0800 1088888  EN

    Matangkan Strategi, Hadapi Semester II

    Investor, news / 28 April 2018

    [:id]

    Memasuki akhir semester I, jajaran supply chain Semen Indonesia mulai mematangkan strategi untuk menghadapi penjualan di semester ke II tahun ini. Hal ini terlihat dari gelaran workshop supply chain bertajuk ‘Meningkatkan Kinerja & Antisipasi Penjualan di Semester II tahun 2018’ di Ruang Pola Gedung PPS, Jumat (20/4).

    Turut hadir dalam workshop ini, Direktur Marketing & Supply Chain Semen Indonesia Ahyanizzaman, jajaran supply chain Semen Indonesia Grup dan expeditur.

    Workshop yang berlangsung selama 2 hari ini bertujuan untuk menyusun strategi guna mengantisipasi kekurangan supply di masa peak session. Selain itu, juga dibahas inisiatif strategis menurunkan biaya distribusi dan transportasi.

    “Biasanya di semester II permintaan semen cukup tinggi sehingga ini perli diantisipasi,” tutur Ahyanizzaman.

    Langkah antisipasi ini menurutnya penting untuk memastikan pasokan saat permintaan meningkat. “Kita punya pengalaman yang cukup jelek di September tahun lalu. September itu betul-betul terpukul kita. Jadi karena ketidaksiapan armada kita ketinggalan banyak, direbut market share kita, padahal kita bisa menjual sesungguhnya pada waktu itu. Tapi karena aliran barang tidak diantisipasi, ketinggalan kita, direbut cukup banyak bahkan market sharewaktu itu bisa turun hingga 2 persen,” ungkapnya.

    Dikatakannya, Semen Indonesia memiliki infrastruktur dan fasilitas yang lebih dibanding kompetitor. Namun hal tersebut menurutnya tidak ada artinya jika tidak dikelola dengan baik. Bahkan, lanjutnya, hal tersebut dapat menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik.

    Mantan direktur keuangan Semen Indonesia ini mengingatkan jajaran supply chain agar tidak terperangkap masa lalu. “Jika kita terus menggunakan pola pikir yang lalu, maka lama-lama kita akan tertinggal. Karena kompetitor selalu berusaha mencari celah untuk menyalip kita. Bahkan ada kompetitor yang saat ini sudah membeli grinding mill modular, kecil-kecil 11 unit. Sifatnya mobile, jadi kalau mana yang ramai dipindah. Kita tentu juga harus berpikir agar fasilitas dan infrastruktur kita dapat efektif,” bebernya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ahyanizzaman membeber 3 kunci sukses untuk melaksanakan supply chain. “Rencanakan dengan baik alokasi sumberdaya yang kita punya seoptimal mungkin. Kita punya silo, packing plan, grinding plan, armada truk, semua ini harus direncanakan dengan baik,” tandasnya.

    Pria yang pernah menjabat sebagai direktur SDM dan Hukum ini menyebut beberapa kali mendapat informasi banyak gudang distributor kosong. “Ini sebenarnya tinggal pengaturannya saja. Loading rate yang terbatas harus disiasati dengan pengaturan in out yang baik. Kemarin kita dapat order semen untuk 3 tahun sebanyak 3 juta ton. Namun tidak bisa dilayani karena loading rate dari fasilitas kita tidak bisa melayani. Padahal semen kita banyak. Ini harus dicari solusinya,” tandasnya.

    Kedua, lanjutnya, monitor semua infrastruktur yang dimiliki. “Kita punya pusat pengendalian macro. Bagaimana kita melihat gudang yang kosong, kapal bergerak, tapi kalau tidak dimaknai dengan langkah antisipasi maka akan percuma, hingga kita telat. Kita harus merubah pola kerja dan budaya kita agar bisa memenangi persaingan,” kata Ahyanizzaman.

    Terakhir Ahyanizzaman mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pihak terkait untuk mengawal kesuksesan. “Ini kadang sering kita lupakan karena kita terlena dengan masa lalu. Kepedulian dan rasa memiliki harus diperkuat untuk saling mengingatkan guna mendorong kinerja lebih baik. Terus jaga kekompakkan dan soliditas tim serta peduli untuk terus meningkatkan kinerja unggul,” tutupnya. (bwo)

    [:]

    Facebook Comments