0800 1088888  EN

    EKSPANSI TERUS DILAKUKAN, SMIG JAJAKI PASAR REGIONAL

    news / 18 Oktober 2013

    Meski nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belum stabil, ekspansi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMIG) tak surut. Selain tetap fokus pada dua proyek Pabrik Semen Padang Indarung IV dan Pabrik Semen Rembang Jawa Tengah, SI juga tengah menjajaki memasuki pasar Myanmar dan Bangladesh. Alasannya, dua negara itu dipilih untuk memperkuat daya saing di pasar regional, khususnya Asia Tenggara dan Selatan.

    Di dua negara itu, pasar Myanmar dinilai lebih memungkinkan. “Studi masuk ke sana terus dilakukan. Sedangkan di Bangladesh masih harus dilihat dulu potensinya. Karena kami tidak membangun pabrik baru, melainkan membangun grinding plant sebagai pemain baru,” ujar Dirut Dwi Soetjipto, Minggu (13/10).Khusus untuk penambahan dua parik baru di dalam negeri, dilakukan sesuai business plan untuk mengantisipasi kebutuhan semen domestik yang pada tahun 2016 diprediksi mendekati angka 80 juta ton. “Kami menargetkan 2 pabrik yang kami bangun bisa beroperasi di tahun 2016 guna mengantisipasi kebutuhan pasar,” tuturnya.

    Direktur Pemasaran Amat Pria Darma menuturkan, permintaan semen di pasar domestik masih tinggi, meski suku bunga perbankan juga ikut terkerek sebagai imbas naiknya kurs dollar AS terhadap rupiah. “Tiga bulan terakhir permintaan semen masih tinggi. Bahkan, saya memprediksi sales akan naik sampai akhir tahun 2013.”

    Hingga September 2013, penjualannya di pasar domestik tembus 18,23 juta ton. Sedangkan untuk ekspor mencapai 268,93 ribu ton atau naik 485 persen dibanding tahun lalu sebesar 45,95 ribu ton. “Meski ada gejolak nilai tukar dollar AS terhadap rupiah, kami tidak mereview target penjualan 26 juta ton,” tandasnya.

    Saat ini kapasitas produksi SMIG telah naik dengan beroperasinya Tuban 4 dan Tonasa 5. Ini belum termasuk pabrik di Rembang dan Indarung yang nantinya akan menambah kapsitas hingga 6 juta ton.

    Dengan kondisi tersebut, para pesaing juga tidak tinggal diam. Mereka juga akan berekspansi membangun pabrik baru yang diperkirakan sama-sama selesai di tahun 2016. Denga begitu, di tahun tersebut akan ada tambahan semen nasional yang mencapai 23 juta ton dan terjadi over suplai.” Disinilah yang menjadi perhatian karena akan terjadi perang akibat over suplai. Siapa yang mempunyai brand yang kuat, dialah pemenangnya.”

    Facebook Comments

    Leave a reply