0800 1088888  EN

    (English) Harapan Besar Digantungkan pada Semen Indonesia

    news / 23 December 2016

    [:en]Pemerintah Provinsi NusaTenggara Timur (NTT) dan Pemkab Kupang beserta sejumlah warga ring 1 PT Semen Kupang Indonesia (SKI) melakukan kunjungan ke Semen Indonesia Pabrik Tuban, Jumat (16/12).

    Kunjungan tersebut untuk melihat pengelolaan lingkungan dan interaksi sosial yang dilakukan oleh Semen Indonesia.

    Semen Kupang Indonesia adalah salah satu bagian dari ekspansi Semen Indonesia dengan mengakuisisi sebagian besar saham Semen Kupang. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Perekonomian Setda NTT Petrus Keron didampingi Komisaris SKI Ferdinandus Semaun. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama Semen Gresik Sunardi Prionomurti didampingi Direktur Produksi Semen Gresik Prasetyo Utomo beserta sejumlah pejabat eselon 1 di Ruang Pertemuan Utama Lantai 7 Kantor Pusat Semen Gresik (KPSG).

    Kunjungan ini diharapkan dapat meyakinkan Pemerintah Daerah Kupang dan warga setempat bahwa kehadiran Semen Kupang Indonesia tidak akan menjadi malapetaka. “Kami berharap bisa mendapatkan informasi pengelolaan lingkungan dan interaksi sosial agar kami yakin kehadiran Semen Indonesia Kupang akan memberi manfaat bukan sebaliknya,” jelas Ferdinandus Semaun.

    Kehadiran Semen Kupan Indonesia, ditambahkan Ferdinandus Semaun merupakan wujud kehadiran negara untuk mengangkat perekonomiann masyarakat Nusa Tenggara Timur. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman pada masyarakat, sehingga terbangun pondasi yang kuat bagi perusahaan dalamm proses pendirian di Kupang.

    “Masyarakat ini sedikit khawatir karena melihat pertambangan dibeberapa wilayah yang tidak memperhatikan lingkungan. Karena itu kita ingin pelajari pengelolaan lingkungan di Tuban yang sudah cukup bagus,” paparnya.

    Menanggapi hal tersebut, dijelaskan Prasetyo Utomo bahwa kekhawatiran tersebut cukup wajar. Menurutnya, awal pendirian pabrik di Tuban juga muncul sejumlah kekhawatiran karena pabrik semen menjadi hal baru diwilayah tersebut.

    Perwakilan BKPM Provinsi NTT, Krispinus Afulit mengaku kaget saat tiba di KPSG. Dikatakannya, dia sempat mengira bahwa KPSG merupakan perhotelan dan bukan pabrik semen. Hal tersebut menurutnya lantaran kondisi pabrik Tuban jauh berbeda dengan pabrik yang saat ini ada di Kupang. Dia berharap masuknya Semen Indonesia di Kupang dapat membawa perubahaan dunia industri pertambangan di wilayah Kupang. “Pengelolaan paska tambang menjadi penting untuk secara optimal dilakukan, karena pengalaman yang ada di Kupang setelah selesai menambang dibiarkan begitu saja,” pintanya.

    Sementara salah satu perwakilan warga Ring 1 SKI, Hofni Baineo, mengaku mendukung pendirian pabrik Semen Kupang Indonesia. Menurutnya, setelah mengikuti sosialisasi dan pemaparan dari Semen Indonesia, dia yakin keberadaan SKI akan membawa perubahan bagi Kupang.

    Direktur Utama Semen Gresik Sunardi Prionomurti menjelaskan, dengan diakuisisinya sebagian besar saham Semen Kupang Indonesia akan membuat standar pengelolaan pabrik sama seperti dengan pabrik milik Semen Indonesia Grup lainnya. Semen Indonesia Kupang menurutnyaakan menjadi anak perusahaan Semen Indonesia seperti Semen Gresik.

    Pabrik Kupang, lanjutnya, akan memiliki kapasitas produksi sebesar 1,5 juta ton dan akan selesai tahun 2021. Besarnya kapasitas ini menyesuaikan dengan besaran serapan pasar semen di sekitar area pabrik. “Bisa dibilang bahwa pengelolaan pabrik di Tuban adalah yang terbaik di negeri ini.

    Jadi bapak ibu tidak perlu khawatir karena saat Semen Kupang Indonesia menjadi anak usaha SMI, maka standar pengelolaan yang sama juga akan diterapkann disana,”ungkapnya. Keyakinan warga Kupang tersebut semakin kuat setelah diajak berkeliling mengitari pabrik dan lahan tambang serta pengelolaan paska tambang kapur. “Kalau begini tak perlu khawatir lah kita,” ucap spontan dari warga yang diamini Kepala Biro Perekonomian Setda NTT. (bwo)

    Sumber : Gapura[:]

    Facebook Comments