0800 1088888  EN

    Kejar Target dengan Fun

    news / 26 October 2017

    [:id]Tak mudah membangun kondisi kerja yang menyenangkan dalam organisasi yang dihuni banyak orang dengan beragam karakter. Butuh cara khusus untuk menjaga kekompakan, produktivitas sekaligus keajekan menelurkan inovasi baru. Kuncinya, menurut Direktur Produksi SMI Benny Wendry, jangan buat tim merasa tertekan. – Benny menegaskan, sebuah tim idealnya harus maju bersama. Tidak boleh ada yang tertinggal, jangan pula ada yang berlari terlalu kencang. Seluruh anggota wajib patuh pada ritme yang telah disepakati. Di samping itu, yang tak kalah penting, jangan buat para anggota merasa tertekan. “Bangun kondisi kerja yang solid tapi fun. Jangan sampai karyawan merasa tertekan sehingga malah sulit menciptakan inovasi. Kalau mereka bekerja dengan senang dan dengan tantangantantangan yang jelas, motivasinya akan meningkat,” tutur Benny yang ditemui usai sesi pemotretan komisaris dan direksi SMI di Jakarta, Rabu (11/10). Justru,dalam suasana kerja yang fun, kemampuan yang selama ini terpendam bisa keluar dengan tiba-tiba. Tentu saja fun dalam batas-batas tertentu, dan tetap dengan target yang jelas. Benny sepakat bahwa karyawan juga perlu diberi reward bila kinerjanya baik. Tidak melulu dalam bentuk materi atau jabatan, namun bisa juga dengan sentuhan manusiawi. “Beri mereka target, tapi kiga juga harus care,” cetusnya. Mantan direktur utama Semen Padang ini bertutur, dalam situasi persaingan yang ketat seperti sekarang karyawan harus terus didorong untuk menciptakan inovasi. Pasalnya konsumen sekarang semakin kritis, makin efisien, dan makin ingin serba cepat. Misalnya, kalau membangun rumah tidak perlu menunggu setahun baru rampung. “Kalau dua bulan bisa, kan lebih baik. Contohnya rumah knock down, yang materialnya mudah dipasang dan dibawa ke mana-mana. Rumah model ini harganya juga lebih murah,” sebut direktur kelahiran Padang, 1 Mei 1969, ini. Inovasi produk juga dibutuhkan untuk mendukung program pemerintah di Indonesia bagian timur, seperti di Papua. Dengan demikian tidak perlu susah-susah lagi mengangkut semen ke Indonesia bagian timur. Jauh lebih gampang membawa bahan bangunan yang tinggal dipasang-pasang. “Apalagi ke depan SMI tidak hanya menjual semen, tapi ada nilai tambahnya. Misalnya beton siap pakai,” ujar Benny. Menyadari hal itu, direktorat produksi dituntut terus bergerak maju sesuai perkembangan kebutuhan konsumen. Pihaknya bakal berupaya berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. Artinya, produksi bakal terus digenjot. Sebab, meski persaingan kian memanas, namun tren permintaan semen diperkirakan terus tumbuh.Bahkan dengan persentase yang terus membaik. “Kalau kita lihat, semen ini memang ada turun naiknya. Saya lihat sekarang sudah mulai naik lagi. Sementara kapasitas baru belum ada yang akan tumbuh. Mungkin 4 tahun lagi baru ada lagi. Itu kesempatan kita untuk menaikkan kinerja,” paparnya. Dengan percepatan pembangunan infrastruktur, multiplier effect akan menggerakkan ekonomi secara nasional dengan cara memunculkan pusat-pusat ekonomi baru. Dengan adanya pusat-pusat ekonomi baru, sektor perumahan dan konstruksi juga akan bertumbuh sehingga menciptakan lebih banyak permintaan semen. “Biasanya kalau jalan sudah mulus, perekonomian akan tumbuh dan muncul pusat-pusat ekonomi baru. Yang biasanya hasil hutan atau hasil kebun tidak bisa dibawa ke pasar karena tidak ada jalan, nanti bisa dibawa lebih cepat. Munculnya pasar-pasar baru juga mendorong tumbuhnya sektor properti. Nah, semua itu akan meng-create permintaan semen,” terang dia. Karena itu, Benny menilai, selain menciptakan inovasi produk, divisi produksi SMI akan fokus memaksimalkan utilisasi pabrik dan mendorong efisiensi. (dry)[:]

    Facebook Comments