0800 1088888  EN

    Memperjelas Perang Menyongsong Visi 2030

    news / 2 November 2014

    Terbesar dan menguasai pasar tak boleh membuat Semen Indonesia terlena. Langkah inovatif dan memperkuat sinergitas harus terus dilakukan tanpa henti. Ini juga sebagai upaya untuk merealisasikan Visi 2030 yang dicanangkan perseroan. Demikianlah salah satu pesan penting yang ditekankan Direktur Utama Dwi Soetjipto saat ramah tarnah dengan jajaran BOD, pimpinan anak perusahaan dan karyawan eselon satu di loby Gedung Utama Semen Indonesia Rabu (22/10) malam.

    Dalam ramah tamah yang juga dihadiri perwakilan konsulat Jepang tersebut, Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia ini mengingatkan pentingnya memperjelas peran Operational Company (OpCo) dan Holding Company dalam menyongsong visi 2030 yakni menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Asia Tenggara.

    Menurutnya, peran OpCo adalah menciptakan produktifitas dan efisiensi setinggi-tingginya. Sedangkan Holding berperan dalam bisnis development. Untuk itu, dibutuhkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang tinggi khususnya dibidang evaluasi. Ini untuk memperkuat dan mempertajam akurasi forecasting sehingga forecast error dapat diminimalkan. “Dalam pengembangan bisnis itu kalau forecastingnya tidak kuat maka sama saja menggali kuburan sendiri,” jelasnya.

    Selain itu, investment management dalam pengembangan bisnis harus Iebih detail sebelum rencana investasi dijalankan. Tujuannya meminimalisir risiko dalam project management. Di sisi lain, financial management harus dapat mengelola biaya produksi serendah mungkin. Setelah manajemen tersebut dapat dimaksimalkan, kedepan diharapkan semua asset yang dimiliki Semen Indonesia dapat dimaksimalkan. Selain itu, anak perusahaan Semen Indonesia kedepan harus dapat Iebih berkembang dengan terus berinovasi. Sehingga diharapkan revenue total Semen Indonesia hanya 50 persen yang berasal dari usaha persemenan, sementara sisanya dan anak perusahaan non semen.

    Dirut juga mendorong optimalisasi Semen Indonesia Center of CHAMPS. Center of research diharapkan dapat menggalakan research melalui diskusi dengan lembaga research dan perguruan tinggi. Sementara Center of Engineering juga diharapkan dapat lebih optimal. “Research harus digalakkan melalui FGD dengan lembaga research dan perguruan tinggi untuk menentukan research apa yang akan kita lakukan dalam lima tahun kedepan,” ungkap dirut.

    Sebagai perusahaan yang mulai bertransformasi menjadi perusahaan multinasional, ke depan Semen Indonesia diharapkan tidak hanya menjual produk semen namun juga menjual engineering, hasil research dan SDM. SDM Semen Indonesia diharapkan berani tampil dalam seminar dengan membawa paper, sehingga dapat meningkatkan nilai jual SDM Semen Indonesia. Dengan demikian dipastikan po tensi Semen Indonesia akan terus berkembang. (bwo)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply