0800 1088888  EN

    MEMPERLUAS LANGKAH di VIETNAM UTARA

    news / 22 April 2015

    Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Semen Indonesia di Balai Kartini Jakarta, Kamis (16/4),memutuskan sederet keputusan strategis. Salah satunya pengumuman lagkah perusahaan untuk melakukan sederet ekspansi di dalam negeri maupun kawasan regional. Di area Regional, perseroan mengumumkan langkah untuk memperluas angkah di Vietnam. “Saat ini, kita terus mematangkan rencana ekspansi di sana. Semoga dalam waktu dekat ini sudah bisa di lakukan eksekusi,” terang Dirut SMI Ir Suparni.

    Langkah Ekspansi itu dnegan mengakuisisi perusahaan semen yang ada di sana. Pola ini, sama persis saat mangambil alih TLCC pada 2012 lalu. Untuk ini, perseroan telah menyiapkan dana maksmum sebesar Rp 2,2 triliun. Angka ini setara dengan20 persen dari alokasi dari total belanja modal yang sebesar Rp 7 Triliun- Rp 11 triliun.

    Direktur Keuangan Semen Indonesia Ahyanizzaman mengatakan perseroan menganggrakan belanja modal (capital expenditure/capex) ahun ini senilai Rp 7 triliun-Rp 11 triliun Sebanyak 50%-70% dari kebutuhan belanja modal akan diperoleh dari pendanaan eksternal.

    “Belanja modal tersebut masuk daan akuisisi perusahaan di Vietnam. Kami perkirakan di bawah 20% dari total capex untuk akuisisi,” ungkapnya.

    Dia mengatakan akuisisi perusahaan pabrik Semen diVietnam sudah dalam tahap finalisasi. Di perkirakan, proses akuisisi akan rampung pada semester I tahun ini atau paling lambat apada semester II/2015.

    Langkah akuisisi ini merupakan aksi pencaplokan yang kedua, setelah sebelumnya perseroan mengakuisisi Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC)  pada 2012 sialm. Nilai akuisisi 70% saham saat itu mencapai Rp 1,5 triliun sebagai bagian dari ekspansi regional perusahaan BUMN ini.

    Untuk TLCC, Semen Indonesia telah menyiapkan rencana tersendiri. Yakni dengan meningkatkan kapasitas produksi TLCC melalui pembangunan pabrik baru berkapasitas 1,5 juta ton per tahun dengan investasi Rp 2,5 triliun-Rp 3 triliun. Perseroan menggenjot kapasitas produksi TLCC hingga 4 juta ton per tahun.

    Saat ini,kapasitas produksi TLCC mencapai 2,2 juta ton per tahun dengan market share sebesar 3% di Vietnam, naik dari sebelumnya 2,7%. Pertumbuhan penjualan Semen di Vietnam pada kuartal I/2015 masih lesu mencapai 2% secara tahunan. Pabrik TLCC di peruntukkan bagi ekspor ke Singapura, filiphina, Kamboja dan Negara –Negara ASEAN.

    Sebesar 1,8 juta ton Semen yang di produksi di TLCC untuk kebutuhan ekspor, sisanya sebanyak 400.000 ton untuk kebutuhan domestic Vietnam.

     

    BAGI DIVIDEN RP 2,2 TRILIUN

    RUPS juga memutuskan pembagian dividen pada pemegang saham sebesar Rp 2,2 triliun. Angka ini setara 40 persen dari laba bersih tahun buku 2014. Pemegang saham juga memutuskan sebesar 60 persen sisa laba bersih atau sekitar Rp 3,3 triliun digunakan untuk laba di tahan. Emiten berkode saham SMGR ini, selama ini membagikan rasio dividen antara 45%-55% dari laba bersih. Tahun lalu, perseroan membagikan dividen sebesar 45% dari laba bersih tahun lalu Rp 5,37 triliun.

    Pemegang saham memutuskan membagikan dividen tahun buku 2013 sebesar Rp 2,41 triliun atau sebesar Rp 407,2 per lembar saham. Denagn demikian, tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) dividen yang dibagikan dalam enam tahun terakhir mencapai 38,8%.

    Pendapatan Semen Indonesia pada tahun lalu mencapai Rp 26,98 triliun, tumbuh 10,1% dari periode sebelumnya Rp 24,5 triliun. EBITDA sebesar Rp 8,3 triliun, lebih tinggi dari sebelumnya Rp 8,09 triliun.

    Adapun, laba usaha yang di raup SMGR pada tahun lalu tumbuh 1,3% menjadi Rp 7,15 triliun dari Rp 7,06 triliun. Sementara itu, laba bersih yang berhasil di raih mencapai Rp 5,56 triliun, lebih tinggi 3,6% dari tahun sebelumnya Rp 5,37 triliun.

    Facebook Comments

    Leave a reply