0800 1088888  EN

    Eseleon 4 KemenKeu Studi Banding Manajemen Inovasi di Semen Indonesia

    news / 23 February 2018

    [:id]Balai diklat kepemimpinan Kementerian Keuangan RI melakukan benchmark manajemen inovasi ke PT Semen Indonesia (Persero)Tbk, Kamis (22/2). Membawa 28 peserta diklat kepemimpinan eselon 4 di Kemenkeu, rombongan yang dipimpin Kepala Balai DIklat Kepemimpinan Kemenkeu Heni Kartikawati ini diterima oleh Innovation Development Officer Semen Indonesia Mochammad Kharis di Ruang Synergi Gedung Utama Semen Indonesia.

    Benchmark yang dilakukan Kemenkeu ini menurut Heni merupakan bagian dari agenda pembelajaran dalam diklat kepemimpinan. “Dalam agenda pembelajaran kita terdapat agenda inovasi. Salah satunya benchmarking untuk mencari best practice. Semen Indonesia menurut kami dapat memberikan sharing pembelajaran terkait inovasi. Khususnya terkait sistem pengelolaan inovasi dan hasil inovasi apa saja yang sudah dihasilkan,” jelasnya.

    Heni berharap, peserta pelatihan yang berasal dari 4 unit kerja, dirjen pajak, dirjen bea&cukai, perbendaharaan, serta kekayaan negara ini dapat berdiskusi langsung dengan para inovator di Semen Indonesia.

    Innovation Development Officer Semen Indonesia Mochammad Kharis dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Semen Indonesia telah mengenal inovasi sejak tahun 1980. Namun hal tersebut baru sebatas problem solving. Memasuki tahun 2000 pengelolaan inovasi di Semen Indonesia mulai dilakukan inisiasi program inovasi, sosialisasi, promosi dan edukasi terkait pelaksanaan inovasi.

    “Era tahun 2009 kita melihat gerakan problem solving ini hanya dilakukan oleh sebagian karyawan khususnya eselon 4 dan 5. Kemudian setelah melakukan kajian kita buatkan metodologi baru yang sifatnya opportunity solving yang sifatnya top-down. Ini untuk menggairahkan budaya inovasi di tingkat eselon 3,2 dan 1,” bebernya.

    Dalam membangun manajemen inovasi harus ada pondasi yang kuat. Program 5R merupakan instrument penting untuk membangun basic mentality karyawan sebelum melakukan inovasi. “5R kita yakini dapat membangun mentalitas dasar perilaku untuk bisa lebih peka terhadap permasalahan dan peluang di lingkungan kerja,” terangnya.

    Memasuki era 2010, lanjutnya, pengelolaan inovasi memasuki tahap integrated. Kesuksesan pelaksanaan inovasi di Semen Gresik sebagai pilot project kemudian di replikasi di Semen Padang dan Semen Tonasa. Hal ini ditandai dengan penerapan KPI inovasi di masing-masing operating company.

    Penerapan manajemen inovasi menurutnya akan melahirkan revenue dan efisiensi. Hal ini karena inovasi dapat meningkatkan produktivitas yang akan menambah revenue. Selain itu penerapan inovasi juga dapat membawa perusahaan menjalankan operasional excellent yang berimplikasi pada lahirnya efisiensi.(bwo)

    smile.semenindonesia.com[:]

    Facebook Comments