0800 1088888  EN

    Bersama Membangun Reputasi Korporasi

    komunitas, news / 17 February 2017

    [:en]
    Jajaran Komunikasi Perusahaan (Humas) Semen Indonesia (SMI) Grup menggelar pertemuan untuk memperkuat sinergi komunikasi Semen Indonesia bertajuk “Bersama membangun reputasi korporasi” di Hotel Pandanaran Semarang, Rabu (8/2) – Kamis (9/2). Pertemuan ini digelar untuk menyusun dan menyinergikan program komunikasi perusahaan SMI Grup semester I tahun 2017.

    Kepala Biro Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono menuturkan, pertemuan yang dihadiri oleh tim humas dari semua operating company ini merupakan upaya untuk memperkuat fungsi kehumasan dalam menjaga reputasi perusahaan. Hal ini menurutnya penting untuk mendukung program dan kebijakan perusahaan baik dari sisi korporasi maupun marketing. “Harapannya kedepan humas dapat menjadi salah satu strategic tools bagi perusahaan untuk menunjang langkas ekspansi dan kebijakan manajemen,” tuturnya.

    Selama 2016, koordinasi dan sinergi antar humas dalam naungan SMI Grup menurutnya telah berjalan dalam sejumlah program. Diantaranya penerbitan majalah Sinergi, branding korporasi untuk kualitas-untuk bumi-untuk Indonesia, porseni BUMN hingga pameran bersama. 
    Kepala Biro Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono memberikan arahan kinerja bagi Tim Humas Semen Indonesia Grup untuk menjaga reputasi perusahaan.
    
    Tahun ini (2017), lanjutnya, program-program kehumasan tiap semester dibahas lebih awal bersama semua OpCo sehingga perencaan program akan lebih matang. Dengan koordinasi dan sinergi, publikasi media diharapkan akan lebih massif dan efektif. “Persiapkan lebih matang event yang terjadwal rutin, perkuat branding korporasi dan sinergikan pengelolaan media sosial. Medsos sudah dikelola oleh masing-masing OpCo, harapannya bisa dimaksimalkan dan saling support dalammenjaga reputasi korporasi,” harapnya.

    Gambaran sejumlah program pun mengemuka dalam pertemuan tersebut. Social media activation dengan sejumlah kompetisi bertajuk #BersamaSMI, #MahakaryaSMI, #TanyaSMI rencananya akan digulirkan untuk memperkuat peran media sosial dalam membangun reputasi korporasi.

    Tak melulu membahas media, pertemuan tersebut juga mewacanakan penguatan jaringan komunikasi dengan merangkul sejumlah komunitas yang memiliki relevansi dengan dunia persemenan. “Kita akan rangkul berbagai komunitas untuk ikut berperan serta dalam memberikan sumbangsih saran dan masukan bagi Semen Indonesia. Kita utamakan komunitas yang masih memiliki relevansi dengan semen seperti komunitas civil engineer, arsitek, desain grafis, hingga komunitas seni lukis,” bebernya.

    Maksimalkan Peran Media Sosial

    Media sosial menjadi salah satu topik bahasan khusus dalam pertemuan kehumasan SMI Grup di Hotel Pandanaran Semarang, Rabu (8/2) hingga Kamis (9/2). Untuk mengurai pentingnya media sosial dalam menjaga dan membangun reputasi korporasi, Biro Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia menghadirkan CEO Mediatrust PR, Luthfi Subagio.

    Survey yang dilakukan oleh Dewan Pers tahun 2016 terhadap 157 jurnalis di 21 kota di Indonesia menunjukkan, 96% jurnalis memiliki facebook dan 67% memiliki twitter. Sebagian besar jurnalis memanfaatkan media sosial untuk memantau informasi, mencari ide berita bahkan tak sedikit yang menjadikannya sebagai sumber berita. Sementara berdasarkan survey tahun 2015, awak media hanya memanfaatkan 20% rilis sebagai sumber data, selebihnya digali dari sumber lain termasuk media sosial.
    CEO Mediatrust Luthfi Subagio menjelaskan perkembangan media sosial yang harus disikapi oleh jajaran humas perusahaan.
    
    Mantan Pemimpin Redaksi Radar Surabaya ini mengungkapkan, statistic pengguna internet di tanah air saat ini terus meningkat di berbagai jenjang usia. Mulai ibu rumah tangga, pelajar, karyawan swasta, guru hingga pengusaha. Karena itu, media sosial menjadi penting dan efektif dalam mengelola opini publik dan reputasi perusahaan.

    “Publikasi yang massif di media mainstream (online dan print) harus didukung dengan aktivitas di media sosial sehingga dapat langsung melibatkan masyarakat. Ini penting untuk mendapatkan dukungan positif dari masyarakat. Tentu akan lebih optimal jika seluruh karyawan yang jumlahnya ribuan dapat bersatu membangun image positif perusahaan di media sosial,” jelasnya.

    Penggunaan media sosial dalam membangun dan menjada image perusahaan menurutnya memiliki banyak kelebihan. “Media sosial itu tidak mengenal batasan ruang dan waktu, dimanapun dan kapanpun orang bisa mengakses media sosial. Dari sini informasi mengalir secara real time, menembus batasan traditional customer. Disisi lain lebih efisien namun memiliki penetrasi yang cukup kuat,” tandasnya.

    Meski demikian, Luthfi mengingatkan agar pengelola media sosial sebuah perusahaan tidak mudah terprovokasi dan emosional dalam menanggapi komentar-komentar miring. “Seburuk apapun komentarnya harus ditanggapi dengan bijak dan sabar,” pungkasnya. (bwo/iin/znl/fir)[:]

    Facebook Comments