0800 1088888  EN

    Inovasi Karyawan Semen Indonesia 2014, Berpotensi Penghematan Biaya Rp777 miliar

    news / 18 Maret 2015

    Perseroan kembali menggelar acara Semen Indonesia Awards on Innovation (SMI-AI) 2014 untuk seluruh anak usaha (Semen Gresik, Semen Padang  dan Semen Tonasa) dan afiliasi. SMI-AI yang digelar pada hari ini merupakan tahun ke 6 sejak dimulai tahun 2009.

    Direktur Utama Semen Indonesia Suparni mengatakan, “Semangat karyawan mengikuti kompetisi inovasi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Jika pada tahun 2009 tercatat 111 proposal inovasi dengan potensi penghematan Rp295 miliar, jumlah ini terus meningkat sebesar 110,8 persen pada tahun 2014 menjadi 234 proposal inovasi dengan potensi penghematan mencapai Rp777 miliar”

    ”Jika diakumulasikan selama event ini digelar dari 2009 sampai 2014, maka potensi penghematan biaya operasional mencapai Rp3,35 triliun, sama dengan biaya membangun 1 pabrik baru berkapasitas 2,5 juta ton. Inovasi-inovasi yang kami lakukan adalah upaya melakukan terobosan baru guna menekan biaya, sehingga harga jual lebih kompetitif. Berkat inovasi pula, kinerja dan profitabilitas Semen Indonesia semakin tumbuh,” kata Suparni.

    SMI-AI yang digelar hari ini merupakan penganugerahan terhadap inovasi-inovasi yang diajukan oleh inovator anak usaha dan perusahaan terafiliasi di lingkungan SMI sepanjang 2014. Dalam event SMI-AI ini ada 4 kategori inovasi yang akan dinilai terdiri yakni bahan baku produksi, teknologi & proses produksi, manajemen serta kategori anak perusahaan dan afiliasi.  Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas para pakar teknologi semen dan praktisi inovasi diantaranya Dr. Ir Tantowi Ismail, Msc. Ahli Teknik dan Ahli Teknologi semen, Dr. Ir Prihadi Setyo Darmanto Ahli Teknologi Semen dan Beton, Dr. Ir Suprayitno, MM. Ahli Managemen Strategi.

    Suparni menambahkan, “Perusahaan terus mendorong inovasi kepada seluruh karyawan, melalui gerakan inovasi inilah diharapkan mampu meningkatkan daya saing yang mengubah sebuah tantangan menjadi peluang untuk perkembangan perusahaan ke depan. Apa yang kita raih saat ini adalah buah perjuangan 3-4 tahun yang lalu, maka apa yang akan terjadi dan diraih perusahaan 3-4 tahun mendatang adalah apa yang perusahaan lakukan saat ini”.

    Inovasi pada aspek bahan baku berupa produk yang ramah lingkungan serta bahan baku yang berasal dari limbah mendominasi pada ajang SIAI 2014, ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dengan baik, melalui penggunaan substitusi bahan baku limbah untuk menghemat bahan baku dari alam. Upaya ini sekaligus menepis keraguan publik bahwa industri semen merusak lingkungan, karena apa yang dilakukan oleh Semen Indonesia Group, adalah justru berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan dengan mengubah limbah B3 dan limbah lainnya sebagai bahan baku. Suhu pembakaran pembuatan semen yang mencapai lebih dari 1.400 derajat celcius akan merubah bahan berbahaya menjadi senyawa yang tidak membahayakan lingkungan dan manusia. Bahkan keberhasilan perusahaan untuk meningkatkan aspek pengelolaan lingkungan hidup mendapatkan 2 penghargaan di tingkat ASEAN tahun 2013.

    Perseroan juga mengembangkan aplikasi Sistem Manajemen Inovasi (Innovation Management System/IMS) yang menjadi basis data inovasi di lingkungan SMI. ”Aplikasi IMS adalah salah satu bentuk nyata dari upaya kami menjadi center of knowledge management yang mampu terus menumbuh-kembangkan budaya inovasi di tubuh perseroan,” kata Suparni.

    Suparni menjelaskan, SMI telah telah membentuk Innovation Council (Dewan Inovasi) untuk mengimplementasikan Manajemen Inovasi Semen Indonesia (MISI). Dewan Inovasi tersebut bertugas memberi stimulus, mendorong, mengawal implementasi, dan mengurus pendaftaran paten atas inovasi-inovasi di lingkungan SMI.

    “Untuk menjaga agar inovasi tidak diplagiat oleh pihak lain bahkan didaftarkan pihak lain, maka saat ini Dewan Inovasi sudah mendaftarkan 8 inovasi ke Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Dimasa mendatang, inovasi tidak hanya menghasilkan penghematan operasional tetapi berpeluang menjadi sumber pendapatan perusahaan melalui lisensi atas penggunaan hak cipta oleh pihak lain,” papar Suparni.

    Berbagai inovasi yang telah menjadi budaya perusahaan pada setiap unit kerja, menjadikan perusahaan hingga saat ini mampu memantapkan posisinya sebagai pemimpin pasar di industri semen nasional. Kompetisi inovasi yang dimulai sejak tahun 2009 ini merupakan upaya perusahaan meningkatkan daya saing melalui inovasi diberbagai lini yang pada akhirnya dapat menghemat biaya operasional, meningkatkan kapasitas produksi, penetrasi pasar dan lainnya.

    Ajang Semen Indonesia Award on Innovation tidak sekedar kompetisi bagi para innovator, tetapi merupakan sarana untuk melihat apakah semakin banyak ide inovasi dan potensi penghematan yang dihasilkan. Jika setiap tahun ide inovasi dan potensi penghematan terus meningkat, maka dapat dikatakan bahwa mesin penggerak terus berfungsi dan berevoluasi yang pada akhirnya mampu menjadi tulang punggung perusahaan untuk terus tumbuh dimasa mendatang.

    Facebook Comments

    Leave a reply