0800 1088888  EN

    Gubernur Jateng Dukung Semen Indonesia Dirikan Pabrik Rembang

    news / 14 May 2014

    direksi-gub jateng

    Rencana pembangunan Pabrik Rembang, kian mulus. Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, juga sudah memberikan lampu hijau atas langkah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) membangun pabrik berkapasitas 3 ribu ton per tahun. Malahan, gubernur berharap pembangunan  pabrik semen itu segera direalisasikan. Dalam ground breaking yang direncanakan Juni mendatang, gubernur menyatakan kesediaanya untuk hadir.

    Dukungan itu, terungkap melalui pertemuan tertutup di antara gubernur dan jajaran direksi SMI di kediaman gubernur, di Semarang, Selasa (5/5).

    Dukungan itu diberikan, karena berdirinya pabrik SMI akan memberikan multiplayer effect bagi masyarakat sekitar,utamanya kesejahteraan masyarakat Rembang, “Karena berdirinya pabrik ini, pasti akan menyerap banyak tenaga kerja khususnya warga sekitar,” ujarnya.

    Hanya saja, Ganjar berharap, ketika nantinya pabrik di Rembang terbangun, SMI seminimal mungkin menggunakan angkutan darat, baik dalam hal distribusi semen, maupun baru bara.”Jawa Tengah saat ini tengah berkonsetrasi pada urusan jalan, Saya berharap jika pabrik semen ini terbangun, seminimal mungkin menggunakan jalan darat dalam urusan angkutan,” pintanya.

    Selain urusan jalan, banyak lagi hal lain yang menjadi perhatian gubernur. Soal Customer Social Responsbility (CSR), misalnya. Gubernur mengacungi jempol upaya SMI dalam melakukan pendekatan masyarakat, melalui dana CSR yang dirupakan dengan berbagai kegiatan. Seperti pentas wayang kulit, pemberian bantuan, serta kegiatan lainnya. Ke depan, gubernur berharap SCR juga disalurkan untuk kegiatan pengembangan masyarakat.

    Yang juga penting, gubernur juga meminta agar aspek lingkungan juga menjadi perhatian. Penanaman tanaman hijau di area Green Belt, sebaiknya sudah bisa dilakukan sekarang, hingga proyek selesai dibangun.

    Seperti diketahui, sebagai salah satu strategi mempertahankan market leader, SMI kini tengah mengembangkan dua proyek, yakni Rembang dan Indarung VI. Dua proyek tersebut, bernilai investasi Rp 7 triliun.

    Sebelumnya, SMI melalui PT Semen Gresik (SG) sebagai salah satu anak usaha, mendapat fasilitas non cash loan senilai Rp 1,4 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas berjangka waktu 42 bulan itu, akan digunakan untuk kelancaran Pabrik Rembang.

    Hanya saja, seperti yang dikemukakan Dirut SMI Dwi Soetjipto, fasilitas non cash loan Rp 1,4 triliun itu, untuk sementara masih belum dipakai. Untuk pengembangan proyek di Rembang, SMI masih memiliki dana internal. Gambarannya, ending capital tahun 2013 lalu masih mencapai Rp 4,2 triliun. “Itu yang bisa kita pakai. Sementara yang Rp 1,4 triliun itu belum tentu kita pakai sekarang dan sifatnya hanya untuk cadangan,” ujarnya, di sela acara Kartini Award di Grand City beberapa waktu lalu.

    Tahun ini Semen Indonesia menargetkan kapasitas produksi sebesar 31,8 juta ton. Sampai tahun 2017, target tersebut meningkat hingga 40 juta ton. Pemenuhan target tersebut akan ditunjang dengan beroperasinya Pabrik Rembang dan Indarung VI yang masing-masing berkapasitas 3 juta ton.

    Sebagai holding, perseroan memiliki fasilitas pendukung yang memadai dalam pendistribusian semen. Diantaranya Cement Mill sebanyak 22 unit, Packing Plant 23 unit, serta 11 pelabuhan khusus yaitu di Belawan, Teluk Bayur, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, Sorong dan dua pelabuhan di Vietnam.

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply