0800 1088888  EN

    Infrastruktur Marak, Semen Indonesia Perkuat Pasar di Kalimantan Timur

    news / 12 May 2014

    Maraknya pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur, direspon PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI). Di provinsi kaya minyak itu, SMI memperkuat marketnya. Ini karena keberadaan infrastruktur seperti jalan raya dan jembatan, akan membuka akses bagi masyarakat untuk melaksanakan aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.

    Kepala Departemen Penjualan SMI Bambang Djoko mengatakan, seiring maraknya pembangunan infrastruktur, permintaan semen di wilayah Kalimantan Timur mencapai 1,78 juta ton pada tahun 2013.

    “Ini merupakan indikator bahwa pembangunan berjalan dengan baik. Pembangunan infrastruktur juga sangat penting untuk mengefisienkan ekonomi,” katanya, di sela acara seminar Beton, di Hotel Le Grandeur Balikpapan, Selasa (29/4).

    Seminar itu sendiri, dihadiri 130 undangan terdiri dari Kontraktor, PPK, Konsultan, Akademisi serta dari Dinas Pekerjaan Umum. Pembicaranya, Lanny Hidayat, pakar jalan dan jembatan.

    Diakui Bambang Djoko, pembangunan infrastruktur salah satu kunci keberhasilan perekonomian. Hal ini dikarenakan Kalimantan Timur harus mampu mendorong infrastruktur disik diantaranya jalan dan jembatan, dalam rangka memeratakan pertumbuhan ekonomi hingga ke berbagai pelosok.

    “Semen merupakan bahan paling penting dalam campuran beton karena sangat menentukan kekuatan, keawetan, tahan terhadap lingkungan. Hal ini harus dipertimbangkan karena sangat berpengaruh pada biaya dan dampak keberadaan infrastrkutur,” paparnya.

    Ia menambahkan, terdapat dua kategori semen, yaitu portland dan blended cement. Portland cment adalah jenis semen hidraulis yang umum digunakan untuk konstruksi. Adapun blended cement adalah campuran semen dengan satu atau lebih bahan tambahan lainnya.

    “Untuk market di Kalimantan Timur, Semen Indonesia telah membangun packing plant di Balikpapan yang mulai dibangun pada bulan Maret 2013. Keberadaan packing plant tersebut akan memudahkan pemenuhan kebutuhan semen,” tambahnya.

    Menurutnya, industri semen adalah penopang pertumbuhan ekonomi. Ketersediaan semen, akan sangat menentukan pembangunan sarana infrastruktur yang nantinya akan mengungkit gairah sektor ekonomi lainnya, seperti properti, pertanian, hingga energi.

    “Karena itulah, keberadaan industri semen perlu didorong agar bisa menghasilkan bahan semen yang tepat mutu bagi pembangunan infrastruktur,” kata Bambang.

    Saat ini, kebutuhan semen di kawasan Kalimantan secara umum terus mengalami pertumbuhan yang signidikan. Pada periode Januari-Maret 2014, pertumbuhan penjualan semen di Kalimantan mencapai 1,126 juta ton naik 4,1 persen dibanding tahun 2013 sebesar 1,081 juta ton.

    Sedangkan pertumbuhan penjualan semen di Kaliomantan tersebut melampaui kinerja pejualan semen secara nasional pada yang hanya tumbuh 3,7 persen. Pertumbuhan penjualan semen di Kalimantan juga melampaui wilayah lainnya, seperti Sumatera yang hanya tumbuh 1,4 persen, Nusa Tenggara 3,7 persen, serta Maluku dan Irian Jaya yang tumbuh minus 9,4 persen.

    Facebook Comments

    Leave a reply