00 Alhamdulillah, Gubernur Ganjar Terbitkan Izin Lingkungan Baru - Semen Indonesia

    0800 1088888  EN

    Alhamdulillah, Gubernur Ganjar Terbitkan Izin Lingkungan Baru

    news / 1 March 2017

    [:en]

    Gapura – Kabar baik berhembus dari Rembang. Menyusul rekomendasi yang diberikan Komisi Penilai Amdal Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah akhirnya mengeluarkan surat izin lingkungan bagi beroperasinya Pabrik Rembang. Terbitnya izin lingkungan tertuang dalam Keputusan Gubernur Jateng Nomor 660.1/6 Tahun 2017, tanggal 23 Februari 2017.
    Izin ini terkait Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang. Keputusan diambil berdasarkan hasil rapat Komisi Penilai Amdal (KPA) dalam rangka penilaian adendum amdal dan rencana pengelolaan lingkungan-rencana pemantauan lingkungan (RKL-RPL) tanggal 2 Februari 2017, yang hasilnya pabrik semen di Rembang dapat direkomendasikan layak lingkungan hidup.
    Disebutkan pula rapat KPA telah diikuti berbagai unsur, yaitu pemerintah, pakar dari berbagai perguruan tinggi, LSM atau pemerhati lingkungan, dan masyarakat yang terkena dampak.
    Berdasarkan rekomendasi tersebut, Pemprov Jateng menerbitkan izin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia melalui keputusan Gubernur Jateng yang ditandatangani Kamis (23/2) malam.
    Dalam pengumuman yang ditandatangani Kepala Dinas Lingkungan dan Kehutanan Hidup Provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto itu disebutkan kegiatan yang akan dilakukan adalah penambangan batu gamping di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem. Kemudian penambangan tanah liat serta sarana dan prasarana di Desa Tegaldowo, Desa Kajar, Desa Pasucen, dan Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem serta Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu.
    Sedangkan pabrik dan utilitas berada di Desa Kajar dan Desa Pasucen, Kecamatan Gunem. Jalan produksi berada di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu. Kemudian jalan tambang ada di Desa Tegaldowo, Desa Kajar, dan Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem. Keputusan yang diambil Gubernur Ganjar sesuai dengan aturan, yaitu dikeluarkan 10 hari setelah rekomendasi hasil rapat KPA diserahkan. Langkah diskresi diambil Gubernur Ganjar dan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengisi kekosongan hukum pasca putusan peninjauan kembali.
    Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, Agung Wiharto menyatakan, yang akan dilakukan pertama kali oleh perusahaan adalah sosialisasi mengenai perizinan baru itu kepada warga. Senin (27/2) siang, sudah dilakukan sosialisasi rencana kegiatan penambangan, pembangunan pabrik Semen Indonesia.
    Agung Wiharto juga memberikan jaminan, meski pun sudah mengantongi izin lingkungan dan penambangan serta pembangunan, tidak serta merta kegiatan kontruksi akan segera berjalan. Kondisi di pabrik saat ini masih sama dengan apa yang terjadi setelah pencabutan izin pada 17 Januari 2017 lalu.
    Hanya saja, Agung tidak menampik jika 3.000 pekerja kontruksi dari rekanan perusahaan yang sementara ini dirumahkan akan dipanggil kembali jika kegiatan sudah dimulai. Namun belum bisa dipastikan kapan hal itu akan dilakukan. “Di Rembang juga masih ada 650 karyawan Semen Indonesia yang tetap bekerja, terutama untuk perawatan dan pengamanan. Setiap hari ada laporan dari pimpinan proyek tentang kondisi engineering kepada perusahaan,” tandasnya.
    Sosialisasi

    Para peserta mengikuti sosialisasi Rencana Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia yang terdiri dari LSM, media massa serta ratusan warga ring satu

    Senin (27/2), Semen Indonesia mengadakan sosialisasi di Kantor Kabupaten Rembang. Sosialisasi ini dipimpin langsung Direktur Enjiniring dan Proyek Gatot Kutyadji. Dalam sosialisasi yang dihadiri Bupati Abdul Hafidz, Wabup Bayu Andriyanto, jajaran Forpimda Rembang, kalangan LSM, media massa serta ratusan warga ring satu tersebut, Gatot tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung perjuangan SMI hingga keluarnya izin lingkungan dari gubernur.

     

    Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama jajaran Forpimda Kabupaten Rembang menggelar sosialisasi kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen di Rembang. Sosialisasi dilaksanakan di Kantor Pemkab Rembang ini dihadiri juga oleh Direktur Enjiniring dan Proyek SMI Gatot Kustyadji

    Sesuai arahan gubernur, kata dia, sosialisasi akan dilanjutkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa-desa. Sasarannya adalah seluruh lapisan masyarakat, pun tak ada lagi anggapan pro dan kontra.
    Secara umum, sosialisasi Rencana Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia di lantai empat kantor Pemkab Rembang berlangsung hangat dan gayeng. Manajemen SMI pada kesempatan itu memberi tugas pada Gatot Mardiana, Ibnu Prasetyo serta Rama Wijaya untuk menjelaskan operasional pabrik dari A sampai Z kepada ratusan peserta sosialisasi.

    Gatot mengungkapkan, pembangunan pabrik Rembang saat ini sudah mencapai 100 persen. Sementara tahapan commissioning sudah menyentuh angka 98,99 persen, menyisakan beberapa peralatan yang dari awal mengalami keterlambatan untuk mendapatkan IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan). “Kita sudah melakukan uji coba memproduksi semen, dan saat ini sudah siap dipasarkan,” ujarnya.
    Dikatakan Gatot, secara garis besar pabrik Rembang akan berkontribusi pada empat hal, yaitu pemenuhan kebutuhan air, pengentasan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, lingkungan dan sosial. Untuk pemenuhan kebutuhan air, di Tegaldowo sudah dibangun embung, dilanjutkan dengan Kemendung dan Maguan. Pipanisasi air bersih juga dilakukan di Kajar dan Pasucen.
    “Harapannya, keberadaan pabrik Rembang bisa mengurangi agka kemiskinan dari 19,5 persen menjadi 10 persen,” tegas Gatot. Pada fase konstruksi, proyek Rembang mampu menyerap 675 tenaga kerja. Setelah proyek rampung, kebutuhan tenaga organik sekitar 261 orang, dan tenaga non organik 1.437 orang.
    Mulai 2014, sambung Gatot, SMI sudah melakukan kegiatan CSR dengan realisasi anggaran yang terus meningkat. Tahun 2014 senilai Rp 7miliar, tahun 2015 Rp 10,3 miliar, dan tahun 2016 realisasi Rp 25 miliar. “Setelah pabrik beroperasi, anggaran CSR bakal ditingkatkan lagi,” beber Gatot yang tak lupa menyinggung rencana pendirian AKSI (Akademi Komunitas Semen Indonesia) di Rembang.
    Di kesempatan berikutnya Ibnu Prasetyo memaparkan rencana penambangan yang akan dilakukan SMI, baik batu kapur maupun tanah liat. Penambangan itu dilakukan sesuai peraturan yang ditetapkan sehingga tidak merusak lingkungan.
    “Setelah sarana-prasarana lengkap kami akan melakukan penambangan pertama. Tambang batu kapur yang akan kami garap seluas 293,9 hektare, sedangkan tanah liat 98, 9 hektare,” jelas Ibnu.
    Terakhir, Rama Wijaya menjelaskan seluk beluk RKL/RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan/Rencana Pemantauan Lingkungan) pabrik Rembang. “Ini adalah dokumen yang wajib dikerjakan oleh perusahaan dan itu tercantum dalam izin lingkungan yang dikeluarkan gubernur,” kata Rama. (lin/fir)

    [:]

    Facebook Comments