0800 1088888  EN

    Hingga 2015, Semen Indonesia Targetkan 28 Packing Plant

    news / 25 Januari 2013

    Pabrik pengemasan (packing plant) di Sorong, Papua Barat, tercatat sebagai packing plant Semen Indonesia yang ke 19.
    19 packing plant tersebut tersebar dari Aceh, Belawan, Padang, Dumai, Batam, Ciwandan, Tanjung Priok, Tuban,Gresik, Banyuwangi, Banjarmasin, Samarinda, Celukan Bawang, Tonasa, Makassar, Palu, Bitung,Ambon dan Sorong.
    Dua packing plant lagi sedang dalam taraf pembangunan, masing-masing di Banjarmasin dengan progress 42% diharapkan operasional Oktober 2013 dan Balikpapan dengan progress sekitar 3 %.
    “Perseroan sedang dan akan terus memperbanyak packing plant dalam rangka menekan biaya logistik agar harga semen perusahaan semakin terjangkau. Direncanakan pada tahun 2015, kami akan mempunyai 28 packing plant.

    Ini tak lain adalah upaya untuk mengokohkan posisi pasar di industri semen nasional yang semakin kompetitif,” terang Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dwi Soetjipto usai peresmian Packing Plant di Sorong,Jumat (25/1/2013).

    Sarana perluasan jangkauan pasar juga ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus (special sea port) semen yang dimiliki perseroan. Pelabuhan itu untuk menjamin kecepatan waktu bongkar muat semen.

    Saat ini, ada 8 pelabuhan khusus yang dimiliki perseroan, yaitu di Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, dan Sorong.

    “Kami juga terus menambah distribution channel dengan jaringan gudang yang ada di seluruh Indonesia. Kami mempunyai 361 distributor, tentu saja itu akan terus bertambah seiring semakin luasnya pasar yang kami bidik,” kata Dwi.

    Terkait kinerja penjualan Semen Indonesia di pasar domestik, sepanjang 2012, perseroan berhasil menjual 22,5 juta ton semen, meningkat 14,7 persen dibanding capaian 2011 sebesar 19,6 juta ton. Pertumbuhan penjualan Semen Indonesia yang mencapai 14,7 persen berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan penjualan semen secara nasional yang hanya 14,5 persen.

    Industri semen nasional sendiri pada tahun lalu berhasil menjual 55 juta ton, tumbuh 14,5 persen dibanding 2011 sebesar 48 juta ton. Semen Indonesia masih menjadi market leader dengan penguasaan pasar sekitar 41 persen.

    “Kami terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan semen di dalam negeri dan telah berinvestasi di luar negeri,” tandas Dwi.

    Facebook Comments

    Leave a reply