0800 1088888  EN

    (English) Kredit Rp 1,5 T untuk 11 Anak Usaha

    news / 19 December 2016

    [:en]Perkembangan bisnis anakanak usaha Semen Indonesia Group diharapkan bakal lebih kencang lagi menyusul segera cairnya kredit modal kerja dari Bank CIMB Niaga. Perjanjian joint borrower antara SMI dan CIMB Niaga telah diteken di kantor SMI, The East Building, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (15/12).

    Momen penting itu dihadiri sejumlah pejabat penting kedua belah pihak. Dari SMI tampak Direktur Utama Rizkan Chandra, Direktur SDM dan Hukum Ahyanizzaman, Direktur Keuangan Darmawan Junaidi, Direktur Pemasaran dan Supply Chain Aunur Rosyidi, Direktur PUSB Budi Siswoyo, juga para direktur anak usaha yang akan menandatangani perjanjian.

    Sedangkan Presdir CIMB Niaga Tigor M Siahaan pada kesempatan itu mengajak dua direksinya, Rusli Johannes dan Frans Rahardja Alimhamzah. Kredit dengan nilai total Rp 1,5 triliun dari bank yang berdiri tahun 1955 tersebut akan dikucurkan untuk 11 anak usaha SMI Group.

    Ke-11 anak perusahaan itu antara lain PT KSI, PT SGG Energi Prima, PT SI Beton, PT SISI, PT Varia Usaha, PT Swadaya Graha, PT UTSG, PT KISG, dan PT IKSG.

    Dirut SMI Rizkan Chandra mengucap syukur atas ditandatanganinya joint borrower dengan CIMB Niaga. Pinjaman modal kerja itu diharapkan bisa mendukung kinerja anak-anak usaha, dan pada gilirannya bisa meningkatkan kinerja perseoran.

    “Apalagi Semen Indonesia bukan lagi hanya menjadi perusahaan semen, tapi nanti akan mempunyai beberapa portofolio yang baru. Nanti nama-nama anak perusahaan akan kami standarkan, ada SIB Beton, SMI Logistik, SMI Energi, SMI Internasional, SMI Building Material, dan lainnya.

    Terima kasih atas kerja sama ini, semoga SMI dan CIMB Niaga sama-sama mendapatkan value untuk meningkatkan kinerja masing-masing,” tuturnya.

    Presdir CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengaku excited bisa menjalin kerja sama dengan SMI yang reputasinya sudah tidak perlu diragukan lagi. “Ini pertama kali kami ke sini, dan semoga bukan yang terakhir. Kami bangga kerja sama dengan SMI, karena memang sudah lami kami tunggutunggu,” ujarnya.

    Direktur Keuangan SMI Darmawan Junaidi lebih jauh menjelaskan, penambahan modal usaha bagi anak-anak usaha itu menjadi bagian dari strategi untuk mempertahama bisnis SMI secara grup.  Sebab SMI tidak ingin hanya menjadi leader di cement producer, tapi mesti berjaya juga di cement business. “Artinya kita tidak hanya memajukan perusahaan semen, tapi anak-anak perusahaan pendukung semen juga harus digenjot.

    Selama ini dirasakan ada kendala untuk meningkatkan akses anak usaha terhadap lembaga keuangan, terutama bank. Ini ada produk yang memungkinkan dari CIMB Niaga, dengan bunga sangat kompetitif. Posisi SMI di mata perbankan sangat bagus, makanya bertindak sebagai pen jamin,” terangnya.

    Pencairan kredit modal kerja ini, sambung Darmawan, sejalan dengan program perusahaan ke depan. Tahun 2017, kontribusi anak-anak usaha diharapkan semakin besar guna mendukung peningkatkan kinerja induk.

    “Harapan kami tahun depan bisnis anak-anak usaha bisa tumbuh 5 sampai 10 kali. Sebab, adanya kredit modal kerja ini membuat mereka sudah siap berlari,” tandas Darmawan sembari menambahkan, alokasi kredit senilai Rp 1,5 triliun itu sesuai kebutuhan dan kemampuan masingmasing anak usaha. (lin/znl)[:]

    Facebook Comments