0800 1088888  EN

    Jelang Ground Breaking Pabrik Rembang, Semen Indonesia Gencar Sosialisasi dengan Mempersiapkan Pemberdayaan

    news / 12 Juni 2014

    Menjelang ground breaking pabrik di Rembang pekan depan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di mereka yang tinggal di kawasan ring I. Selama tiga hari sejak Kamis (5/6) hingga Sabtu (7/6), Tim Project Rembang intens mengadakan komunikasi ke masyarakat soal pembangunan pabrik itu.

    Dalam sosialisasi kali ini, lebih dari 30 orang perwakilan dari lima desa, meliputi Desa Timbrangan, Pasucen, Kadiwono, Tegaldowo dan Kajar, menghadiri sosialisasi yang digelar di Kantor Kecamatan Gunem, Jumat (6/6). Sehari sebelumnya, tim juga menemui sekelompok warga di masing-masing desa tersebut.

    Di hari terakhir, Sabtu (7/5), setelah sosialisasi di Kantor Kecamatan Gunem, perwakilan warga juga diajak mengunjungi Pabrik Semen Gresik di Tuban. Kegiatan sosialisasi itu dilakukan karena sebagian warga desa sekitar ring 1, masih ada yang kurang memahami bagaimana profile dari pabrik yang akan dibangun, serta multiplayer effect yang dirasakan masyarakat dengan pabrik semen tersebut. Termasuk, bagaimana pengelolaan lingkungannya.

    Kepala Departemen Engineering & Konstruksi Project Rembang, Heru Indra mengatakan, dengan berkunjung langsung ke Pabrik Tuban, diharapkan masyarakat bisa mengetahui bagaimana keberadaan pabrik di Tuban, pengelolaan lingkungannya. “Sekaligus mereka bisa mengetahui secara langsung perkembangan di sekitar area pabrik khususnya, dan Kabupaten Tuban pada umumnya, setelah pabrik itu berdiri 20 tahun. Camat Gunem Teguh Gunawarman menjelaskan, proyek pembangunan pabrik Rembang sudah melalui beberapa tahapan.

    “Untuk menuju proses itu, tentunya perusahaan tentu telah mentaati perundang-undangan yang sudah ditetapkan, termasuk soal amdal.” Ia berharap, warga juga dapat menangkap peluang maupun program-program yang dijalankan, sehingga tercipta keseimbangan dan kerjasama yang baik. Sebaliknya, SMI juga bisa mengakomodasi aspirasi masyarakat desa, untuk dilibatkan dalam pekerjaan pembangunan proyek pabrik. “Tentunya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing warga”, tambahnya.

    Kabiro Bina Lingkungan Slamet Mursidiarso menyatakan, untuk memenuhi keinginan masyarakat agar bisa berperan aktif dalam pengerjaan proyek pabrik di Rembang, perusahan, melalui program CSR, akan membekali masyarakat dengan berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dalam pemberdayaan usaha kecil.

    PEDULI LINGKUNGAN

    Selain sosialisasi, SMI juga berpartisipasi dalam rangka memperingati hari bumi dan lingkungan hidup sedunia, yang diselenggarakan pemerintah propinsi Jawa Tengah, Senin (9/6). Di acara yang dipusatkan di pesisir pantai Banggi Rembang itu, SMI menyumbang 10.000 batang pohon mangrove.

    Dengan sumbangan itu, total ada 28 ribu pohon mangrove yang ditanam oleh panitia BLH Jateng sebagai penyelenggara. Penanaman simbolis dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo SH bersama Deputi Bidang LH dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Lingkungan Hidup Ir Ilyas As’ad, Forpimda Jateng, SKPD Jateng dan Rembang, serta perwakilan Jajaran Departemen CSR

    SMI. Termasuk, Kabiro Community Development SMI Slamet Mursidiarso, beserta jajaran Comdev Rembang, Abdul Manan. Gubernur Jateng menyatakan, kegiatan ini sangat positif. Terlebih, support dari SMI. Penanaman mangrove, sangat penting dalam menjaga ekosistem laut dan peningkatan pengendalian erosi.

    Banggi sendiri, termasuk kawasan hutan konservasi lama di Rembang dengan garis bentang panjang pantai sejauh 50 kilometer dengan lebar masuk antara 20 hingga 50 meter.

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply