0800 1088888  EN

    Mahasiswa TI Ditantang Temukan Pola Distribusi Semen Paling Efisien

    CSR, komunitas, news / 2 March 2018

    [:id]

    Mahasiswa teknik industri (TI) dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia mendapat tantangan riil dari Semen Indonesia. Mereka diminta menemukan pola distribusi semen paling tepat dan efisien ke berbagai wilayah di tanah air. Studi kasus ini menjadi bagian kompetisi INCHALL (Industrial Challenge) 2018 yang digelar ITS Surabaya.

    Kompetisi tahunan ini berhasil menjaring 89 tim peserta dari sejumlah  perguruan tinggi di Indonesia, Thailand, Vietnam dan Turki. Setelah melewati serangkaian tahap seleksi, 15 tim lolos ke babak semifinal dan akhirnya mengerucut jadi 5 tim finalis. Lima tim itu adalah Hellacious (ITB), Soulfusion (UGM), Inlight (ITS), Bluescoop (Universitas Atmajaya) serta Diamond (ITB).

    “Mereka diberi tantangan untuk menyelesaikan persoalan nyata yang terjadi di perusahaan. Tahun ini kita pilih Semen Indonesia sebagai lokasi studi kasus,” terang Ani Maryani ST MT, dosen TI ITS yang mendampingi para finalis berkunjung ke kantor Semen Indonesia, Gresik, Kamis (1/3). Menurut Ani, SMI merupakan korporasi besar dengan proses bisnis nan panjang. Karena itu persoalan yang muncul tentu banyak dan kompleks.
     
    Situasi ini pas untuk mengasah kemampuan mahasiswa TI sebelum mereka kelak terjun ke dunia kerja. Ani menganalisis, problem paling rumit yang dihadapi perusahaan semen adalah distribusi. “Sebab barangnya berat, besar, dan harus dikirim ke berbagai pelosok tanah air. Kirim semen ke Aceh kan tidak mungkin dari Gresik atau Tuban, biayanya terlalu mahal,” sambungnya.
     
    Cara yang ditempuh Semen Indonesia adalah mengirim semen dalam bentuk curah. Untuk itu perusahaan membangun grinding plant dan packing plant di berbagai daerah. “Jadi nanti semennya tinggal dikantongi di tempat tujuan,” cetusnya.
     
    Nah, terang Ani, para finalis INCHALL tahun ini diminta mencari pola distribusi semen paling tepat dan efisien ke 34 provinsi di Indonesia. “Semen Indonesia cuma punya 4 integrated plant. Jadi mereka harus membangun grinding plant dan packing plant di mana saja? Ini yang harus dijawab oleh finalis INCHALL,” ujar Ani seraya menambahkan, kompetisi akademik ini menyediakan total hadiah 3.500 US dolar AS.
     
    Sebelumnya rombongan finalis INCHALL telah berdiskusi dengan manajemen Semen Indonesia yang antara lain diwakili Firdiansyah Oktarizky (Corporate Activity Officer), Nicko Rizaldy Imron (Jr Supply Chain Development Officer), Arief Setiawan (Senior Business Development Officer) dan Angga Adiperdana (Senior Enterprise Risk Management Officer).
     

    “Tahun 2018 ini ada 15 pemain semen existing di Indonesia, dengan kapasitas desain pabrik sebesar 163 juta ton per tahun. Namun total kapasitas produksi nasional baru sekitar 74 juta ton, sehingga masih ada space untuk meningkatkan produksi. Sengaja produksi tidak dioptimalkan mengingat pasar domestik masih mengalami oversupply,” terang Firdiansyah Oktarizky memaparkan overview industri semen nasional. (lin)

    Smile.semenindonesia.com[:]

    Facebook Comments