0800 1088888  EN

    KONSUMSI SEMEN: Kuartal I Masih Sesuai Ekspektasi

    news / 12 April 2013

    Konsumsi semen sepanjang kuartal I masih sesuai ekspektasi, yaitu mencapai 22% dari target konsumsi akhir tahun sekitar 61 juta ton. Dari data yang dirilis Asosiasi Semen Indonesia, konsumsi semen secara total pada kuartal I menunjukan pertumbuhan sekitar 8% menjadi 13,6 juta ton dari periode yang sama tahun lalu 12,6 juta ton.

    Pertumbuhan di pasar domestik masih dipacu oleh konsumsi di Jawa dengan kenaikan 10,2% dari 6,73 juta menjadi 7,42 juta ton. Sementara di luar Jawa, kenaikan kosumsi tercatat sebesar 6,6% dari 5,7 juta menjadi 6,15 juta.

    Namun pada Maret 2013, pertumbuhan konsumsi semen tercatat melambat dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. Konsumsi semen Maret hanya naik 3,5% dari Maret 2012 menjadi 4,5 juta ton. Kenaikan tersebut tidak sebanding dengan kenaikan konsumsi pada Febuari dan Januari yang mencapai 8,1% dan 14,%.

    Menurut Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Widodo Santoso, kecilnya pertumbuhan konsumsi semen pada Maret disebabkan oleh proyek-proyek inftastruktur pemerintah yang belum berjalan.

    “Anggaran biasanya belum turun, biasanya pada Mei konsumsi semen terdorong naik signifikan karena proyek pemerintah dimulai,” jelasnya, Kamis (11/4).

    Pada pada kuartal II, ASI berharap konsumsi bisa naik sekitar 9% hingga 10%. “Trennya, kuartal I itu porsinya memang kecil dibandingkan kuartal-kuartal lainnya. Jelang akhir tahun bisa naik lebih tinggi,” sambung Widodo.

    Pihaknya optimistis penjualan semen sepanjang tahun akan sesuai proyeksi dengan kenaikan 10% hingga 12% menjadi 61 juta ton.

    Analis Bahana Securities, Teguh Hartanto, mengatakan perolehan kuartal I sesuai ekspektasi pelaku pasar. Pihaknya menaksir penjualan akhir tahun bisa mencapai 60,8 juta ton didorong oleh kebutuhan properti dan infrastruktur yang semakin tinggi.

    Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut produsen semen terus meningkatkan kapasitas dengan rata-rata di atas 8% per tahun. Pada 2014 hingga 2015, ASI menaksir akan ada penambahan sebesar 12 juta ton sehingga pasokan diperkirakan aman.

    Facebook Comments

    Leave a reply