0800 1088888  EN

    MEA BERLAKU, AHLI BETON HARUS BERSERTIFIKAT

    news / 15 Februari 2016

    320e8a6faf2ed57a99510f6bfee73055

    Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membuat persaingan dunia usaha semakin ketat, termasuk sumber daya manusia (SDM). Karena itu, agar bisa bersaing di tingkat global, para ahli beton di Indonesia harus meningkatkan kompetensi dan menggenggam sertifikat. “Sebagai BUMN yang memproduksi semen, kami ikut bertanggung jawab meningkatkan kemampuan bapak-bapak. Sebab, kualitas pembangunan fisik di Indonesia tergantung pada kualitas para ahli beton,” tutur Kepala Biro Perencanaan Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Semen Indonesia, Gathut Wicaksono saat memberikan sambutan dalam ‘Pelatihan dan Sertifikasi Teknologi Beton dalam Industri Readymix 2016’ di Gedung LPPM Teknik Kelautan, ITS Surabaya, Senin (15/2/2016) Pelatihan batch 2 ini diikuti 30 peserta dari 18 perusahaan ready mix di Jatim, Jateng, DI Jogjakarta, Jabar dan DKI Jakarta. Para kepala laboratorium beton di masing-masing perusahaan itu akan mengikuti pelatihan hingga 19 Februari mendatang, dan pada akhir kegiatan bakal mendapatkan sertifikat. “Karena itu kami tidak mau setengah-setengah dalam memilih pemateri. Mereka adalah para pakar beton dari ITS yang punya reputasi internasional,” sambungnya. Tiga pemateri dimaksud adalah Kepala Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan ITS Ir Faimun MSc PhD bersama dua anggotanya, Ir Aman Subakti MS serta Dr Eng Januarti Jaya Eka Putri ST MT. Menurut Gathut, pelatihan yang di-organize Swabina Gatra Tour and Travel ini merupakan bentuk apresiasi SMI kepada perusahaanperusahaan ready mix yang merupakan konsumen semen curah. “Semen curah mengambil porsi 30 persen dari total penjualan Semen Indonesia. Dan pasar paling besar semen curah adalah perusahaan ready mix,” bebernya. Event ini juga membuktikan SMI tidak hanya berpikir untuk mencari keuntung-an sebanyakbanyaknya, tapi juga terus memberikan value kepada para pelanggan setianya. “Kami akan bekali bapak-bapak dengan knowlegde dan sertifikat agar bisa bersaing dengan pekerja asing.

    Facebook Comments

    Leave a reply