0800 1088888  EN

    KINERJA CEMERLANG SEMEN INDONESIA DIPUJI PEMEGANG SAHAM

    news / 9 Oktober 2013

    Kinerja cemerlang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI), direspon positif pemegang saham. Capaian kinerja semester awal tahun ini, menjadi sinyal bahwa prospek SI akan terus berkembang dan menjanjikan. Catatan hingga akhir Juni lalu, Return On Equity (ROE) mencapai 27,8 persen. Profit margin-nya, juga mencapai 22,63 persen. Dengan laba Rp 2,53 Triliun serta aset Rp 26,7 triliun, memberi gambaran bahwa nilai deviden juga bagus. “Itu merupakan suatu capaian performa keuangan yang bagus,” ujar Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia, Gatot Subagyo, ketika berkunjung ke SMI, Selasa (1/10).

    Dana Pensiun Indonesia sebagai pemegang saham berharap, SMI terus berjaya dan mampu mengatasi persaingan yang akan datang. Prediksinya, persaingan ke depan akan semakin ketat dengan masuknya asing. Juga kompetitor yang ada saat ini, juga gencar berekspansi. Kunjungan yang diikuti 50 anggota asosiasi itu, dalam rangka mengetahui perkembangan dan prospek usaha SMI ke depan. Mereka diterima di ruang Pola Gedung PPS SI.” kunjungan kali ini bermakna untuk menambah wawasan pemegang saham tentang bisnis usaha Semen Indonesia,” lanjut Gatot.

    Direktur Produksi Semen Indonesia Suparni yang menemui rombongan menjelaskan, konsumsi semen dalam negeri masih masih rendah dibanding bebrapa negara tetangga. Namun dengan berjalannya waktu, konsumsi semen dalam negeri akan terus tumbuh seiring arus pembangunan infrastruktur yang terus tergarap. Dia member gambaran, tahun 2013 SMI tumbuh 15 persen.  Sedangkan industri, tumbuh 5,7 persen. Artinya, secara kompetisi, perusahaan unggul dalam hal kebutuhan. “Bagi Semen Indonesia, peluang untuk terus tumbuh cukup besar. Jika konsep ekonomi ke depan baik, maka tidak ada hal lain bagi perusahaan selain tumbuh cepat dan pesat,” ujarnya.

    Untuk mendukung itu, SMI akan membangun dua pabrik baru di Sumatera dan di Rembang dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton per tahun. “Sehingga akhir tahun 2015, ada tambahan produksi enam juta ton.”

    Facebook Comments

    Leave a reply