0800 1088888  EN

    Laba Bersih Semen Indonesia Rp 4,4 Triliun

    news / 14 Januari 2013

    PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) memperkirakan realisasi laba bersih senilai Rp 4,4 triliun pada 2012 atau bertumbuh berkisar 13% dibandingkan periode sebelumnya Rp 3,92 triliun.

    “Kami memperkirakan laba bersih tahun lalu bisa bertumbuh sekitar 11%-13% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, namun kapasitasnya mengunggu audit final laporan perseroan tahun lalu,” ujar Direktur Keuangan Semen Indonesia Ahyanizaaman di Jakarta, pekan lalu.Peningkatan laba bersih perseroan, menurut dia, didukung atas keberhasilan dalam meningkatkan volume penjualan sebesar 18% menjadi 22,6 juta. Volume penjualan ini di perkirakan merepresentasikan pertumbuhan pendapatan berkisar 12-15% menjadi Rp 18,82 triliun pada 2012.

    Sedangkan laba usaha diharapkan bertumbuh menjadi Rp 5,47-5,62 triliun atau meningkat berkisar 12-15% dibandingkan realisasi tahun 2011.”Level pertumbuhan laba usaha lebih tinggi dibanding laba bersih akibat peningkatan beban bunga pinjaman untuk proyek di Padang dan Tonasa,” ujar dia.

    Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto sebelumnya mengatakan, pertumbuhan produksi dan penjualan semen selama 2012 merupakan rekor baru perseroan. Semen Indonesia dulunya dikenal dengan Semen Gresik tersebut mengharapkan pertumbuhan produksi dan penjualan berlanjut pada 2013.

    Pertumbuhan semen perseroan bakal didukung tambahan produksi dari pabrik Tuban IV, pabrik baru Tonasa V, dan pabrik di Vietnam. “Pabrik Tuban IV mulai berproduksi pada pertengahan 2012. Tahun ini, pabrik tersebut akan berkontribusi lebih besar. Kemudian tabrik Tonasa V yang saat ini sedang commisioning akan mulai berproduksi pada tahun 2013, “ tutur dia.

    Seemn Gresik juga bakal mendapat tambahan produksi dari pabrik Thang Long Cement di Vietnam. Produksi semen perusahaan yang baru diakuisisi itu akan ditingkatkan dari 1,8 juta ton menjadi 2,3 juta ton atau sesuai kapasitas terpasang. Dengan demikian, total produksi perseroan bakal mencapai 28,3 juta ton. Pabrik di Indonesia mengontribusi sebanyak 26 juta ton, sedangkan di Veitnam sebanyak 2,3 juta ton.

    Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US $ 400 juta untuk membiayai transformasi perusahaan dan mengembangkan proyek. Perseroan akan terus melanjutkan proses transformasi menuju perusahhan holding semen. Selain itu, Manajemen Semen Indonesia juga akan melanjutkan tahapan penyesuaian dan integrasi Thang Long.

    Penyesuaian integrasi administrasi tersebut diharapkan selesai dalam kurun waktu enam bulan.”Apabila seluruh tahapan integrasi administrasi dan sistem IT selesai, kami berencana melanjutkan ekspansi regional, yakni di Myanmar. Perseroan juga akan melanjutkan ekspansi dalam negeri, seperti pembangunan dua pabrik di Rembang dan Padang,” kata dwi.

    Bertumbuh
    Sementara itu, analis CIMB Securities Lydia Toisuta mengatakan, permintaan semen dalam negeri di prediksi tetap bertumbuh dengan kisaran 10-11% sepanjang 2013. Kenaikan permintaan di topang peningkatan bisnis properti dan pesatnya pengembangan infrastruktur.

    “Kami memperkirakan volume konsumsi semen nasional tahun ini sebanyak 60 juta ton dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 4,9,8 juta ton. Peningkatan permintaan sejalan dengan estimasi pertumbuhan GDP nasional, “ ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

    Tingginya permintaan, menurut dia, mendorong produsen semen untuk memperbesar investasi di Indonesia. Total investasi diproyeksikan meningkat menjadi US $ 3,84 miliar tahun ini. Peningkatan investasi dipengaruhi  faktor tingkat konsumsi semen nasional masih terendah dibandingkan negara lainnya, tren pertumbuhan proyek infrastruktur pemerintah, dan tingkat keuntungan yang ditawarkan bisnis ini relatif tinggi.

    Permintaan permintaan semen nasional ditambah agresifnya usah perseroan untuk menaikkan volume produksi mendorong CIMB Securities menaikkan estimasi terget saham SMGR menjadi Rp 20.000 persaham dengan rekomendasi outperform. (efi)

    Facebook Comments

    Leave a reply