0800 1088888  EN

    LAUNCHING BUKU ROAD TO SEMEN INDONESIA

    news / 3 February 2014

    b88ec2465fbca683703df3410aa40e88

    Launching Buku Road To Semen Indonesia mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para stakeholders. Launching Buku tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Februari 2014 di Balai Kartini Jakarta. Hadir sebagai pembahas buku adalah Dahlan Iskan Menteri BUMN, Sugiharto Mantan Menteri BUMN 2004-2007, Mahendra Siregar Kepala BKPM/Komisaris Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Rudiantara CEO Bukit Asam Transpacific Railway, Johan Samudra CEO Thang Long Cement Vietnam, Sunari Prionomurti CFO PT Semen Gresik, Benny Wendry Direktur Pemasaran PT Semen Padang, Budi Soetjipto Dosen Senior Universitas Indonesia dan Agus Pambagio Pengamat Kebijakan Publik. Launching Buku dihadiri lebih dari 250 undangan dari berbagai kalangan, antara lain pimpinan perusahaan BUMN, BUMS, Perwakilan Perguruan Tinggi serta keluarga besar Semen Indonesia Group.

    Untuk menyelaraskan isi buku dengan beberapa kegiatan utama yang mendukung kinerja perusahaan, maka pada launching buku tersebut digelar pameran Inovasi, Center of Engineering dan CSR Semen Indonesia, yang merupakan kekuatan perusahaan untuk terus dapat bersaing ditengah kompetisi industri semen yang semakin ketat dan dalam rangka mewujudkan Visi kedepan sebagai “World Class Engineering Company“.

    Menteri BUMN memberikan apresiasi atas kemajuan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan secara khusus kepada Direktur Utama agar mampu menjadi pengajar yang baik dengan menularkan keberhasilan perusahaan ini kepada masyarakat luas.

     

    Resensi Buku Road To Semen Indonesia

    Penulis            :  Dwi Soetjipto
    Terbit               :  Februari 2014
    Format             :  xiii+318 hlm.; 15cm x 23cm
    Penerbit           :  Penerbit Buku Kompas
    Bahasa            :  Indonesia

    Buku ini ditulis dengan alur bertutur, mengisahkan apa yang dilakukan penulis (Dwi Soetjipto/DS) selama memimpin BUMN Semen Indonesia. Berbagai kisah konflik, tantangan memperbaiki kinerja perusahaan, menyatukan berbagai perbedaan, mengawal proses transformasi, hingga upaya pencapaian visi menuju BUMN yang dipimpinnya menjadi ‘world class engineering company’.

    Selain bercerita, buku ini sarat dengan tulisan bernuansa knowledge serta strategic management, diselingi dengan data statistik, sehingga layak bila dijadikan karya ilmiah  untuk dipergunakan sebagai kajian utama dalam diskusi atau seminar.

    Menarik dalam buku ini, DS mengajak pembaca untuk menilai perjalanan hidupnya memimpin sebuah perusahaan. Ia seolah memberi pesan tidak langsung, bahwa seorang pimpinan, tidak bisa hanya sekadar duduk di kursi nyaman dan hangat, namun harus berani menanggung risiko atas jabatan yang dipegang. Kasus di Semen Padang yang bergejolak, menjadikan tantangan  bagi DS untuk mencoba berbagai macam strategi agar roda manajemen perusahaan bisa bergulir dan kembali berproduksi. Ia tak patah arang meski dicaci maki dan ditolak oleh Serikat Pekerja. Ia berjuang dari tempat pengasingan karena yakin langkahnya benar.

    Berhasil membalikkan kondisi perusahaan dari terpuruk menjadi untung di Semen Padang, mengantarkannya ke tantangan lebih besar, memimpin Semen Gresik Grup.  Ia mulai menjalankan strategi transformasi.  Berbagai persoalan ia identifikasi:  resistensi karyawan, konsolidasi operasional, corporate culture, dan persoalan-persoalan lain.   Satu persatu persoalan diselesaikan  jajaran manajemen di bawah kendali DS. Ia Menghasilkan banyak keputusan strategis dan dapat menggerakkan roda produksi serta sinergitas holding Semen Indonesia.

    Dalam buku ini, DS seakan mengajak pembaca untuk mengerti dan membayangkan serta menjadi pelaku seandainya pembaca menjadi salah satu manajemen di  Semen Indonesia. DS menulis strategi tersebut dengan alur cerita yang menawan seakan-akan pembaca juga bisa melakukan hal yang sama jika duduk di kursi yang ditempati oleh DS.

    Kunci sukses yang berulangkali disebutnya dalam buku ini adalah  sinergi. Sinergi dengan tim yang dibentuk, serta sinergi dengan tim lain yang mendukung atau bekerja bersama-sama. DS juga menyelipkan teori-teori manajemen yang biasa dipergunakan untuk melakukan analisa atau tindakan dalam  pengambilan keputusan. Analisa tersebut didukung dengan alur pengambilan keputusan dan data yang sangat akurat, sehingga pembaca serasa diajak untuk berpikir dan merenungkan langkah-langkah strategis DS dalam menjalankan roda manajemen.

    Selain sinergi, DS memberikan penekanan yang sangat penting pada  kata  inovasi. Dalam buku ini diulas sangat cermat dan cerdas, bagaimana dua kata tersebut (sinergi dan inovasi)  melakoni perjalanan DS baik dalam keseharian dan keberlangsungan perusahaan ke depan. Beberapa kasus dan analisa strategis dilakukan berdasarkan dua kata tersebut, seakan-akan DS mengajak pembaca untuk menyetujui bahwa perusahaan dapat berjalan dengan baik menggunakan kata sinergi dan inovasi. Dan DS berhasil mewujudkan hal tersebut, konflik menurun, produksi meningkat, dan angka finansial bergerak semakin positif.

    Kata inovasi dimunculkan oleh DS parallel dengan sustainable dan continuously di perusahaan. Secara logika perusahaan harus sustain dan continuos, maka resep untuk itu adalah inovasi, tanpa inovasi maka perusahaan hanya akan menjadi barang tua yang teronggok dan diam di tempat. Salah satu implementasi inovasi adalah upaya mempersiapkan  best people yang diwujudkan melalui pembentukan Semen Indonesia Center of The Champs (SICC) dengan tiga komponen institusi dalam SICC, yakni Center of Dynamic Learning, Center of Knowledge Management, dan School of Engineering & Management. Sementara peningkatan kinerja unggul diwujudkan melalui dua komponen institusi yakni Center of Technology Research serta Training and Consulting Services. Semen Indonesia saat ini sudah memiliki institusi pendidikan yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Management Semen Indonesia (STIMSI).

    Satu hal yang perlu dicatat dari inovasi adalah alat utama mendukung implementasi kebijakan perusahaan serta menjaga competitiveness perusahaan.  Alhasil, buku ini sangat bagus untuk jadi bahan kajian dalam melakukan sinergitas pembentukan holding company. DS tidak hanya membuktikan bahwa perbedaan antar perusahaan dapat diselesaikan, namun juga menjadi satu langkah bersama dalam mewujudkan peningkatan produktivitas perusahaan.

     

    ISI BUKU

    Bab I  menyampaikan secara singkat sejarah pendirian perusahaan yang dilanjutkan beberapa aksi korporasi yang berupa keputusan untuk melakukan IPO, right issue dan dilanjutkan dengan shareholder action yaitu penggabungan 3 perusahaan dan privatisasi. Aksi yang terakhir ini menimbulkan tuntutan spin-off.

    Bab II dengan judul “Berawal dari Pengasingan   bercerita mengenai, tuntutan spin-off yang berkepanjangan berujung pada laporan keuangan berpredikat adverse karena Semen Padang memboikot pengiriman laporan keuangannya. Kondisi ini  menyebabkan pemegang saham memutuskan untuk melaksanakan RUPSLB dengan keputusan merombak seluruh jajaran direksi, dan menunjuk Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama Semen Padang.

    Keputusan RUPSLB ini tidak mengakhiri konflik yang ada, bahkan tambah meruncing, manajemen baru ditolak masuk ke perusahaan dan untuk sementara waktu mengendalikan perusahaan dari Hotel Pangeran di Kota Padang. Perjuangan untuk bisa masuk ke perusahaan dan mendapatkan pengakuan dikisahkan dalam bab ini sampai akhirnya manajemen baru bisa masuk dan mulai berbenah, bekerja keras menata perusahaan yang kinerjanya merosot akibat didera konflik yang berkepanjangan

    Bab III dengan judul Konsolidasi”. Bab ini akan dibuka dengan pertanyaan Bapak Sugiharto yang saat itu sebagai Menteri BUMN untuk membenahi Semen Gresik Grup. Sejak saat itu tekad untuk menjalankan sinergi dan konsolidasi terus dikobarkan walaupun harus bekerja sendirian, Lone Ranger. Berbagai cara  dilakukan Dwi Soetjipto agar sinergi dapat berjalan dengan baik, mulai dari pembentukan agen perubahan sampai blusukan agar diterima semua kalangan. Beberapa kisah tentang transformasi korporasi disampaikan dalam bab ini sebagai contoh.

    Bab IV  bercerita tentang “Kunci Sukses Sinergi”. Diperlukan keyakinan yang kuat bahwa sinergi bisa berjalan dan memberikan dampak positif. Indikator-indikator kunci sebagai dampak sinergi mulai terlihat tumbuh dengan signifikan, pemberian bonus agar semua kalangan bersinergi cukup ampuh memperlancar proses ini berjalan dengan baik. Pada bab ini, dipaparkan faktor-faktor yang menyebabkan sinergi tidak berjalan

    Bab V berjudul “Inovasi atau Mati”. Bagian ini dimulai dari kisah Kodak yang bangkrut karena gagal berinovasi. Menyadari pentingnya inovasi, Semen Indonesia Group (SMIG) mulai melakukan pembentukan budaya inovasi melalui pemberian penghargaan Semen Gresik Award on Innovation kepada para inovator terbaik dilanjutkan dengan mengeksplorasi Manajemen Inovasi Semen Indonesia. Program debottlenecking untuk peningkatan kapasitas produksi, pemanfaatan gas buang untuk pembangkit listrik (WHRPG), pembangunan pabrik semen secara swakelola dan pemanfaatan sampah kota untuk bahan bakar alternatif melalui proyek Refuse Derived Fuel (RDF) merupakan contoh dari inovasi-inovasi yang telah dilakukan.

    Bab VI dengan judul “Rumah Besar Itu, Semen Indonesia” didahului dengan pemaparan rencana besar Semen Indonesia untuk menjadi pemain kelas dunia. Untuk menuju ke sana, transformasi korporasi menjadi suatu keharusan. Secara rinci disampaikan tahapan-tahapan untuk menjadi Semen Indonesia berikut kinerja yang telah dicapai selama proses transformasi tersebut. Pada bab ini, dipaparkan kisah sukses transformasi di IBM serta menyampaikan pula pendorong mengapa transformasi perlu dilakukan dan juga mengenai ciri-ciri pemimpin yang membawa kesuksesan transformasi.

    Bab VII dengan judul “Berbenah untuk Menjadi Yang Terbaik” akan bercerita tentang mengapa Semen Indonesia harus terus melakukan perubahan. Diawali dengan peringatan bahaya berada pada zona nyaman, di saat kondisi eksternal dan internal yang menantang. Indonesia menjadi tujuan investor karena telah berada pada peringkat investment grade dan daya saing yang terus meningkat, sehingga menjadi pemain regional merupakan keharusan. Langkah pertama diwujudkan melalui akuisisi perusahaan semen Vietnam, Thang Long Cement. Dengan semangat tidak puas hanya menjadi GOOD tetapi harus GREAT, Semen Indonesia terus berbenah untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan keunggulan daya saing dengan menerapkan 6 langkah untuk menjadi GREAT.

    Buku ini diakhiri Bab VIII dengan judul “Menuju Kejayaan Semen Indonesia”. Sebagai bab penutup dipaparkan strategi besar Semen Indonesia untuk menjadi World Class Engineering Company. Melalui budaya inovasi yang diusung Semen Indonesia dan kemudian dibentuknya pusat keunggulan melalui wadah Semen Indonesia Center of The Champs. Secara detail disampaikan rencana pembentukan Center of Engineering untuk menuju World Class Engineering Company yang akan didukung oleh kemampuan eksekusi dari pemimpin maupun karyawan perusahaan.

    Facebook Comments

    Leave a reply