saja, proyek fisik kami rencanakan selesai akhir 2016. Perkiraan mulai operasi awal 2017,” ungkapnya.
    Posisi sekarang ini procurement (pengadaan) sudah mencapai 14,31 persen, engineering 70,46 persen, dan construction 3,60 persen. Diingatkan Suparni, merujuk pertumbuhan permintaan semen nasional sebesar 6 persen per tahun, dalam dua tahun ke depan Indonesia masih akan impor. Fakta ini menumbuhkan penyadaran perlunya dibangun pabrik semen yang baru.
    “Saat ini kami menguasai 44 persen pasar semen nasional, sedangkan 56 persen lainnya dikuasai swasta. Tiga di antaranya perusahaan asing,” jelasnya. (lin/znl)

    Facebook Comments

    Leave a reply