0800 1088888  EN

    DPRD Kabupaten Rembang Kunjungi SMI

    Uncategorized / 12 October 2018

    Tiga wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang, melakukan kunjungan kerja ke Gedung Utama Semen Indonesia, Kamis (11/10). Mereka diterima Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto, Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin, serta GM of Raw Material & Production Support Musiran.

    Tiga wakil ketua DPRD Rembang yang hadir adalah Gunasih, Bisri Cholil Laquf, dan Sumarsih. Mereka didampingi dua staf dari sekretariat dewan.

    “Kehadiran kami ke kantor pusat Semen Indonesia, sebenarnya ingin tahu, apakah benar bahwa di tahun 2019, Semen Indonesia akan memberikan kontribusi cukup besar kepada PAD Kabupaten Rembang melalui Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), maupun retribusi galian C. Pasalnya, dalam pembahasan APBD Perubahan kemarin, terlihat bahwa ada beberapa pos anggaran yang tidak genap sampai 1 tahun. Misalnya, uang tali asih untuk guru madin hanya dianggarkan hingga Agustus 2019 saja, dan beberaa pos juga seperti itu. Ternyata, anggarannya memang tidak cukup. Saat itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan akan ada pemasukan cukup besar dari Semen Indonesia, dan itu bisa untuk menutupi kekurangan anggaran,” kata Gunarsih saat menyampaikan sambutan.

    Sebelum menjawab pertanyaan Gunarsih itu, Agung Wiharto menyampaikan kondisi pasar persemenan di Indonesia. Pasar Indonesia kini diperebutkan 15 pemain kelas dunia. “Di Indonesia, hanya industri semen saja yang diserbu oleh perusahaan-perusahaan terbaik dunia, dan terjadi over kapasitas hingga mencapai 40 juta ton,” kata Agung.

    Meski persaingan sengit, kata Agung, SMI sebagai BUMN sangat perhatian kepada penghijauan di area pascatambang dan sangat peduli kepada warga di sekitar pabrik atau tambang. Bahkan CSR untuk warga Rembang, kata Agung, sudah mencapai Rp 15 miliar hingga bulan Oktober ini. “Kami menerapkan teknologi yang sangat ramah lingkungan. Terkait dengan emisi debu, SNI menetapkan ambang aman di titik 70 mg per meter kubik.  Emisi debu Rembang di titik30 mg per meter kubik,” tandas Agung.

    Sementara Kepala Biro Tambang Pabrik Semen Gresik di Tuban Khoirul Anwar  memaparkan secara gamblang dan semangat penghijauan Semen Indonesia di Tuban. “Kami mempunyai teknik tentang penanganan lahan tambang. Usai penambangan, yang sebelumnya hanya berbentuk gunung kapur yang gersang, menjadi hutan hijau. Bahkan, pascatambang  lahan tanah liat, kami jadikan embung-embung penampung air hujan. Jika dulu petani di sekitaran tambang hanya panen sekali dalam satu tahun,  dengan adanya embung bekas tambang tanah liat ini, para petani bisa panen tiga kali dalam setahun. Hasilnya setiap panen bisa mencapai tiga kali lipat,” kata Khoirul. “Bahkan, sesudah ada pabrik semen, cadangan air tanah di Tuban meningkat 40 persen. Saat ini, jika wilayah lain kekeringan, di Tuban cadangan airnya masih banyak,” tambah dia.

    Semen Indonesia juga bermitra dengan 387 petani di lingkungan tambang dalam kelompok tani. Di mana para petani ini kian dicerdaskan dengan pendampingan tenaga ahli yang didatangkan Semen Indonesia.

    “Saya berani menjamin, di Rembang kami akan lebih baik lagi. Pasalnya, kami mendapatkan ilmu dan menerapkan secara konsisten di pabrik Tuban sejak tahun 1990-an  . Dan hasilnya telah terbukti, keberadaan pabrik semen di Tuban membawa dampak sangat positif terhadap pendapatan daerah maupun kelestarian lingkungan. Kami juga mendapatkan penghargaan perusahaan pengelola lingkungan terbaik, dalam beberapa tahun terakhir,” tandas Khoirul.

    Pemaparan Khoirul yang disertai bukti-bukti kongkret foto-foto, membuat para wakil DPRD Rembang lega. “Kami yakin, Rembang juga dibikin lebih hijau oleh Semen Indonesia, dan perekonomian kain bagus. Saat ini saja, perekonomian di sekitaran pabrik semen kian membaik,” kata Gunarsih.

    Pihak SMI memaparkan bahwa untuk tahun 2019, realisasi pajak yang akan dikeluarkan dalam kisaran puluhan miliar saja.  “Kalau jumlahnya segitu, berarti memang tak bisa menutup kekurangan pada APBD. Namun, setidaknya kiprah Semen Indonesia di Rembang memang telah kelihatan, setidaknya roda perekonomian berputar semakin baik,” kata dia.

    “Kami investasi Rp5 triliun di Rembang, dan kapasitasnya masih sedikit. Namun, kami sejak awal sangat memerhatikan lingkungan. Kami terbuka dengan siapa saja, ayo membangun negeri ini,” kata Agung. (ros/bwo)

    Facebook Comments

    Leave a reply