0800 1088888  EN

    DWI SOETJIPTO ALUMNI TERBAIK ITS

    news / 6 November 2013

    Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMIG) Dwi Soetjipto, kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini penghargaan diperoleh dari ITS dan IKA ITS, yakni sebagai `Alumni Terbaik ITS 2013’. Pak Dwi dinilai berprestasi di bidang industri semen. Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum PP IKA ITS, Dr Ir Irnanda Laksanawan MSc Eng. Penghargaan diberikan, Sabtu (2/11) di Hotel Majapahit Surabaya dalam acara `Forum Diskusi Profesional’ dalam rangka Dies Natalis ITS ke 53. Pada acara tersebut, Dwi Soetjipto menjadi pembicara pada diskusi panel, bersama  Wakil Menteri Perindustrian Prof Dr Ir Alex SW Retraubun MSc, dan Direktur Eksekutif APINDO Ir Agung Pambudi.

    Penghargaan sebagai alumni ITS terbaik 2013 itu, sangat membanggakan. Apalagi, dari sekitar 80.000 alumni ITS pada tahun ini, penghargaan diberikan hanya untuk tiga orang. Selain Pak Dwi, dua alumni ITS lainnya yang mendapatkan penghargaan adalah Satya W Yudha (anggota DPR RI) dan Lukman Mahfoedz (President Director PT Medco Energi International).

    Dalam diskusi panel dengan bertema `Mendorong Industri dan Perdagangan yang berorientasi Kemandirian Ekonomi Nasional’, Pak Dwi mengusulkan 10 rekomendasi kebijakan. Usulan itu akan menjadi bahan ITS dan IKA ITS, untuk menyusun masukan kepada pemerintah, agar industri nasional dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan sumber devisa negara. Ini penting, untuk menghadapi ASEAN Economic Community 2015, mempersiapkan pasar bebas APEC 2020, dan mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2030.

    SMIG sendiri juga mendapatkan pujian dari Wakil Menteri Perindustrian atas sepak terjang yang dilakukan. Tak hanya menjadi pemimpin pasar domestik, namun sudah menjadi penguasa Asia Tenggara. Pak Dwi pun mendapatkan applaus saat menjawab pertanyaan peserta soal upaya Semen Indonesia menghemat sumber daya alam sebagai bahan baku semen dan kontribusinya bagi ekonomi nasional.

    Dalam jawabannya, Pak Dwi menyampaikan, pertama, Semen Indonesia telah menerapkan `Green Industry’ dengan melakukan reduce, reuse dan recycle. Saat ini telah menggunakan limbah sebagai substitusi bahan baku semen yang sudah mencapai sekitar 20 persen. Atas kontribusi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, tahun 2012 SI mendapatkan penghargaan Proper Emas, sebagai penghargaan paling tinggi di bidang lingkungan.

    Kedua, Semen Indonesia berkomitmen untuk menjual produksi hasil pabrik di Indonesia hanya untuk pasar dalam negeri. Sedangkan untuk pasar ekspor, akan diisi oleh pabrik di luar negeri, antara lain Pabrik Thang Long Vietnam. Ekspansi keluar negeri akan mampu meningkatkan devisa negara melalui repatriasi keuntungan yang diperoleh ke Indonesia, sekaligus menghemat sumber daya alam untuk generasi mendatang.

    Facebook Comments

    Leave a reply