0800 1088888  EN

    KISAH SUKSES WARGA BINAAN SEMEN GRESIK DI TUBAN (1) “TONO DAN TARGET 5.000 KAMBING”

    news / 9 March 2015

    Nama aslinya Muhammad Tono, tapi lebih sering dipanggil Tono Kambing. Lahir dan besar di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, yang merupakan wilayah ring satu pabrik Semen Gresik di Tuban, Tono dulu tak lebih dari cah ndeso pada umumnya. Cita-citanya menjadi petani, meniru jejak orangtuanya.

    Menjadi pengusaha tak pernah terbesit di pikirannya. Bangku SMA yang di tinggalkan tahun 2002 merupakan sekolah formal terakhirnya. “ Kepingin kuliah juga tidak, wong tidak ada biaya,” Kisah Tono saat memberikan testimony di depan pesertaWisata Green Industry (WGI) II Di Pabrik semen Tuban, Sabtu (14/2).

    Perkenalan Tono dengan manajemen semen Gresik terjadi tahun 2011, momen yang jadi titik balik kehidupannya. Lewat program Wirausaha Muda Kokoh (WMK), Pria yang sekarang berusia 22 tahun ini mendapat pelatihan bisnis selama enam bulan.  “ Banyak orang yang takut memulai usaha dengan alasan tidak punya modal. Padahal tidak sedikit yang modalnya pas-pasan ternyata bisa berkembang. Kuncinya harus menguasai manajemen keuangan dan strategi pemasaran,” paparnya.

    Bermodal pinjaman lunak Rp 20 juta dari semen Gresik, Tono pun melanjutkan hobi masa kecilnya; memelihara kambing. Semula tak banyak. Tapi, Berkat ketekunan dan keuletannya, kini kambing Tono mencapai 400 ekor. “ Yang 130 ekor saya pelihara di kandang sendiri, sisanya saya titipkan ke warga sekitar,” ungkap suami Dwi Wigatiningtyas ini.

    Dia memiih kambing jawa yang gampang di jual dan perawatanya relatif mudah. Gemuknya kambing Tono membuat dompetnya makin tebal. Dalam sebuah omzet penjualan menyentuh Rp 60 juta sampai Rp 70 juta, dengan keuntungan 20 persen. Omzet itu bakal berlipat ganda manakala mendekati hari raya kurban.

    “Kalau Idul Adha rata-rata saya bisa menjual 1.200 ekor kambing,” cetusnya.Dengan asumsi harga satu ekor kambing minimal Rp 1 juta, Angka penjualan kambing Tono melampaui Rp 1 miliar. Hitung saja berapa laba yang masuk ke kantong Direktur Sahabat Ternak ini. Itu belum termasuk produk turunan ternak seperti kandang, atau sosis kambing yang sedang dia kembangkan

    “Saya lihat prospeknya bagus. Apalagi, menurut penelitian, sosis kambing ini bagus untuk membantu pertumbuhan dan kecerdasan anak,” paparnya . Tono sadar bisa seperti sekarang berkat orang lain. Karena itu dia selalu membuka diri kepada siapa saja yang ingin  belajar ternak kambing kepadanya. Hampir tiap hari kandanganya di Temandang jadijujugan orang. “ Rata-rata dari Tuban dan sekitarnya, Tapi ada juga yang dari Rembang . Silahkan saja kalau mau belajar,”tegas pria berjenggot tipis ini.

    Tono mematok target tahun 2020 nanti jumlah kambingnya mencapai 5.000 ekor kambing. Alasanya? “ Ya sekedar target saja,biar lebih mudah ngitung omzet dan keuntungannya,” ujarnya enteng

    Bila Tono suka bergaul dengan kambing, lagi lagi dengan dua tetangganya, Daswati dan Wahyuningsih. Lewat kelompok Rukun Abadi yang beranggotakan 20 warga Temandang  keduanya menekuni usaha pembuatan emping jagung. Tiap 1 kg jagug bisa di olah menjadi 11 bungkus emping. “ satu bungkus kami jual Rp 7.000,” kisah Daswati. Beberapa swalayan selalu siap menampung produk Daswati dan kelompoknya, juga toko-toko makanan di Tuban.

    Ilmu mengolah jagung menjadi emping dia peroleh dari pelatihan yang di adakan manajemen semen Gresik. setelah itu dia langsung praktik. “ seluru alat dan bahan di sediakan semen Gresik, kata Daswati yang besyukur bisa jadi pengusaha, walau kecil-kecilan. Dia menganang, dulu kampong halamanya kering kerontang. Sekarang sudah ada waduk bekas tambang sehingga sawah bisa diairi. (lin)

    Facebook Comments

    Leave a reply