0800 1088888  EN

    FMK SELARASKAN CSR SI DENGAN KEBUTUHAN WARGA

    news / 1 April 2015

    Langkah manajemen Semen Gresik pabrik Tuban membentuk Forum Masyarakat Kokoh (FMK) mendapat apresiasi positif dari warga tiga kecamatan yang berada di ring I. Mereka berharap FMK mampu menyelaraskan program CSR Pabrik Tuban dengan kebutuhan warga 26 Desa di Kecamatan Jenu, Merakurak, dan Kerek. “Kami ingin FMK bisa mensinergikan program-program di desa dengan program di atasnya, baik kecamatan maupun kabupaten,” kata Ketua FMK Merakurak M Dasam saat di temui di sela Training Pembekalan FMK di Hotel Mustika, Tuban, Rabu (1/4)

    Agar CSR pabrik Tuban nanti benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat, FMK di harap turun ke bawah untuk mengidentifikasi masalah di masing-masing desa. “Saya dan teman-teman sudah siap turun ke bawah, dengan catatan FMK harus dikukuhkan dulu biar ada paying hukumnya. Berat bagi kami kalau turun lapangan tanpa legalitas yang jelas,” sambungnya. Sekadar catatan, FMK beranggotakan wakil masyarakat dari 26 desa yang berada di ring I pabrik Tuban. Masing-masing desa diwakili dua orang, dengan demikian total anggota FMK sebanyak 52 orang dengan satu ketua di setiap kecamatan.

    Ketua FMK kecamatan Kerek adalah Suwanto, sedangkan Muin menjadi ketua di Kecamatan Jenu. Dasam mengakui, selama ini tidak semua program CSR perusahaan tepat sasaran. ada kalanya apa yang diberikan Semen Gresik berbeda dengan apa yang di butuhkan warga. “Ya namanya program kan tidak bisa memuaskan semua pihak. Semoga kehadiran FMK bisa membuat CSR lebih tepat sasaran,” ujar guru MTS Sabibul Mutaqin, Temandang, Tuban ini.

    Anggota FMK, beber Dasam, dipilih berdasarkan usulan desa dan kemudian diverifikasi oleh perusahaan. Bila semuanya punya komitmen untuk membantu warga, dia yakin cita-cita membentuk desa mandiri bakal lebih cepat terwujud. “Kehadiran Semen Gresik di Tuban mampu mendongkrak ekonomi warga setempat. Meski begitu masih ada yang tidak mau ikut merasakan dampak positifnya. Nah, mereka inilah yang harus disentuh dengan program CSR perusahaan,” katanya lagi.

    Ditempat sama, Kasi, Bina Lingkungan pabrik Tuban Hery Kurniawan menambahkan, FMK dibentuk untuk menyelaraskan program CSR perusahaan dengan program pembangunan Desa yang tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah Desa (RP JM Des). “ sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, desa nanti akan mendapat dana pembangunan dari pemerintah. FMK dibentuk agar pengelolaan dana dari pemerintah nanti bisa saling mengisi dengan dana CSR perusahaan,” terangnya.

    FMK adalah mitra lembaga pemerintah desa seperti BPD,LPMD, dan lainnya, dalam menyusun program pembangunan yang akan dituangkan pada RPJMDes. “ FMK akan memilah-milah mana sih program yang akan di usulkan kepada peusahaan. Program-program itu pada saatnya akan kitaFloor-kan kepada masyarakat, biar mereka tahu. Sebab selama ini ada masyarakat yang merasa di tinggalkan,” ungkap Hery.

    FMK dikelola sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan menjamin program CSR perusahaan di desa lebih transparan. Salah satunya, sebut Hery, kelak di tiap desa ada papan informasi yang memuat program-program pertanggung jawaban perusahaan. “Forum ini baru pertama kali di bentuk, jadi mungkin saja masih ada kekurangan di sana-sini. Tapi ini adalah langkah awal untuk menuju perbaikan,” tegasnya.

    Anggota FMK bertugas selama dua tahun dan bisa dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan. Dengan begitu seluruh tokoh masyarakat punya kesempatan menjadi anggota forum ini. “Sehingga rona-rona program yang di lahirkan bisa bermacam-macam,” tukas dia.

    Pembentukan FKM dirintis sejak Oktober 2014 melalui usulan kepada manajemen Semen Indonesia. Setelah di setujui barulah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Calon anggota dipiih dan di usulkan oleh warga desa sendiri. “Istilahnya dari warga, oleh warga dan untuk warga,” tutup Hery. (lin)

    Facebook Comments

    Leave a reply