0800 1088888  EN

    KONSOLIDASIKAN STOK DOMESTIK

    news / 20 January 2017

    [:en]Sudah dapat diperkirakan apa yang bakal terjadi pada 2017 ini. Wajah industri persemenan di tanah air tidak akan banyak berubah. Overcapacity, pertumbuhan permintaan yang lambat, serta tekanan harga masih menjadi isu sentral. Menyusul bakal beroperasinya sejumlah pabrik baru, fakta yang harus kita hadapi adalah level persaingan yang semakin sengit. Terutama di semester I, ketika anggaran infrastruktur pemerintah belum sepenuhnya cair. Bisa diduga, membanjirnya pasokan semen di pasar domestik membuat pemain di bisnis ini sulit bernapas. Menjual semen tidak lagi segampang beberapa tahun lalu, dan akan semakin sulit hingga lima tahun ke depan. Semen Indonesia, sebagai penguasa pasar dalam negeri dengan market share 42 persen, ikut berada di tengah-tengah pusaran kompetisi ketat tersebut. Tahun 2016 meninggalkan pelajaran penting betapa efisiensi dan sinergi menjadi senjata vital sehingga perusahaan ini mampu memenangi peperangan dan tetap menjadi champion. Karena itu cost transformation harus dilanjutkan, bahkan dibuat lebih struktural. Bukan lagi sekadar ngirit biaya, tapi menciptakan sebuah struktur baru yang secara permanen membuat seluruh operasional perusahaan jadi lebih hemat. Penerapan cost transformation inilah yang menjadi pembeda Semen Indonesia dengan para pesaing. Awal 2017 ditandai dengan berlakunya kerja sama operasi (KSO) antara SMI dan Semen Gresik (SG). Mulai detik itu SMI bisa maksimal menjalankan fungsinya sebagai holding company, dan akan fokus pada pemikiran-pemikiran strategis demi pengembangan perusahaan. Sedangkan urusan operasional menjadi tanggung jawab SG sepenuhnya. KSO juga menegaskan posisi SG sebagai opco, sejajar dengan Semen Padang, Semen Tonasa, serta TLCC Vietnam. Pemisahan peran holdco dan opco itu membuat masingmasing entitas menjadi lebih kuat, ramping sekaligus lincah. Itu penting karena tahun 2017 ini kita punya sederet skenario bisnis yang mesti diwujudkan. Salah satunya menjadi marketer semen di kawasan regional. Jelas, misi ini dilatarbelakangi menumpuknya stok semen di dalam negeri, yang juga perluasan lahan “sawah” Semen Indonesia Group. SMI bakal mengkonsolidasikan seluruh persediaan semen di Indonesia, untuk kemudian dilempar ke pasar Asia Tenggara. Dengan kata lain, mulai sekarang SMI melihat market jadi regional. Strategi itu sangat pas mengingat tahun ini bakal ada tambahan produksi 6 juta ton per tahun dari Pabrik Rembang dan Indarung VI. Di sisi lain, penguatan bisnis hilir tidak boleh dilupakan. Semen Indonesia Beton (SIB) semakin diakui eksistensinya. Kalau sekarang baru nomor 4, kita berharap tahun 2020 nanti SIB menjadi rajanya ready mix di Indonesia. Begitu juga dengan perusahaan building material, serta Semen Indonesia Internasional yang akan bertarung langsung di pasar regional. Tahun 2017 tidak hanya menghadirkan beragam tantangan serta kompetitor baru, tetapi juga peluang-peluang bisnis yang tidak boleh dilewatkan. Sebagai BUMN yang diberi amanat untuk menjaga kedaulatan semen nasional, kita harus hadapi semuanya dengan semangat Sinergi (S), Militan (M), dan Integritas (I). Akhirnya saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2017, semoga Allah selalu meridhoi setiap usaha yang kita lakukan.

    Source : SINERGI edisi 16[:]

    Facebook Comments