0800 1088888  EN

    Pentingnya Simulasi Tanggap Kebakaran

    news / 5 August 2017

    [:id]Suasana kantor Semen Indonesia (Persero), di jalan Veteran Gresik mendadak gaduh. Kepulan asap pekat terlihat membubung dari lantai 1 gedung 10 lantai tersebut, diikuti suara sirine yang meraung-raung. Dari pengumuman yang dikeluarkan oleh pihak keamanan melalui pengeras suara diketahui terjadi kebakaran di gudang transit yang bersebelahan dengan ruang keamanan.

    Mengetahui telah terjadi kebakaran, semua karyawan yang berada di dalam gedung pun langsung menyelamatkan diri melalui jalur evakuasi tangga darurat diarahkan oleh petugas peran kebakaran masing-masing lantai dengan membawa bendera evakuasi menuju ke titik kumpul di halaman Wisma Achmad Yani.

    Petugas keamanan yang mengetahui kebakaran tersebut sempat mencoba memadamkan api dengan Apar, namun api tak kunjung padam. Pintu belakang menjadi satu-satunya jalur evakuasi lantaran di lobi gedung telah dipenuhi dengan asap pekat. Di tengah upaya evakuasi tersebut, petugas dari K3 Semen Indonesia menemukan 1 korban luka di dekat titik api dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

    Tak berapa lama tim pemadam kebakaran pun datang ke lokasi dan langsung berjibaku memadamkan si jago merah. Peristiwa tersebut adalah bagian dari skenario simulasi tanggap darurat yang digelar oleh Seksi K3 bekerjasama dengan Seksi Rumah tangga dan Sarana Umum serta Seksi Keamanan.

    Menariknya, tak hanya karyawan yang turut dalam simulasi tanggap darurat tersebut. Jajaran direksi yang tengah berada di Gedung Utama Semen Indonesia pun ikut turun dan berkumpul di assembly point. Terlihat Direktur Proyek dan Enjiniring Aunur Rosyidi, serta Direktur Utama Semen Kupang Indonesia Ari Wardhana ikut dalam kerumunan karyawan. Saat dimintai tanggapan terkait simulasi ini, Direktur Proyek dan Enjiniring Aunur Rosyidi mengatakan bahwa tanggap darurat merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan secara rutin. Hal ini untuk membiasakan semua karyawan dalam menghadapi situasi darurat

    “Tanggap darurat ini sangat penting, kalau bisa dilakukan disemua gedung milik Semen Indonesia. Teori dan prosedurnya harus disosialisasikan, bila perlu buat pelatihan atau workshop khusus tanggap darurat. Ini penting untuk melatih emergency respond an bagaimana cara mengamankan diri,” katanya.

    Kepala Seksi K3 Muhammad Hasan mengungkapkan bahwa simulasi ini digelar tanpa pemberitahuan pada semua karyawan (hanya eselon 1,2,3 yang mendapat pemberitahuan) untuk melatih respon seluruh karyawan yang berada di Gedung Utama Semen Indonesia.

    “Harapannya jika keadaan darurat benar-benar terjadi semua karyawan dapat mengamankan diri ke titik kumpul,” jelasnya.

    Evaluasi terhadap simulasi tersebut, proses evakuasi tercatat berhasil dilakukan dalam waktu 10 menit menuju titik kumpul. Catatan waktu ini menurutnya sudah cukup baik meski juga terdapat sejumlah catatan.

    “Koordinasi harus terus ditingkatkan. Sistem proteksi kebakaran masih terdapat negatif list yaitu belum ada mekanisme 1 tombol untuk menyalakan sirine di semua lantai. Ini yang kedepan harapannya dapat dilakukan perbaikan,” bebernya.

    Selain itu, untuk mempermudah proses evakuasi pihaknya akan kembali memperbarui petunjuk arah menuju titip kumpul. (bwo)[:]

    Facebook Comments