0800 1088888  EN

    GUBERNUR GANJAR PRANOWO PASTIKAN IZIN SESUAI PROSEDUR

    news / 22 Januari 2015

    Pemerintah Provinsi  Jawa Tengah memastikan pendirian pabrik  semen di Rembang sudah sesuai prosedur. Segala prosedur izin lingkungan yang terkait dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kegiatan penambangan dan pembangunan Pabrik Semen oleh PT Semen Gresik (Persero) semua sudah terpenuhi. Demikian salah satu poin penting yang sampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam duplik yang diserahkan pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (15/1).

    “Intinya, izin lingkungan yang diberikan Gubernur Jateng sudah sesuai prosedur yang berlaku. Selain ada Amdal dan RKL, dalam perencanaannya melibatkan masyarakat setempat,” kata Suryo Hadi Winarto, Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah.

    Lebih jauh, Suryo menyampaikan arahan Gubernur Jateng yang meminta masyarakat tidak khawatir keberadaan pabrik semen membuat mereka kehilangan pekerjaan atau mengganggu lingkungan sekitar. “Tidak mungkin pemerintah itu menelantarkan masyarakatnya,” tegas Suryo. Dalam sidang tersebut, Pemprov Jateng dan Semen Indonesia, menyerahkan 34 barang bukti dokumen. Menurut penasihat hukum Semen Indonesia, Handarbeni Imam Arioso, dokumen bukti yang diserahkan itu merupakan bukti penguat tentang izin mendirikan pabrik semen.

    “Banyak dokumennya, ada dokumen tentang amdal, bukti keterlibatan masyarakat dalam penyusunannya, dan bukti lainnya,” ujar Handarbeni.
    Bukti-bukti yang diserahkan itu akan menguatkan pihak Pemprov Jateng dan PT Semen Indonesia dalam pembangunan pabrik semen itu. Hal itu dapat menjadi bukti bahwa gugatan sebagian masyarakat dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang mengatakan masyarakat tidak dilibatkan dalam pengurusan izin amdal adalah tidak benar.

    Menyinggung tentang keabsahan SK Gubernur Jateng Nomor 660.1/17/2012 tentang izin lingkungan yang digugat, dia menegaskan, hal itu sudah sah demi hukum. Sebab, SK sudah didasari dengan persyaratan sah, amdal, dan sejumlah dokumen lainnya. “Dengan bukti-bukti itu, kami yakin dapat memenangkan perkara ini,” ucapnya.

    SERIBU TANDA TANGAN

    Sementara itu, di luar sidang sejumlah organisasi yang tergabung dalam Forum Pemuda Rembang (FPR) menggalang dukungan seribu tanda tangan untuk Gubernur Ganjar Pranowo.

    “Aksi seribu tandatangan ini merupakan dukungan kepada Pak Ganjar untuk memajukan dan mensejahterakan warga Rembang,” ujar Koordinator FPR yang berasal dari elemen Semut Ireng, Yokim Junaedi. Keberadaan Semen Indonesia di Rembang diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi
    warga Rembang khususnya. Alasannya, kesejahteraan juga sudah bisa dirasakan masyarakat di Tuban dan Gresik yang menjadi dua lokasi keberadaan Semen Indonesia sebelumnya.

    “Kepada Yang Mulia Majelis Hakim, kami memohon agar perkara ini diputuskan dengan cermat mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Bukan atas tekanan kelompok-kelompok tertentu,” tambah Yokim. FPR juga meminta agar pihak-pihak yang memancing di air keruh dan menghembuskan isu-isu yang dibungkus seolah-olah untuk kepentingan masyarakat menghentikan aktivitas mereka. Sebab masyarakat Rembang sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menjaga lingkungan dan memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat tanpa merugikan alam. (gapura)

    Facebook Comments

    Leave a reply