“JASMERAH” (jangan sekali- sekali melupakan sejarah). Ungkapan Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno yang meresmikan berdirinya pabrik Semen Gresik pada 7 Agustus 1957 ini, tampaknya sejalan dengan konsep heritage yang tengah dikembangkan manajemen PT Semen Indonesia (Persero)Tbk.

Tidak ingin meninggalkan dan melupakan sejarah perjalanan berdirinya Semen Indonesia yang merupakan transformasi dari PT Semen Gresik (Persero), manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melaunching pembangunan Heritage Semen Indonesia di hari jadinya yang ke-2. Launching Pembangunan Heritage dilakukan langsung oleh Plt Direktur Utama Semen Indonesia Ir Suparni didampingi jajaran direksi SMI dan jajaran Operating Company, usai upacara peringatan HUT PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Rabu (7/1).

Heritage Semen Indonesia dikonsep dalam tiga bagian, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Museum and Education Park, dan Botanical Garden di tiga lokasi berbeda dengan memanfaatkan lahan dan aset pabrik yang telah berhenti produksi. “Kita manfaatkan aset yang sudah tidak berfungsi agar sejarah berdirinya pabrik Gresik yang merupakan cikal bakal Semen Indonesia tetap terjaga,”ungkap ketua Tim Pembangunan Heritage Wahjudi Heru.

Museum and Education Park akan memanfaatkan komplek Pabrik Gresik yang telah berhenti produksi dengan luas lahan 3,2 hektar. Sementara Universitas Internasional Semen Indonesia akan memanfaatkan komplek Gedung PPS seluas 1,19 hektar yang masih berada disekitar lingkungan pabrik Gresik. Botanical Garden akan menyulap lahan danau Ngipik seluas 48,92 hektare menjadi taman dan sarana olahraga. Ir Suparni berharap dengan adanya Heritage tersebut nantinya dapat men-sinergikan Semen Indonesia dengan sosial lingkungan masyarakat.

“Melalui heritage ini kita harapkan dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat, dengan membuka bekas pabrik untuk umum melalui museum Semen Indonesia,” tutur Plt Dirut usai launching. Pembangunan heritage yang akan dimulai tahun ini akan menggunakan dana multiyears. Tahun ini menurut Wahjudi Heru, masing-masing bagian heritage akan dianggarkan Rp 10 miliar.“Pembangunan heritage ini akan menggunakan dana multiyears, tahun ini masingmasing Rp 10 miliar,” tambah Heru.

Dari tiga bagian heritage tersebut, saat ini baru Universitas Internasional Semen Indonesia yang telah siap dibuka untuk umum. (bwo)

Sumber : Gapura