0800 1088888  EN

    Holding Pertambangan Benchmark Manajemen Risiko dan Internal Audit

    news / 22 March 2018

    [:id]Perusahaan holding pertambangan yang dibentuk pemerintah melalui Kementerian BUMN kembali melakukan benchmark ke PT Semen Indonesia (Persero)Tbk, Selasa (20/3/2018). Keberhasilan Semen Indonesia sebagai pelopor perusahaan holding BUMN di bidang persemenan dengan menyinergikan 3 perusahaan sejenis dengan kultur yang berbeda, menjadi rujukan sejumlah perusahaan yang hendak melakukan sinergi korporasi termasuk holding pertambangan.

    Rombongan Tim Pokja Bidang Manajemen Risiko dan Internal Audit Holding Pertambangan yang dipimpin Kepala SPI PT Timah (Persero)Tbk, Suparni diterima oleh Kepala Departemen Internal Audit Grup Semen Indonesia Tubagus M Dharury di Ruang Learning lantai 4 Gedung Utama Semen Indonesia.

    Kepala SPI PT Timah (Persero)Tbk, Suparni mengatakan, pengalaman Semen Indonesia dalam melaksanakan proses holding diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi holding pertambangan. “Semen Indonesia ini senior, sudah terlebih dahulu melakukan proses holding. Karena itu kami ingin sharing pengalaman tentang pelaksanaan prosedur holding di Semen Indonesia. Sebelumnya kita juga telah melakukan benchmark ke Pupuk Indonesia,” bebernya.

    Untuk mempercepat proses pembentukan holding, lanjutnya, perusahaan menurutnya membentuk beberapa kelompok kerja (pokja) sesuai bidang dan fungsi. “Nah kami ini dari pokja manajemen resiko dan internal audit. Kami ingin tahu bagaimana Semen Indonesia menyusun kebijakan membuat audit charter dan prosedurnya dalam tingkat holding dan anak usaha,” sambungnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Departemen Internal Audit Grup Tubagus M Dharury beserta jajaran memaparkan proses pengelolaan internal audit yang berjalan di Semen Indonesia. Mulai dari board manual hingga matrix kewenangan.

    “Yang menjadi tantangan adalah menyatukan 3 perusahaan dengan budaya dan latarbelakang yang berbeda. Kami butuh waktu panjang untuk itu. Dalam hal ini yang paling penting adalah membangun kepercayaan (trust),” ungkap Tubagus.

     

    Perbedaan culture dan latarbelakang perusahaan ini menjadi poin penting dalam catatan tim pokja holding pertambangan dalam membangun manajemen risiko dan internal audit. Hal ini dikatakan Suparni usai menjalani diskusi bersama jajaran internal audit dan system development Semen Indonesia.

    “Holding pertambangan ini terdiri dari 4 perusahaan (PT Inalum (Persero), PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk,)dengan bidang dan culture yang berbeda. Mudah-mudahan dengan pengalaman dari Semen Indonesia ini dapat membantu kami dalam proses penyatuan dan integrasi. Perbedaan ini membuat proses transformasi harus dijalankan secara bertahap, dan ini harus disadari di rencana holding pertambangan,” pungkas Suparni. (bwo)[:]

    Facebook Comments