0800 1088888  EN

    KUASAI MARKET SHARE 72,5 PERSEN DI JATIM, SEMEN INDONESIA BELUM TERKALAHKAN

    news / 11 September 2013

    Posisi Semen Indonesia di pasar Jawa Timur masih leading dan belum terkalahkan. Dalam penguasaan pangsa pasar selama Januari-Juli 2013, Semen Indonesia menguasai market share 72,5 persen dari total penjualan 4,13 juta ton semua merek.

    Kontribusi terbesar dari total penjualan sebanyak itu, berasal dari penjualan semen bag.

    Kepala Departemen Penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SI) Ketut Arsha Putra mengatakan, sebagai antisipasi meningkatnya penjualan semen bag di Jatim, Semen Indonesia pada awal semester kedua 2013 telah mengoperasikan fasilitas penggilingan baru di Pabrik Semen Tuban IV, dengan kapasitas 1,5 juta ton untuk mengatasi kekurangan pasokan. “Dengan begitu, pelanggan atau peritel tidak perlu khawatir tentang jaminan pasokan semen,” ujarnya, Jumat (6/9).

    Hingga semester pertama 2013, produsen semen dengan kode emiten SMGR itu, juga mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif. Laba bersih tercatat Rp 2,58 triliun atau meningkat 22,9 persen dari periode yang sama tahun 2012.

    Pertumbuhan laba bersih Semen Indonesia sejalan dengan pencapaian pendapatan yang tercatat sebesar Rp 11,4 trilliun atau meningkat 31,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 8,6 trilliun.

    Pendapatan tersebut, didukung oleh total volume penjualan semen yang tercatat sebesar 12,23 juta ton atau meningkat 18,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 10,32 juta ton, yang terdiri dari volume penjualan dalam negeri sebesar 12,14 juta ton. Penjualan ekspor sebesar 0,09 juta ton.

    Khusus di daerah Mataraman Jatim atau wilayah penjualan IV, Semen Indonesia sudah menembus angka 550.357 ton, sampai Agustus 2013.

    Kepala Departemen Pengembangan Pemasaran SI, Rudi Hartono menuturkan, untuk mem-maintenance penjualan semen di wilayah IV, pihaknya secara intens terus menggandeng para pelanggan (peritel) semen merk Semen Gresik di berbagai wilayah. “Kami aktif menggelar beragam aktivitas untuk menjaga loyalitas pelanggan atau peritel kepada produk-produk Semen Indonesia,” katanya di sela acara temu pelanggan di Kediri, Rabu (4/09).

    Alasan me-maintenance pelanggan, tidak lain agar tidak lengah. Pasalnya, di pasar domestik Semen Indonesia sebagai pemimpin pasar di industri semen. “Kami tidak boleh lengah. Kami tidak hanya berorientasi pada produk semen yang bagus (product-centric), tetapi sudah mengarah kepada bagaimana kita membuat  pelanggan merasa nyaman dan selalu terpuaskan (customer-centric). Itu kunci kami bisa terus mempertahankan penguasaan pasar di industri semen nasional yang semakin kompetitif,” tuturnya.

    Rudi menambahkan, strategi membangun relationship jangka panjang dengan pelanggan dinilai memiliki peran penting untuk menjamin distribusi produk Semen Indonesia hingga sampai ke masyarakat.

    “Ada empat tujuan dalam aktivitas menjaga loyalitas pelanggan. Pertama, menanamkan kepercayaan. Kedua, memperkuat kemitraan. Ketiga, membangun rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Semen Indonesia. Keempat transaksi yang terus berulang,” tambahnya.

    Selain merangkul para pelanggan/peritel, Semen Indonesia juga menggandeng para tenaga kerja konstruksi yang merupakan pemakai langsung dari produk semen. Ahli/tukang bangunan tersebut dilatih dan disertifikasi dengan fasilitas dari Semen Indonesia.

    “Khusus tukang bangunan adalah salah satu ujung tombak pencipta kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) yang akan sangat berguna dalam proses pemberian rekomendasi pembelian semen. Hingga 2012, total tenaga konstruksi yang dibina perseroan mencapai 10.562 orang dari berbagai daerah,” pungkasnya.

    Facebook Comments

    Leave a reply