0800 1088888  EN

    Hingga 2017, investasi Semen Rp 65,03 Triliun

    news / 1 April 2013

    Sebanyak 12 investor siap menggelontorkan dana sekitar US$ 6,68 miliar (Rp 65,03 triliun) untuk membangun pabrik semen di Indonesia pada 2013-2017.  Investasi tersebut akan melambungkan kapasitas produksi semen di Tanah Air menjadi 108,77 juta ton,  atau bertambah 48,3 juta ton dari akhir 2012 sebanyak 60,47 juta ton.

    Investor yang telah memiliki pabrik semen di Tanah Air akan menambah kapasitas produksinya 35,3 juta ton,  dengan nilai investasi US$ 4,83 miliar (Rp 47,03 triliun).  Mereka antara lain adalah BUMN PT Semen Indonesia Tbk,  yang menjadi induk usaha PT Semen Gresik,  PT Semen Padang,  dan PT Semen Tonasa.  Investor lainnya adalah Lafarge Cement Indonesia,  PT Semen Baturaja (Persero),  PT Indocement TP Tbk,  PT Holcim Indonesia Tbk,  serta PT Semen Bosowa.

    Pendatang baru akan membangun pabrik semen dengan total kapasitas 13 juta ton dan bernilai investasi sekitar US$ 1,85 miliar (Rp 18 triliun).  Investor ini terdiri atas China Triumph,  Anhui Cement,  dan State Development and Investment Cooperation (SDIC) asal Tiongkok,  Siam Cement dari Thailand,  PT Jhui Shin Indonesia dari Taiwan atau Semen Karawang,  serta Wilmar (Semen Merah Putih).

    Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan,  investasi meningkatkan investasi di industri semen di Tanah Air karena pertumbuhan permintaan di atas 10% per tahun dalam tiga tahun terakhir.  Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sekitar 6% per tahun.

    Facebook Comments

    Leave a reply