0800 1088888  EN

    Istri Pegawai Semen Indonesia Diberikan Pengetahuan Safety & Health

    komunitas, news / 12 October 2018

    Ratusan istri karyawan Semen Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Istri Karyawan Semen Indonesia (IIKSMI) mendapatkan pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan dalam seminar Safety & Health Talk  bertajuk “Membudayakan keselamatan dan hidup sehat mendorong terciptanya perusahaan yang maju dan berkembang”.

    Seminar yang berlangsung di Gedung Graha Sandiya, Komplek Perumdin Semen Gresik, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Tuban, Selasa (9/10) tersebut mendatangkan narasumber Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tuban, IPDA Khoirul Ahmad dan Dokter Wahyu Eko dari Rumah Sakit Semen Gresik.

    Ketua IIKSMI, Ny Lifa Achmed Vaival, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara karena adanya rasa prihatin dari IIKSMI dengan banyaknya angka kecelakaan lalu lintas. Sehingga, dengan adanya kegiatan ini diharapkan para isteri dari karyawan perusahaan semen milik negara tersebut dapat menjaga diri dari kecelakaan lalu lintas.

    ‘’Dan yang tidak kalah penting dapat mengingatkan suaminya dan keluarga untuk tetap menjaga keselamatan berlalu lintas,’’ ungkapnya.

    Sementara itu, Direktur Keuangan PT Semen Gresik , Ginarko Isnubroto, mengungkapkan bahwa saat ini kondisi Semen Indonesia grup sedang mengalami persaingan yang kompetitif. Persaingan tersebut tidak hanya datang dari perusahaan semen yang sudah lama, namun juga datang dari pemain baru.

    ‘’Kondisi ini pasti terasa bagi keluarga dari pegawai Semen Indonesia. Untuk itu mari kita berdoa bersama-sama demi kemajuan dan kebaikan Semen Indonesia kedepan,’’ ujarnya.

    Lebih lanjut Ginarko mengatakan, seorang istri memiliki peranan penting untuk mejaga keselamatan maupun kesehatan suaminya. Untuk itu, kegiatan ini sangat penting untuk diikuti oleh para istri dari pegawai Semen Indonesia.

    ‘’Sehingga, apa yang didapat para istri dari karyawan Semen Indonesia dapat diterapkan dirumah, dan selalu mengingatkan suaminya untuk selalu menjaga keselamatan dan kesehatan,’’ tandasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tuban, IPDA Khoirul Ahmad menuturkan bahwa mulai awal tahun 2018 sampai hari ini di Kabupaten Tuban sudah ada 959 kali kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari angka tersebut sekitar 400 orang meninggal dunia.

    ‘’Dari angka kecelakaan lalu lintas itu 65 persen dialami oleh usia produktif , antara usia 15 sampai 25 tahun,’’ terangnya.

    Dan yang tidak kalah pentingnya, lanjut Khoirul mengatakan, saat berkendara juga harus melengkapi dengan SIM, STNK, mengenakan helm standar SNI, tetap nyalakan lampu utama walupun siang hari, gunakan lajur kiri, dan selalu taati aturan-aturan lalulintas.

    ‘’Taati aturan-aturan lalu lintas baik ada atau tidak ada polisi, karena itu demi keselamatan kita semua. Dan yang perlu diingat pada tahun 2017 lalu Tuban itu angka kecelaan lalu lintasnya tertinggi di Jawa Timur. Mari kita taati aturan lalu lintas agar kita tetap selamat dalam berkendara,’’ tandasnya.

    Dokter Wahyu Eko pada kesempatan itu, menerangkan terkait penyakit hepatitis. Menurutnya, hepatitis mengacu ke peradangan liver. Terdapat berbagai jenis hepatitis, yaitu A, B, dan hepatitis C. Sedangkan, hepatitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bahan kimia, penyalah gunaan obat, hubungan suami istri, dan penyebab lainnya.

    ‘’Untuk itu, hal yang paling mudah kita lakukan untuk menghindari penyakit ini selalu menjaga kesehatan dan prilaku hidup sehat terus dijalankan dalam keluarga kita,’’ pungkasnya. (al)

    Facebook Comments

    Leave a reply