0800 1088888  EN

    Ke Jogja, Menimba Ilmu dan Pengalaman Terbaik

    news / 26 Januari 2015

    Sebanyak 26  Kepala Desa dan jajaran Muspika di Kabupaten Tuban yang masuk wilayah ring satu Pabrik Semen Gresik di Tuban mengawali tahun 2015 dengan optimisme. Konfidensi ini melambung  setelah mengikuti rangkaian Tuban Stakeholder Review Meeting (STRM) yang digelar di Jogjakarta  selama tiga hari, 16-18 Januari 2015.

    Selain para  Kepala Desa, pertemuan kali ini juga diikuti para pejabat Kabupaten Tuban yang terkait. Diantaranya Camat dan Kapolsek Jenu, Merak Urak dan Kerek.   Ikut pula sejak awal Kepala Bapemas  Tuban Drs Mahmudin selaku pejabat yang paling bersentuhan langsung dengan pengembang masyarakat Tuban.

    “Sesuai namanya, kita ajak semua stakeholder terkait, khususnya dalam upaya pengembangan masyarakat di sekitar Pabrik yang masuk wilayah ring satu,” terang  Wahjudi Heru, Kadep CSR selaku penanggung jawab kegiatan. Selain Kadep CSR, hadir beberapa pejabat terkait di Semen Indonesia  dan Semen Gresik yakni Kadep Humas dan Lingkungan Semen Gresik Sugeng Rahardjo, Kabiro Komunikasi dan Lingkungan Wahyu Darmawan, Kabiro Bina Lingkungan Semen Indonesia Slamet Murdiarso,  Kasi Pengelolaan Aset M Fauzan dan Kasi Pengembangan Komunitas Tuban Herry Kurniawan. Nama  terakhir ini yang menjadi OC dari semua rangkaian kegiatan. Menurut Wahjudi Heru, STRM kali ini memang sengaja diformat berbeda karena menjadi penutup pertemuan triwulanan  sepanjang 2014 lalu.  Sebagai  nformasi,  selama ini  Semen Indonesia secara intens menggelar pertemuan tiga bulanan dengan para stakeholder sekitar. Pertemuan ini sebagai sarana sosialisasi pembentukan Forum Masyarakat Kokoh (FMK) dan Desa  Perkasa.

    Kenapa Jogja? Menurut Herry Kurniawan, kota ini dipilih karena terkait langsung dengan pihak luar yang dilibatkan dalam program ini yakni Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institute of Research Empowerment (IRE) yang akan menjadi pendamping. “Kalau selama ini beliau-beliau yang ke sana (Tuban), kali ini kita yang datang langsung ke sini agar lebih mantap,” terangnya.

    Benar saja. Para peserta memang cukup puas dengan kegiatan yang dibalut dengan  unsur rekreatif ini. Selain  diskusi kelas, para peserta diajak road show menuju beberapa   desa percontohan yang selama ini cukup berhasil dalam menopang kemandirian dan kesejahteraan. Diantaranya ke Desa Argorejo Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Di desa ini, para peserta diajak meninjau langsung tiga kegiatan yang dikelola kelompok tani.  Yakni pembuatan pupuk organik Makmur  Harapan dari kotoran sapi di dusun Metes dan rumah produksi baglog jamur Di dusun yang sama.   Selain itu, Di desa dengan jumlah penduduk 13 ribu jiwa ini, para Kades Tuban diajak melihat dan belajar langsung pembuatan pakan ikan di dusun Kalakan. “Alhamdulillah dari tiga unit usaha yang dilakukan para kelompok tani  tersebut, semuanya sudah  menghasilkan secara ekonomi.  Jadi, tidak sekedar ada,” terang Ngadimin, Lurah Desa Argorejo Bantul Jogjakarta.

    Cukup ? Belum. Rombongan peserta juga dibikin terkagum-kagum dengan kehebatan Lurah Desa Panggungharajo Kecamatan Sewon Bantul,  Wahyudi Anggorohadi, SFarm, Apt. Di tangan lurah  muda ini, Desa Panggungharjo menyabet predikat Desa Terbaik Nasional 2014. Di sana, para Kades Tuban dengan antusias bertanya tentang segala hal terkait dengan penyelenggaraan desa, akuntabilitas, peningatkan partisipasi masyarakat dan pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).  Desa Panggungharjo miliki BUMDes bergerak dalam pengelolaan sampah  yang omsetnya sudah  mencapai Rp 370 juta. Desa ini sendiri miliki Pendapatan Asli Desa (PAD) sebanyak Rp 1,5 miliar/tahun. Untuk APBD Desa tahun ini sudah disusun dengan alokasi sebanyak Rp 3 miliar.

    “Kami yakin bapak-bapak juga bisa melakukan hal yang sama,. Kuncinya, kesungguhan, ikhlas mengabdi,” terang  Wahyudi Anggorahadi yang memilih meninggalkan posisi apoteker dengan mengabdi sebagai Lurah Desa ini.

    Camat Jenu Drs Kasmuri tak kuasa menututi rasa gembiranya bisa mengikuti STRM kali ini.  Menurutnya, agenda seperti ini sangat bermanfaat, khususnya dalam melecut motivasi para perangkat pemerintahan baik Camat seperti dirinya maupun Kepala Desa.

    “Luar biasa. Kami mendapat banyak pengalaman  dan wawasan yang selama ini sama sekali tak terbayang. Ternyata, di Indonesia ada desa yang sedemikian hebat seperti ini. Tentu saja, ini akan memotivasi kami untuk mengembangkan di daerah masing-masing,” yakinnya. (ram/bwo)

    Facebook Comments

    Leave a reply