0800 1088888  EN

    Kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Terus Meningkat Menunjukkan Keberhasilan Transformasi

    news / 16 November 2014

    Kinerja perusahaan selama transformasi 2005-2014(1)

    Transformasi Korporasi selama 2005-2014, telah mengubah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan BUMN hasil penggabungan PT Semen Gresik, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa sebagai market leader di pasar domestik dan kinerjanya mengungguli perusahaan semen lain. Tugas sebagai BUMN serta komitmen untuk menjadi bagian dari pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah, diwujudkan dengan kemampuannya untuk menyediakan semen dari Aceh hingga Papua. Tidak hanya jago kandang, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk telah menjadi BUMN multinational company pertama dan menorehkan jejak membanggakan sebagai perusahaan semen terbesar di Asia Tenggara dan sedang menyiapkan diri sebagai perusahaan semen kelas dunia yang tidak sekedar menjadi kebanggaan bangsa Indonesia karena mampu bersaing di kancah internasional, tetapi akan menjadi andalan negara dengan mendulang devisa untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Transformasi Korporasi mampu mengoptimalkan kinerja perusahaan tidak hanya dari aspek keuangan dan market leader di industri semen, karena mampu menjadikan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tidak hanya berkiprah di industri semen, tetapi telah mampu mengembangkan tentakel bisnisnya dengan masuk di berbagai sektor bisnis yang baru lebih ke sektor hilir dan jasa teknologi tinggi seperti bidang energi, bidang ready mix, pendidikan, bahkan siapa sangka memiliki anak usaha dibidang IT.

    Ringkasan tentang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk diatas adalah cermin dari keberhasilan transformasi korporasi yang digulirkan sejak tahun 2005, pasca selesainya konflik internal di Semen Gresik Group saat itu, yaitu tuntutan spinn off (pemisahan) PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa. Cita-cita mulia Pemerintah untuk membuat BUMN semen yang kuat dengan menggabungkan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa sebagai anak usaha dibawah holding PT Semen Gresik (Persero) Tbk di tahun 1995 hampir kandas, karena kinerja perusahaan secara keseluruhan mengalami penurunan, dan setelah bergabung hampir 10 tahun, kinerja sampai awal 2005 secara rasio keuangan justru menurun akibat konflik yang terjadi karena saling tidak percaya dan egoisme masing-masing kelompok.

    Kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada semester pertama 2014 (Januari-Juni)  tumbuh diatas rata-rata industri nasional.

    1. Penjualan semen tumbuh 4,9% diatas rata-rata penjualan industri semen nasional sebesar 4%.
    2. Pendapatan Perseroan tumbuh 12,8% menjadi Rp 12,88 triliun pada periode Januari-Juni 2014 dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar Rp 11,42 triliun.
    3. Laba bersih Perseroan tumbuh 8,61% menjadi Rp 2,78 triliun pada periode Januari-Juni 2014 dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar Rp 2,56 triliun.

     

    Selama transformasi 2005-2013, laba bersih naik hampir 1.000 persen

    Pada tahun 2013, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kenaikan laba yang sangat signifikan menjadi Rp 5,4 triliun. Ini merupakan laba terbesar dibandingkan perusahaan-perusahaan semen lainnya di Indonesia. Jika di tahun 90an kinerja  terbaik dari aspek kapasitas produksi dan keuangan milik salah satu perusahaan semen swasta, maka sejak transformasi dilaksanakan secara perlahan, Semen Indonesia Group mencatatkan pertumbuhan kinerja lebih tinggi dibandingkan perusahaan semen lain, dan meraih posisi sebagai market leader dan kinerja keuangan yang tertinggi. Selama transformasi 2005-2013 kinerja produksi dan keuangan sebagai berikut :

    1. Kapasitas produksi meningkat 89% dari 16 juta ton menjadi 30 juta ton
    2. Revenue meningkat 304 persen dari Rp 6,07 triliun pada tahun 2004 menjadi Rp 24,5  triliun pada tahun 2013.
    3. EBITDA meningkat 479 persen dari Rp 1,4 triliun pada tahun 2004 menjadi Rp 8,1 triliun pada tahun 2013.
    4. Operating Profit meningkat 628 dari Rp 965 miliar menjadi Rp 7,06 triliun pada tahun 2013.
    5. Net Profit meningkat 961 persen dari Rp 509 milyar pada tahun 2004 menjadi Rp 5,4 triliun pada tahun 2013.

    Komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat terbaik bagi pemegang saham dengan mengalokasikan deviden dalam rentang 45%-55% menjadikan setoran deviden bagi APBN terus meningkat, sebagai konsekuensi saham mayoritas yang dimiliki Pemerintah Indonesia. Di tahun 2013, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memberikan deviden bagi negara sekitar Rp 1,24 triliun dan merupakan salah satu BUMN yang memberikan deviden dalam jumlah besar bagi negara sehingga mampu memperkuat APBN Indonesia.

     

    Kapasitas Produksi Meningkat Dari 16 juta ton menjadi 31,8 juta ton

    Semangat untuk terus menjadi yang terbesar, dan mempertahankan penguasaan pasar dalam rangka turun memastikan ketersediaan semen dengan harga yang terjangkau dalam mendukung strategi pembangunan Pemerintah, maka dalam waktu kurang dari 10 tahun, perusahaan mampu meningkatkan kapasitas produksinya hampir 100% yaitu dari 16 juta ton di tahun 2005 menjadi 31,8 juta ton di tahun 2014. Bahkan jika proyek di pabrik Indarung VI dan pabrik Rembang I dapat beroperasi, maka di akhir tahun 2016 akan ada tambahan kapasitas sebesar 6 juta ton ditambah dengan proyek upgrading kapasitas di pabrik yang sudah ada, maka di tahun 2016 kapasitas pabrik direncanakan menjadi 39,3 juta ton atau meningkat hampir 146% dibandingkan tahun 2005.

    Penambahan pabrik baru dalam kurun transformasi perusahaan 2005-2014 sebagai berikut:

    • Pabrik Tuban IV kapasitas 3 juta ton. Pabrik tersebut sudah beroperasi penuh sejak tahun 2012.
    • Pabrik Tonasa V kapasitas 3 juta ton. Pabrik tersebut sudah beroperasi penuh sejak tahun 2013.
    • Penambahan kapasitas melalui akuisisi perusahaan semen di Vietnam, Thang Long Cement yang memiliki kapasitas 2,3 juta ton di akhir tahun 2012.
    • Pabrik Indarung VI di Padang kapasitas 3 juta ton, ground breaking pembangunan dimulai semester pertama 2014 diperkirakan beroperasi di akhir tahun 2016.
    • Pabrik Rembang I di Jawa Tengah kapasitas 3 juta ton, ground breaking pembangunan dimulai semester pertama 2014 diperkirakan beroperasi di akhir tahun 2016.

     

    Sinergi dan Efisiensi Terus Ditingkatkan

    Perusahaan telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan business performance melalui perhatian yang serius dan fokus pada empat pengelolaan strategi, yaitu Revenue Management, Cost Management, Capacity Management, dan improving Competitive Advantage. Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan brand dari masing-masing anggota grup (SG, SP, ST) serta keunggulan posisi geografis perseroan yang mencakup lokasi-lokasi strategis sehingga produk perseroan mampu menjangkau daerah-daerah dengan potensi tingkat pertumbuhan tinggi secara lebih ekonomis. Langkah lainnya adalah dengan kekuatan SDM dan aset-aset yang lain dengan mengembangkan strategi dasar, yaitu sinergi yang efektif.

    Kunci keberhasilan lainnya pada masa ini adalah praktik tata kelola perusahaan yang baik. Untuk itu secara berkesinambungan perusahaan menerapkan asas-asas keterbukaan, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran yang merupakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Pengakuan atas penerapan GCG telah diterima Perseroan dari Indonesian Institute of Audit Committee berupa penghargaan The Champion of Good Corporate Governance pada 2006. SG Grup secara berkesinambungan juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan penilaian terhadap penerapan GCG di perseroan.

    • Menyelesaikan proyek waste heat recovery generation (WHRPG) di pabrik Semen Padang sehingga mampu menghasilkan listrik 8 MWA atau menghemat biaya operasional sekitar RP 33 miliar setahun dan berkontribusi bagi pengurangan CO2 sebesar  43.000 ton pertahun. Pembangunan WHRPG di pabrik Tuban dengan kapasitas sebesar 30,6 MW akan memberikan penghematan biaya operasional sekitar Rp 120 miliar setahun serta berkontribusi bagi pengurangan CO2 sebesar  122 ribu ton pertahun.
    • Melakukan program debottlenecking diseluruh grup perusahaan (PT Semen Gresik, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa), sehingga tanpa membangun pabrik baru, sepanjang tahun 2005-2009 dengan program upgrading mampu menambah kapasitas sebesar 2 juta ton denga biaya per ton sebesar US$ 34,9 dibandingkan membangun pabrik baru dengan biaya per ton sebesar US$ 120 atau menghemat biaya US$ 170 juta.
    • Membudayakan Inovasi dan penyelenggaraan kompetisi inovasi setiap tahun. Program yang dimulai sejak tahun 2009, sampai dengan 2013 memiliki potensi penghematan sebesar RP 2,57 triliun. Menjadi BUMN yang meraih penghargaan terbanyak pada ajang “BUMN Innovation 2013” dengan meraih 4 penghargaan.
    • Mampu meminimalkan waktu stop operasi karena perbaikan serta mengurangi biaya stok suku cadang yang sebelumnya stok suku cadang hanya untuk masing-masing perusahaan, menjadi stok suku cadang untuk grup.
    • Peningkatan Financial Strength antara lain melalui :
    1. Membentuk cash polling
    2. Maksimalisasi utilisasi aset
    3. Re-engineering kepemilikan di anak-anak perusahaan

    Strategi untuk mendekatkan pada pelanggan dan kemampuan menyediakan semen sampai pelosok nusantara di negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dilakukan dengan memperbanyak packing plant agar biaya distribusi terjangkau dan waktu distribusi menjadi lebih pasti. Saat ini perusahaan telah memiliki 23 packing plant dan 11 pelabuhan khusus semen. Selama masa transformasi perusahaan, penambahan packing plant dan rencana pengembangannya sampai tahun 2015 adalah :

    1. Packing plant Ciwandan 1
    2. Packing plant Ciwandan 2
    3. Packing plant Banjarmasin
    4. Packing plant Sorong
    5. Packing plant Banyuwangi
    6. Packing plant Kendari
    7. Packing plant Mamuju
    8. Packing plant Pontianak (on going process)
    9. Packing plant Balikpapan (on going process)
    10. Packing plant lampung (on going process)

     

    Menjadi Solusi Bagi Penanganan Limbah Industri dan Limbah B3

    Dalam kaitannya dengan masalah limbah yang selama ini menjadi masalah, telah dilakukan inovasi dengan  konsep “waste to zero”. Sebanyak 60 persen limbah dirubah menjadi energi, 30 persen jadi pupuk, 10 persen akan terbuang jadi timbunan. Harapannya dengan pengolahan limbah ini, perusahaan akan mendapatkan sumber energi alternatif sekaligus mengatasi masalah lingkungan.

    Komitmen perusahaan dengan mengintegrasikan 3P (Profit, People danPlanet) berbuah manis berupa “Proper Emas” sebagai penghargaan tertinggi di bidang lingkungan. SMIG telah mampu menjadikan limbah yang awalnya sebagai “barang tidak bernilai dan merugikan” menjadi “barang yang bernilai dan mampu meningkatkan kinerja perusahaan”.  Dengan apa yang sudah dirintis oleh SMIG, maka sudah tidak zamannya lagi mengatakan perusahaan semen sebagai perusahaan yang mencemari lingkungan.

    Suhu tinggi berkisar 1.400 oC pada proses produksi terak dimanfaatkan untuk mengolah limbah industri secara Co-Processing. Suhu pembakaran 1.400 oC lebih tinggi dibandingkan dengan suhu incenerator yang biasa digunakan untuk membakar sampah yang berada pada kisaran 1.000 – 1.200oC. Dapur tempat pembakaran dengan suhu 1.400oC membuat beberapa jenis logam berat (limbah B3) berubah menjadi senyawa oksida yang tidak berbahaya bagi lingkungan, namun dapat meningkatkan kualitas semen yang dihasilkan. Kondisi ini memungkinkan “dapur” terak difungsikan sebagai incinerator untuk mengolah limbah industri tertentu yang masuk kategori B3 dan sesuai spesifikasi bahan baku yang dibutuhkan perusahaan.

    Perusahaan telah mengintensifkan penggunaan bahan limbah industri tersebut dalam proses produksi terak, yakni copper slag, clay alumnia,gypsum purified, fly ash, bottom ash, paper sludge, spent earth, dust EAFdan oil sludge dengan konsep polluter payment.

    Cooper slag merupakan limbah kategori B3 dari proses peleburan tembaga, kaya akan unsur besi dan silikat. Clay alumina, termasuk jenis B3 yang berasal dari proses absorpsi pada pengolahan minyak, Gypsum purifiedadalah limbah dari proses desulfurisasi PLTU dan petrochemical. Fly ash & bottom ash adalah limbah pembakaran batubara pada PLTU berbahan bakar batubara. Paper sludge adalah limbah produksi kertas yang kaya akan oksida yaitu CaO. Spent earth merupakan limbah absorber produksi minyak goreng, yang kaya akan oksida silika. Dust EAF adalah limbah produksi baja, yang kaya akan oksida besinya. Dan oil sludge merupakan limbah pengeboran minyak maupun cleaning pengeboran minyak bumi yang memiliki nilai kalori tinggi sebagai bahan bakar alternatif. Pada tahun 2012, perusahaan memanfaatkan bahan-bahan limbah industri lain secaraco-processing berkisar 887.000 ton.

     

    Menjadi Multinational Company, Mendulang Devisa Untuk Negara

    Tanggal 18 Desember 2012 adalah momentum bersejarah ketika Perseroan melakukan penandatanganan transaksi final akuisisi Thang Long Cement Company Vietnam yang memiliki kapasitas produksi 2,3 juta ton/tahun  dengan nilai valuasi perusahaan adalah 335 juta dollar AS dengan porsi kepemilikan 70 persen. Akuisisi Thang Long Cement Company ini sekaligus menjadikan Perseroan sebagai BUMN pertama yang berstatus multi national corporation. TLCC memiliki pabrik semen di Provinsi Quang Ninh yang terintegrasi dengan pelabuhan laut Cai Lan, dan pabrik penggilingan di pinggiran kota Ho Chi Minh dengan jaluar transportasi sungai Mekong, serta jalan raya antar daerah dan pelabuhan internasional. Integrasi tersebut menjadikan pabrik TLCC memiliki sistem distribusi yang efektif dan efisien. TLCC juga memiliki persediaan bahan baku yang besar, sehingga berpeluang besar untuk dikembangkan di masa mendatang.

    Investasi di TLCC merupakan tonggak sejarah yang sangat penting dalam mewujudkan visi perusahaan menjadi pemain regional di bidang semen, serta langkah strategis untuk mengantisipasi pasar bebas ASEAN 2015. Pembelian TLCC juga meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Vietnam. Saat ini lambang negara Indonesia terpampang di TLCC Vietnam, seperti bendera merah putih yang berdiri sejajar dengan bendara Vietnam.

    • Dalam kurun waktu satu (1) tahun sejak TLCC Vietnam diakusisi, berhasil meningkatkan EBIT DA Margin dari 13%  di tahun 2012 menjadi 17% di tahun 2013, serta meningkatkan laba operasional dari VND 96,30 miliar menjadi VND 105,05 miliar.
    • Melakukan restrukturisasi biaya pinjaman TLCC Vietnam dengan menggandeng Bank Mandiri-Standard Chartered Bank-SMBC untuk memberikan kredit sindikasi senilai US$100 juta ke TLCC dalam rangka mendukung pengembangan pabrik semen TLCC di Vietnam.

     

    Perkuat Pasar Domestik dan Perluas Pasar Mancanegara

    Penambahan kapasitas di domestik tidak berhenti pada pembangunan pabrik Indarung VI dan pabrik Rembang I, visi perusahaan untuk menjadi perusahaan semen kelas dunia maka kapasitas harus terus ditambahkan secara bertahap sehingga di tahun 2030 memiliki kapasitas terpasang sekitar 89 juta ton, sehingga ekspansi harus terus dilakukan dan setiap tahun mampu menambah kapasitas sekitar 3 juta ton melalui pembangunan pabrik baru ataupun akuisisi perusahaan semen di dalam negeri dan luar negeri. Dalam waktu dekat perusahaan akan menambah kapasitas dan ekspansi melalui:

    1. Pembangunan pabrik di Aceh/Sumatera Bagian Utara
    2. Pembangunan pabrik di Kalimantan
    3. Pembangunan pabrik di Papua/Indonesia Timur
    4. Pengembangan kapasitas di Vietnam
    5. Pengembangan kapasitas di Myanmar

     

    Semen Indonesia Tidak Lagi Sekedar Produsen Semen

    Tidak berlebihan jika melihat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk nantinya tidak hanya sekedar pembuat semen, tetapi merupakan sebuah holding perusahaan yang memiliki beragam bisnis diberbagai sektor usaha. Kapasitas dan kinerja perusahaan yang terus berkembang pada akhirnya menangkap peluang baru, yang tidak sekedar sebagai upaya menciptakan operational excellence dalam rangka efisiensi perusahaan semata, tetapi juga mampu menumbuhkan peluang usaha baru yang dapat didorong berkembang untuk menjadi juara di setiap sektornya. Pembentukan PT SGG Energi Prima yang awalnya ditujukan untuk mengamankan pasokan energi khususnya batubara bagi Semen Indonesia Group, dimasa mendatang akan didorong untuk menjadi perusahaan penyedia batubara terkemuka tidak hanya dipasar domestik tetapi juga pasar ekspor. Memiliki 11 pelabuhan khusus tentulah bukan aset yang biasa saja, terlebih dengan Visi Pemerintahan 2014-2019 dibawah kepemimpian Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla yang salah satu sasaran strategisnya adalah ekonomi maritim dengan tol laut, maka PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan memiliki peran yang besar untuk meningkatkan utitlitas 11 pelabuhan yang dimilikinya untuk mendukung upaya pemerintah menurunkan biaya logistik. Anak usaha baru yang dibentuk dalam masa transformasi perusahaan dan rencana kedepannya adalah:

    1. PT SGG Energi Prima
    2. PT SGG Prima Beton
    3. Perusahaan patungan antara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang diberi nama PT Krakatau Semen Indonesia untuk mengolah limbah pabrik besi baja menjadi bahan substitusi pembuatan semen.
    4. PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI)
    5. Pembentukan Semen Indonesia Properti (on going process)
    6. Pembentukan Semen Indonesia Infrastruktur (on going process)
    7. Pembentukan semen Indonesia Shipping & Logistik (on going process)
    8. Pembentukan Semen Indonesia International Trading (on going process)
    Facebook Comments

    Leave a reply