0800 1088888  EN

    Kekuatan Semen Indonesia

    news / 5 Maret 2013

    Peningkatan volume produksi rata-rata harga jual semen akan menjadi penguat kinerja keuangan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Tahun ini, pendapatan BUMN semen itu diperkirakan mencapai Rp 23,1 triliun, tumbuh 18% dibandingkan 2012 senilai Rp 19,5 triliun. laba bersih diproyeksi naik 16% dari 4,8 triliun menjadi Rp 5,6 triliun.

    Analis Kim Eng Securities Anthony Yunus mengungkapkan, Semen Indonesia diprediksi mampu merealisasikan pertumbuhan kinerja keuangan dan pangsa pasar lebih baik pada 2013. Pesatnya pertumbuhna didukung oleh operasional dua pabrik semen berkapasitas enam juta ton.

    Peningkatan kinerja keuangan juga didukung oleh keputusan perseroan menaikan harga jual semen sekitar 1% pada awal tahun ini. “Kami berharap perseroan juga mau menaikan rata-rata jual semennya sekitar 1-2% pada kuartal I tahun ini,” jelas Anthony pada resetnya, Senin (4/3).

    Akuisisi Thang Long Cement juga diharapkan ikut memperkuat penjualan Semen Indonesia. Kapasitas produksi perusahaan semen asal Vietnam itu mencapai 2,3 juta ton per tahun. hal ini bisa dimanfaatkan perseroan untuk memenuhi kebutuhan semen domestik, khususnya di Kalimantan.

    Anthony tetap optimis Semen Indonesia mampu mencetak pertumbuhan kinerja keuangan, meskipun genjar berekspansi. Sebab, net gearing perseroan tahun lalu baru mencapai 2,7%. “Hal ini memungkinkan perseroan untuk memperluas ekspansi pabrik ke depan, seiring dengan tingginya permintaan semen domestik.” tulis dia.

    Anthony memperkirakan pertumbuhan permintaan semen nasional tahun ini sekitar 11-12%. Melihat kuatnya prospeks usaha tersebut mendorong Kim Eng merekomendasikan membeli saham SMGR dengan target harga Rp 20 ribu per saham.

    Target harga ini mencerminkan ekspektasi PER tahun ini sekitar 21,1 kali. Pada perdagangan kemarin, saham SMGR ditutup melemah sekitar Rp 250 menjadi Rp 17.900 per saham.

    Sementara itu, analisis CIMB Scuerities Lydia Toisuta mengungkapkan, permintaan semen dalam negeri diprediksi tetap tumbuh dengan kisaran 10-11% sepanjang 2013. Kenaikan permintaan ditopang peningkatan bisnis properti dan pesatnya perkembangan infrastruktur.

    “Kami memperkirakan volume konsumsi semen nasional tahun ini sebanyak 60 juta ton dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 4.9 juta ton. Peningkatan permintaan sejalan dengan estimasi pertumbuhan GDP nasional,” jelas dia restnya, belum lama ini.

    Tingginya permintaan, menurut dia, mendorong produsen untuk memperbesar investasi di Indonesi. Total investasi di proyeksikan meningkat menjadi US$ 3,84 milliar tahun ini. Peningkatan investasi dipengaruhi faktor tingkat konsumsi semen nasional masih terendah dibandingkan negara lainya, tren pertumbuhan proyek infrastruktur pemerintah, dan tingkat keuntungan yang ditawarkan bisnis ini relatif tinggi.

    Peningkatan pemerintah semen nasional ditambah agresifnya usaha perseroan untuk menaikan volume produksi mendorong CIMB Securities menaikan estimasi target harga SMGR menjadi Rp 20 ribu per saham dengan rekomendasi outperform.

    Sesuai Ekspektasi
    Anthony Yunus menilai, peningkatan permintaan ditambah rata-rata harga jual semen menjadi faktor utama peningkatan kinerja keuangan Semen Indonesia sepanjang 2012. “Realisasi kinerja keuangan persroan sudah sesuai dengan estimasi kami. Perseroan juga berhasil mencetak pertumbuhan pangsa pasar,” ungkap dia.

    Tahun 2012, pendapatan Semen Indonesia meningkat sekitar 19,7% dari Rp 19,59 triliun menjadi Rp 23,17 triliun. Sedangkan laba bersih menigkat hingga 23,5% menjadi Rp 5,63 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,84 triliun.

    Sedangkan volume penjualan persroan mengikat sekitar 14,6% menjadi 22,5 juta. Peningkatan penjualan tersebut berdampak positif terhadap peningkatan pengasa pasar perseroan dari 40,8% menjadi 41%.

    Anthony menyebutkan, realisasi pendapatan perseroan mencerminkan 99% dari estimasi Kim Eng Securities dengan nilai Rp 19,68 triliun. Sedangkan perolehan laba bersih perseroan berhasil melampaui estimasi atau 104%
    dari perkiraan Rp 4,64 triliun.

    Sebelumnya, Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjibto mengatakan, pertumbuhan peroduksi dan penjualan semen selama 2012 merupakan rekor baru perseroan. Semen Indonesia yang dulunya dikenal dengan Semen Gresik tersebut mengharapkan pertumbuhan produksi dan penjualan berlanjut pada 2013.

    Pertumbuhan volume semen perseroan bakal didukung tambahan produksi dari pabrik Tuban IV, pabrik baru Tonasa V, dan pabrik di Vietnam. “pabrik Tuban IV sudah mulai berproduksi pada pertengahan 2012. Tahun ini, pabrik tersebut akan berkontribusi lebih besar. Kemudian pabrik Tonasa V yang saat ini sedang commisioning akan mulai berproduksi pada 2013,” tutur dia.

    Facebook Comments

    Leave a reply